Analisa Perubahan Massa Bumi Akibat Gempa Menggunakan Data Satelit Gaya Berat Grace

Maumayan, Dennis Daniel (2016) Analisa Perubahan Massa Bumi Akibat Gempa Menggunakan Data Satelit Gaya Berat Grace. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3514201014-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Gempa merupakan getaran atau guncangan yang muncul secara tiba-tiba ke permukaan bumi akibat perubahan posisi batuan dari dalam bumi. Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa karena dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Pada tanggal 17 Juli 2006 terjadi Gempa dengan magnitudo 7,7 Mw berlokasi di lepas pantai di sebelah selatan Jawa, dekat dengan palung pada zona subduksi Sunda. Zona subduksi Sunda merupakan hasil dari tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Akibat tumbukan kedua lempeng ini menimbulkan perubahan massa bumi dan menyebabkan terjadinya gempa. GRACE (Gravity Research And Climate Experiment) merupakan satelit gaya berat yang dapat mengukur dan memetakan variasi gaya berat bumi secara akurat. GRGS (Groupe de Recherche de Geodesie Spatiale) menyediakan data level-3 GRACE berupa data grid gaya berat bulanan yang berisi nilai variasi massa dengan resolusi 0,5° × 0,5°. GMT (General Mapping Tool) merupakan suatu perangkat lunak yang menyajikan banyak peralatan yang dapat digunakan untuk membuat peta. Dengan menggunakan GMT, data tersebut diplot dan menghasilkan peta model variasi massa pada saat sebelum dan sesudah gempa. Sebagai hasil, dari analisa menunjukan bahwa perubahan massa di titik episenter gempa mengalami kenaikan secara signifikan dari angka -1,988 cm pada saat sebelum gempa ke angka +6,197 cm pada saat sesudah gempa. =================================================================================================== Gempa merupakan getaran atau guncangan yang muncul secara tiba-tiba ke permukaan bumi akibat perubahan posisi batuan dari dalam bumi. Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa karena dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Pada tanggal 17 Juli 2006 terjadi Gempa dengan magnitudo 7,7 Mw berlokasi di lepas pantai di sebelah selatan Jawa, dekat dengan palung pada zona subduksi Sunda. Zona subduksi Sunda merupakan hasil dari tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Akibat tumbukan kedua lempeng ini menimbulkan perubahan massa bumi dan menyebabkan terjadinya gempa. GRACE (Gravity Research And Climate Experiment) merupakan satelit gaya berat yang dapat mengukur dan memetakan variasi gaya berat bumi secara akurat. GRGS (Groupe de Recherche de Geodesie Spatiale) menyediakan data level-3 GRACE berupa data grid gaya berat bulanan yang berisi nilai variasi massa dengan resolusi 0,5° × 0,5°. GMT (General Mapping Tool) merupakan suatu perangkat lunak yang menyajikan banyak peralatan yang dapat digunakan untuk membuat peta. Dengan menggunakan GMT, data tersebut diplot dan menghasilkan peta model variasi massa pada saat sebelum dan sesudah gempa. Sebagai hasil, dari analisa menunjukan bahwa perubahan massa di titik episenter gempa mengalami kenaikan secara signifikan dari angka -1,988 cm pada saat sebelum gempa ke angka +6,197 cm pada saat sesudah gempa.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTG 526.3 Mau a
Uncontrolled Keywords: Data level-3 GRACE, Gempa, GMT, Perubahan massa bumi.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 24 Mar 2020 08:03
Last Modified: 24 Mar 2020 08:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75540

Actions (login required)

View Item View Item