Studi Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope Dan Lowest Height Dengan Aster GDEMV2 Dan Alos Palsar (Studi Kasus : Gunung Kelud, Jawa Timur)

Arisandy, Akhmad Sigit (2016) Studi Penentuan Aliran Hidrologi Metode Steepest Slope Dan Lowest Height Dengan Aster GDEMV2 Dan Alos Palsar (Studi Kasus : Gunung Kelud, Jawa Timur). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3512100026-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 mdpl dengan kemiringan lebih dari 40º. Gunung Kelud terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur memiliki tipe erupsi stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosit. Mempunyai nilai volcanic explosive index 4, dengan durasi letusan ± 12 menit. Letusan gunung kelud salah satunya menghasilkan aliran hidrologi yaitu berupa lahar dan lava yang dapat memberikan ancaman tinggi bagi masyarakat sekitar. Data yang digunakan untuk penentuan aliran hidrologi (lahar dan lava) tersebut adalah DEM Aster GDEMV2 dan Alos Palsar. DEM memiliki informasi data ketinggian yang dapat digunakan untuk memodelkan penentuan arah aliran hidrologi. Hasil pemodelannya menyerupai bentuk di lapangan, sehingga dapat digunakan untuk mitigasi bencana. Teknik penentuan aliran hidrologi pada penelitian ini menggunakan metode steepest slope dan lowest height berdasarkan teori aliran hidrologi. Dari hasil arah pemodelan aliran metode steepest slope, arah aliran hidrologi yang dominan dari Puncak Gunung Kelud adalah menuju ke arah barat (21%), utara (19%), dan selatan(16%).Sedangkan untuk Metode lowest height lebih dominan menuju ke arah barat (19%), barat laut (18%), dan barat laut (19%). dapat disimpulkan bahwa aliran dominan menuju arah barat, barat laut, barat daya, selatan dan utara. Sedangkan hasil perbandingan akumulasi aliran yang di overlay dengan data BNPB, pada metode steepest slope dari data DEM Aster GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 9,81% sedangkan data DEM Alos Palsar 7,29%. Sedangkan metode lowest height dari data DEM Aster GDEMV2 memiliki kesalahan hasil aliran sebesar 12,18% sedangkan data DEM Alos Palsar 11,25%. Desa yang terdampak letusan gunung kelud yaitu untuk Kabupaten Kediri 29 desa, Blitar 26 desa dan Malang 2 desa. ======================================================================================================================== Mount Kelud has a height of 1,731 meters above sea level with a slope of more than 40º. Mount Kelud in Kediri, East Java has a characteristic type of eruption stratovulkan with an eksplosive eruption. The volcanic explosive index has a value of 4, with the duration of the eruption is ± 12 minutes. The eruption of Mount Kelud one of which resulted in hidrology flow in the form of lava and that lava can provide a high threat to the surrounding community. Data used for the determination of hidrology flow (lahar and lava) is DEM Aster GDEMV2 and Alos PALSAR. DEM has information elevation data that can be used to model the determination of hidrology flow direction. The results of the modeling resembles the shape of the field, so it can be used for disaster mitigation. Mechanical determination of hidrology flow in this study using the method of steepest slope and lowest height is based on the theory of hidrology flow. From the results of modeling the flow direction of the steepest slope method, hidrology dominant flow direction of the summit of Mount Kelud is heading west (21%), the north (19%) and South (16%). As for the method is more dominant Lowest height towards the west (19%), northwest (18%), and the northwest (19%). it can be concluded that the dominant flow towards the west, northwest, southwest, south and north. While the results of the comparison of accumulated flow in the overlay with BNPB data, the method of steepest slope of Aster GDEMV2 DEM data has errors result of 9.81%, while the flow of DEM data Alos PALSAR 7.29%. While the method Lowest height of Aster GDEMV2 DEM data has errors result of 12.18%, while the flow of DEM data Alos PALSAR 11.25%. Villages affected by the eruption of Kelud are 29 villages in Kediri, 26 villages in Blitar and 2 villages Malang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 624.183 41 Ari s
Uncontrolled Keywords: Aliran Hidrologi, DEM, Steepest slope, lowest heights
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA683 Precast concrete construction. Prestressed concrete construction.
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 26 Feb 2020 04:28
Last Modified: 26 Feb 2020 04:28
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75193

Actions (login required)

View Item View Item