Aktivasi mekanik pada sintesis serbuk forsterit (Mg2SiO4) dengan bahan dasar serbuk periklas (MgO) dan serbuk silika amorf (SiO2)

Kholifatunnnisac, Afida (2015) Aktivasi mekanik pada sintesis serbuk forsterit (Mg2SiO4) dengan bahan dasar serbuk periklas (MgO) dan serbuk silika amorf (SiO2). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1111100011-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan aktivasi mekanik pada sintesis forsterit (Mg2SiO4) menggunakan bahan dasar serbuk periklas (MgO) dan serbuk silika amorf (SiO2). Serbuk silika dan magnesia dicampurkan dengan aktivasi mekanik menggunakan panetary ball mill selama 1, 2, 3 jam dan tanpa aktivasi mekanik. Campuran tersebut kemudian dilakukan kalsinasi pada temperatur 950, 1050, dan 1150°C selama 4 jam untuk membentuk serbuk forsterit. Karakterisasi fase dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), sementara ukuran kristal ditentukan dengan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Analisis data difraksi dilakukan dengan menggunakan Rietica berbasis metode Rietveld. Secara keseluruhan fase yang terbentuk setelah sintesis adalah forsterit, periklas, kristobalit, dan protoenstatit. Presentase berat forsterit tertinggi dengan perlakuan aktivasi mekanik terbentuk pada aktivasi mekanik 3 jam dengan temperatur kalsinasi 950°C – 87,9 %wt. Pada semua temperatur, kandungan forsterit meningkat seiring dengan peningkatan waktu aktivasi mekanik, forsterit dapat terbentuk pada temperatur kalsinasi yang lebih rendah. Ukuran kristal berkurang seiring dengan peningkatan waktu aktivasi mekanik. Berdasarkan hasil TEM ukuran kristal untuk sampel dengan temperatur kalsinasi 950C setelah aktivasi mekanik selama 3 jam adalah sekitar 81 nm, sedangkan sampel dengan temperatur kalsinasi 1050C tanpa aktivasi mekanik adalah sekitar 94 nm. ================================================================================================ The synthesize of forsterite powder has been carried out by mechanical activation of periclase powder (MgO) and amorphous silica powder (SiO2) as the raw materials. The silica and magnesia powder were thoroughly mixed using planetary ball mill apparatus with milling time of 1, 2, 3 hours and without mechanical activation. The mixture were then calcined at temperature 950, 1050, and 1150°C for 4 hours to produce forsterite powder. Phase characterizations were done using X-Ray Diffraction (XRD) technique, while the crystal size was determined using Transmission Electron Microscopy (TEM). Analysis of the diffraction data was carried out using Rietica sofware based on the Rietveld method. Overall phase formed after the synthesis were forsterite, periclase, cristobalite, and protoenstatite. The highest of forsterite content in the sample using mechanical activation was at milling time 3 hours by calcination at 950 °C - reaching 87,9 %wt. For all temperatures, the content of forsterite increased with increasing mechanical activation time, the temperature of calcination to form forsterite decreased by the time. The crystallite size decreased with increasing mechanical activation time. The TEM-based size for sample calcined at 950°C after 3 hours mechanical activation time was around 81 nm, while that of 1050°C without milling was around 94 nm .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSFi 620.112 Kho a
Uncontrolled Keywords: forsterit, silika amorf, periklas, aktivasi mekanik
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.9 Composite materials. Laminated materials.
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Physics > 45201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Yeni Anita Gonti
Date Deposited: 21 Feb 2020 03:11
Last Modified: 21 Feb 2020 03:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75094

Actions (login required)

View Item View Item