Identifikasi Potensi Panas Bumi Menggunakan Landsat 8 Serta Rekomendasi Lokasi PLTP Dengan Analisis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kawasan Gunung Lawu)

Robawa, Farrel Narendra (2016) Identifikasi Potensi Panas Bumi Menggunakan Landsat 8 Serta Rekomendasi Lokasi PLTP Dengan Analisis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kawasan Gunung Lawu). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3512100060-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Indonesia berada dalam kerangka tektonik dunia yang sangat erat kaitannnya dengan potensi energi panas bumi (geothermal). Potensi geothermal di Indonesia tersebar di berbagai provinsi yaitu Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan provinsi lainnya. Adanya manifestasi permukaan seperti fumarol, tanah beruap panas, sinter silica, alterasi hidrotermal dan mata air panas merupakan indikator adanya energi panas bumi. Semua manifestasi permukaan tersebut memiliki suhu yang relatif lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya (anomali). Langkah awal dalam mengidentifikasi potensi geothermal antara lain ialah kajian karateristik daerah potensi (penggambaran bentuk lahan) geothermal. Dalam hal ini untuk mengidentifikasi daerah potensi panas bumi dapat dilakukan dengan menggunakan penginderaan jauh (kanal termal) citra satelit Landsat 8. Dengan memanfaatkan kanal thermal Landsat 8 sangat efektif dalam mengidentifikasi karakteristik spektral permukaan dikarenakan wilayah penelitian yang cukup luas. Hasil pengolahan Landsat 8 kanal termal akan menghasilkan anomali suhu yang menunjukkan keberadaan manifestasi panas bumi. Namun anomali tersebut tidak semua merupakan manifestasi panas bumi, Oleh karena itu perlu adanya pengolahan dalam pengidentifikasian potensi panas bumi dengan parameter yang telah ditentukan Gunung Lawu adalah gunung yang berada diantara Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur yang diduga memiliki potensi energi panas bumi yang cukup besar. Besarnya potensi panas bumi didapatkan berdasarkan penggabungan dan pengolahan dari beberapa parameter yaitu anomali suhu permukaan tanah, anomali kerapatan vegetasi, dan dengan memperhatikan data survei pendahuluan yang ada. Didapatkan hasil identifikasi potensi panas bumi sebesar 275 MWe. Dengan menggunakan analisa sistem informasi geografis didapatkan rekomendasi lokasi pembangunan PLTP dengan area yang sesuai sebesar 159,920 km2 (15.992,094 Ha) dan yang tidak sesuai sebesar 487,560 km2 (48.756,068 Ha). ======================================================================================================================== Indonesia is located in the meeting point of several tectonic plates that related to the potential of geothermal energy. Geothermal energy in Indonesia spread in Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, and other provinces. Their surface manifestations such as fumaroles, hot ground, sinter silica, hydrothermal alteration and hot springs is an indicator of geothermal energy. All manifestations of the surface has a relatively higher temperature than the surrounding environment (anomaly). First step to identify geothermal, is to study the characteristics of the potential area (landform). Identifying potential areas of geothermal can be detected using remote sensing (thermal channels) Landsat 8. Thermal channels is very effective to identify geothermal manifestations with wide area of research. The results of the processing of Landsat 8 will generate to temperature anomalies that indicate of heat manifestations. However, these anomalies are not all manifestations of geothermal. Therefore, there should be a further processing with predetermined parameters. Mount Lawu, located in Karanganyar District, Central Java and Magetan District, East Java, has predicted geothermal potential energy. Total potential of geothermal energy was proccess by overlay several parameters; land surface temperature anomalies, vegetation density anomaly, and preliminary survey data. The identification results of Geothermal Potential is 275 MWe . Using geographical information system analysis show that potential area for power plant is 159 920 km2 ( 15992.094 Ha ) and not potential area is 487 560 km2 ( 48756.068 Ha ) .

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.367 8 Rob i
Uncontrolled Keywords: Panas Bumi, Landsat 8, Penginderaan Jauh, PLTP, Sistem Informasi Geografis
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 28 Feb 2020 06:51
Last Modified: 28 Feb 2020 06:51
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75199

Actions (login required)

View Item View Item