Denyut Di Griya Esok Arsitektur Pemersatu Kehidupan Dan Kematian

Hapsari, Rr. Windya Putri (2016) Denyut Di Griya Esok Arsitektur Pemersatu Kehidupan Dan Kematian. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3212100104-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Keterbatasan lahan merupakan sebuah masalah yang banyak diperbincangkan dewasa ini. Penggunaan lahan sangatlah luas, mulai dari permukiman, peternakan, sawah, hingga pemakaman. Ketersediaan lahan untuk pemakaman semakin lama semakin menipis karena jumlah orang yang meninggal juga meninggkat setiap waktu dan pemakaman yang sudah ada akan tetap berada di tempatnya, sehingga lahan pemakaman lambat laun akan penuh. Untuk itu, arsitektur seharusnya dapat merespon bagaimana lahan yang digunakan untuk pemakaman dapat dihemat sehingga lahan yang lain dapat difungsikan untuk aktivitas lain. Tidak hanya itu, arsitektur juga harus dapat menghilangkan kesan mengerikan yang biasanya timbul di area pemakaman karena pemakaman adalah tempat dimana pengunjung datang untuk mengenang yang sudah mendahului, bukan sebuah tempat yang harus ditakuti. Sangat penting untuk dapat menyatukan area pemakaman dengan ruang publik dimana pengunjung dapat bebas beraktivitas di dalamnya dan menghilangkan kesan mengerikan yang ditimbulkan ====================================================================================================== The limitation of land is an issue that recently has been talked about so many times since the problem is still occuring. Land is used for so many things, like housing, farmer, ranch, and even cemetery. The availability of land for cemetery used is reducing as the time goes by. It is caused by the increasing number of the death with the nearly full cemetery available. For that matter, an architecture is suppose to respond by making an object that could save some space for the dead and also used for some other living activity so that the land will be used effectively. And not only that, architecture also need to dispels the sense of horror that usually felt in a cemetery or graveyard because cemetery is a place for the living souls to embrace the life of the deaths that had gone, instead of a creepy place filled with ghost. It is very important to combine the cemetery and public space in an area where people could have some activity with no fear inside

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 718 Hap d
Uncontrolled Keywords: keterbatasan lahan, pemakaman, ruang publik
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 24 Mar 2020 07:29
Last Modified: 24 Mar 2020 07:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75531

Actions (login required)

View Item View Item