Pengaruh Konsentrasi Aktivator Arang Aktif Serbuk Kayu Terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

Ainy, Zuhrotul (2015) Pengaruh Konsentrasi Aktivator Arang Aktif Serbuk Kayu Terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2411100019-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Biodiesel adalah salah satu jenis bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari minyak nabati untuk menggantikan bahan bakar minyak bumi yang semakin lama semakin habis. Salah satu bahan yang dapat dibuat menjadi biodiesel adalah minyak jelantah sebagai limbah dari minyak kelapa sawit yang tidak bisa digunakan lagi. Minyak jelantah mempunyai kadar free fatty acid (FFA) tinggi yang diduga dapat mempengaruhi kualitas biodiesel, untuk mengurangi nilai kadar FFA dilakukan proses pretreatment minyak jelantah. Dalam penelitian ini, dibuat biodiesel dari minyak jelantah yang dilakukan dengan cara transesterifikasi dengan methanol dan KOH sebagai katalis. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, dilakukan pretreatment dengan absorbent berupa serbuk kayu, arang serbuk kayu dan arang aktif serbuk kayu. Untuk mendapatkan arang aktif, serbuk kayu diaktivasi dengan H3PO4 dan CaCl2 sebagai aktivator yang konsentrasinya divariasikan menjadi 5%;7,5%;10%;12,5% dan 15%. Setelah dilakukan proses pretreatment, terjadi penurunan kadar FFA dalam minyak jelantah sampai 54,1%, yakni yang menggunakan absorbent arang serbuk kayu aktif dengan CaCl2 berkonsentrasi 10% sebagai aktivatornya. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa FFA tidak berpengaruh terhadap karakteristik biodiesel. Penggunaan aktivator CaCl2 pada arang aktif sebagai absorbent pada proses pretreatment lebih efektif meningkatkan kualitas biodiesel minyak jelantah dibandingkan dengan H3PO4. Titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel telah memenuhi standar SNI yaitu titik nyala > 179oC, titik kabut < 14oC, dan titik tuang < 11oC. Sedangkan untuk massa jenis dan viskositas biodiesel tidak semua memenuhi standar SNI yang ditentukan. Semakin besar konsentrasi H3PO4 maka nilai kadar FFA, massa jenis dan titik nyala cenderung semakin besar, tetapi nilai titik kabut dan titik tuangnya semakin kecil. Semakin besar konsentrasi CaCl2 maka nilai FFA, massa jenis, titik nyala dan titik kabut cenderung semakin besar, sementara nilai titik tuang semakin kecil. Sampel biodiesel dengan absorbent arang aktif serbuk kayu yang diaktivasi dengan H3PO4 15% dan CaCl2 12,5% merupakan sampel terbaik karena memenuhi standar SNI yang berlaku pada keseluruhan karakteristik yang dibahas. =================================================================================================== Biodiesel as alternative fuel can be made from waste cooking oil. Waste cooking oil has high free fatty acid (FFA) which can possibly affect the quality of biodiesel. To decrease the value of FFA degree, pretreatment process of waste cooking oil was undertaken. In this research, biodiesel made from waste cooking oil by transesterification process with methanol and KOH as catalyst. Pretreatment was done by giving absorbent of sawdust, sawdust charcoal and activated sawdust charcoal. Sawdust was activated by H3PO4 and CaCl2 as activator with various concentrations of 5%; 7.5%; 10%; 12.5% and 15%. Pretreatment process which used absorbent of activated sawdust charcoal with 10% CaCl2 as activator has been decreased FFA level of waste cooking oil until 54.1%. The results shows that FFA does not influence the biodiesel characteristics. The use of CaCl2 activator is more effective to increase the quality of waste cooking oil biodiesel than that of H3PO4. The flash point, the cloud point, and the pour point of biodiesel have fulfilled the SNI standard. However, the density and the viscosity of biodiesel do not fulfill the SNI standard. The higher H3PO4 concentration, the higher the value of FFA level, the density and the flash point, the lesser value of the cloud point and the pour point. The higher CaCl2 concentration, the higher the value of FFA, the density, the flash point and the cloud point, the lesser value of the pour point. The sample of biodiesel with absorbent of activated sawdust charcoal that is activated by H3PO4 15% and CaCl2 12.5% is the best sample whereas fulfilled SNI standards characteristics have discussed in this research

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSF 662.93 Ain p
Uncontrolled Keywords: Serbuk kayu, Biodiesel, Minyak jelantah, FFA, SNI, Pretreatment
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455 Carbon. Nanotubes.
T Technology > TP Chemical technology > TP343 Liquid and gaseous fuel
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Physics Engineering > 30201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Yeni Anita Gonti
Date Deposited: 21 Mar 2020 08:47
Last Modified: 23 Mar 2020 10:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75516

Actions (login required)

View Item View Item