Evaluasi Termal Perubahan Tingkat Keadaan Air Pendingin Kondensor Pada Pembangkit Listrik Dengan Siklus Gabungan

Baskoro, Satriyo Yudi (2016) Evaluasi Termal Perubahan Tingkat Keadaan Air Pendingin Kondensor Pada Pembangkit Listrik Dengan Siklus Gabungan. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2114202007-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pembangkit listrik dengan siklus gabungan atau Combine Cycle Power Plants (CCPP) adalah jenis pembangkit daya listrik yang memiliki efisiensi kerja paling baik dibanding jenis pembangkit konvensional lain. Untuk mendapatkan efisiensi kerja CCPP dilakukan analisis energi dan exergi melalui pendekatan hukum termodinamika. Berdasarkan penelitian sebelumnya, evaluasi termal banyak dilakukan pada komponen kondensor. Hal ini disebabkan, kondensor merupakan tempat pelepasan kalor utama dari siklus (Qout). Total kalor yang diserap oleh siklus (Qtotal) yang merupakan selisih dari Qin dikurangi Qout. Maka penelitian ini melakukan evaluasi termal pada Qout melalui variasi tingkat keadaan air pendingin kondensor untuk mendapatkan total kalor yang diserap (Qtotal). Data desain penelitian ini diperoleh dari Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati, Pasuruan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Cycle Tempo Ver. 5.1, sebagai alat bantu pemodelan analisis termodinamika dan optimasi sistem konversi energi. Proses analisis pada penelitian ini menggunakan data desain heat and mass balance PLTGU sebagai Base Condition. Penelitian ini melakukan variasi tingkat keadaan berdasarkan standar uji kondensor (ASME PTC 12.1). Inlet temperature dari air pendingin kondensor divariasikan pada 28.6, 29.3, 30, 30.7, dan 31.4 (ᵒC). Sedangkan untuk mass flow rate dari air pendingin kondensor divariasikan pada 12797.22, 12157.36, dan 13437.08 (kg/s). Dalam penelitian ini juga melakukan analisis pengaruh kondisi lingkungan terhadap performa dari PLTGU dengan memberikan variasi pada tingkat kondisi lingkungan. Untuk Ambient Temperature divariasikan pada 17, 25, dan 32 (°C). Sedangkan Relative Humidity divariasikan pada 65, 73, dan 80(%). Tingkat keadaan air pendingin kondensor pada Inlet temperature 28.6 °C dan mass flow rate 13437,08 kg/s, memiliki nilai efisiensi energy sebesar 55,31% , nilai energy 566,69 MW, dan nilai efisiensi exergy 62.25 %. Nilai ΔT air pendingin kondensor pada 8,4 memiliki nilai efisiensi kondensor sebesar 60% dan loss factor sebesar 1,0639. Komponen Combustor memiliki nilai tertinggi dalam exergy loss sebesar 589.15 MW dan presentase exergy loss sebesar 76,27%, sedangkan nilai terendah exergy loss dimiliki komponen deaerator yaitu sebesar 86,31 MW dan presentase exergy loss sebesar 0,01%. ================================================================================================================== Combine Cycle Power Plants (CCPP) is a type of electric power plants that have most excellent work and efficiency compared to other types of conventional plants. To get the work and efficiency of CCPP, its need to performe energy and exergy analysis through the laws of thermodynamics approach. Based on previous research, many thermal evaluation conducted on condenser. This is because condenser is the place where main heat release from the cycle (Qout). Total heat absorbed by cycles (Qtotal) which represents the difference of Qin and Qout. So this study to evaluate the thermal Qout through variation state level of condenser cooling water to obtain total heat absorbed (Qtotal). This research design data obtained from Gas and Steam Power Plant at Grati, Pasuruan. This study use software Cycle Tempo Ver. 5.1 as the modeling tools for thermodynamic analysis and optimization of energy conversion systems. The process of analysis in this study using the design data of heat and mass balance PLTGU as the Base Condition. This research based on the state level variation condenser test standards (ASME PTC 12.1). Inlet temperature of the cooling water condenser varied at 28.6, 29.3, 30, 30.7, and 31.4 (ᵒC) and mass flow rate of the condenser cooling water varied at 12797.22, 12157.36 and 13437.08 (kg /s) respectively. In this study is also to analyze the influence of environmental conditions on the performance of the power plant by providing variation in the state level of environmental conditions. Ambient Temperature varied at 17, 25 and 32 (°C) and Relative Humidity varied at 65, 73, and 80 (%) respectively. Variation state level condenser cooling water at 28,6 ° C for Inlet temperature and 13437,08 kg / s for mass flow rate, has a value energy efficiency at 55.31%, energy value or power output at 566.69 MW, and exergy efficiency at 62,25%. Value ΔT condenser cooling water at 8.4, in the condenser efficiency has a value at 60% and a loss factor at 1,0639. Combustor components have the highest value in exergy loss at 589,15 MW and exergy loss percentage at 76,27%, while the lowest value exergy loss owned deaerator component that is equal to 86,31 MW and exergy loss percentage of 0,01%.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTM 621.402 2 Bas e
Uncontrolled Keywords: CCPP, Cycle tempo, Kondensor, Exergy loss
Subjects: Q Science > QC Physics > QC320 Heat transfer
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ263 Heat exchangers
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21101-(S2) Master Thesis
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 15 May 2020 04:09
Last Modified: 15 May 2020 04:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/75997

Actions (login required)

View Item View Item