Analisis Resiko Pipa Bawah Laut Di Lapangan Gas Abadi Akibat Gempa Bumi

Findasari, Fadhila Rizky (2016) Analisis Resiko Pipa Bawah Laut Di Lapangan Gas Abadi Akibat Gempa Bumi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4312100129-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Energi dalam kebutuhan sehari-hari merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, khususnya minyak dan gas. Transportasi minyak dan gas saat ini umumnya menggunakan pipa bawah laut. Jalur pipa bawah laut merupakan salah satu infrastruktur transportasi jarak jauh untuk minyak dan gas yang paling efisien untuk pemindahan produksi minyak dan gas baik yang berasal dari eksplorasi di darat, daerah dekat pantai maupun dari laut dalam dengan metode yang efektif dan efisien. Kebutuhan gas yang semakin meningkat juga mengharuskan adanya pembangunan pipa bawah laut untuk transportasi. Dengan dibukanya lapangan gas Abadi sebagai salah satu sumber gas bagi Indonesia dibutuhkan pipa bawah laut sebagai sarana transportasi. Permasalahan yang timbul adalah, dengan topografi bawah laut yang cukup dalam dan pengaruh gempa yang kuat di daerah tersebut maka, diperlukan analisis resiko lebih lanjut. Dari hasil perhitungan untuk pipa yang berjarak sekitar 120 km dari lapangan gas Abadi menuju pulau Selaru dianalisis frekuensi kejadian gempa serta konsekuensinya terhadap pipa. Penelitian ini memperhitungkan pengaruh gempa dengan variasi besaran tertentu terhadap pipa yang mengakibatkan gagal atau buckling. Dari hasil perhitungan resiko selama 20 tahun didapatkan bahwa pada tanah pasir mengalami penurunan tanah yang lebih dalam dibandingkan tanah lempung dengan penurunan maksimum hingga 5,38 m dengan panjang free-span kritis sepanjang 1 meter sedangkan untuk tanah lempung panjang free-span kritis sepanjang 1 meter akibat penurunan tanah 3,5 m dengan nilai konsekuensi kegagalan lebih kecil ====================================================================================================== Energy in the daily use is thing that can’t be separated, especially oil and gas. These day, subsea pipelines are used for oil and gas transportation. Subsea pipeline is one of the long-distance infrastructure for oil and gas and the most efficient transportation for oil and gas production both from exploration on land, areas near the coast and on the deep sea with an effective and efficient method. Increasing gas needs also require the construction of subsea pipelines to transport it. Abadi gas field as a new source of gas for Indonesia which is needs some subsea pipelines as a transportation. The problem is, the sea bottom topography is quite deep and the influence of powerful earthquake in the area. From the calculation results for the pipe which is about 120 km from the Abadi gas field to the island of Selaru analyzed the frequency of earthquakes and their consequences for the pipeline. This study takes the effect of the earthquake with a certain magnitude variation of the pipes that lead to failure or buckling. From the calculation of risk for 20 years found that in the sandy soil decreased deeper than clay soil with a maximum settlement of up to 5.38 m and a length of the critical span ranged from 0 to 1 meter, while for the clay maximum settlement of up to 3.5 m in length critical span of 1 meter with consequence value below the sandy soil

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSKe 621.867 2 Fin a
Uncontrolled Keywords: Analisis Resiko, Pipa Bawah Laut, Lapangan Gas Abadi, Gempa Bumi, Soil Liquefaction
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 07 Apr 2020 01:37
Last Modified: 07 Apr 2020 01:37
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75689

Actions (login required)

View Item View Item