Analisa Kegagalan Baut Rocker ARM Pada OK MILL FLSmidth 42-4 Di Pabrik Tuban 1 PT. Semen Indoneisa (Persero) Tbk

Maulidi, Chalid (2016) Analisa Kegagalan Baut Rocker ARM Pada OK MILL FLSmidth 42-4 Di Pabrik Tuban 1 PT. Semen Indoneisa (Persero) Tbk. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2110100706-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

OK Mill FLSmidth 42-4 adalah mesin penggiling material semen berupa clinker, gypsum dan trass. Penggilingan semen pada mesin OK Mill FLSmidth 42-4 terjadi dengan cara material semen digiling dengan roller di atas meja. Mesin memiliki 4 roller yang berada di sisi meja untuk menggiling material. Roller terpasang pada rocker arm. Rocker arm terpasang pada Mill stand melalui poros. Pada ujung poros dipasang baut pengikat untuk menjaga agar poros tidak bergerak ke kanan dan ke kiri. Baut pengikat ini mengalami kerusakan berupa patah sehingga posisi roller mill dapat berubah-ubah. Penelitian ini dapat memberi penyelesaian yang tepat terhadap kerusakan baut ini. Dalam penelitian tugas akhir dilakukan analisa penyebab kerusakan dengan metode RCFA (Root Cause Failure Analysis) untuk mencari penyebab terjadinya kerusakan. Dilakukan pengujian komposisi kimia dan pengujian kekerasan untuk memastikan spesifikai material. Komposisi kimia memastikan kelas dari material sedangkan kekerasan memastikan kemampuan material menahan aus. Perhitungan dilakukan terhadap gaya yang bekerja pada material baut untuk mengetahui kuat atau tidaknya material dalam menahan beban. Pengamatan juga dilakukan pada penampang patah untuk membantu dalam mengidentifikasi jenis patahan..Berdasarkan hasil analisa dan data-data yang diperoleh. Kegagalan terjadi karena baut dipasang menyalahi prosedur FLSmidth yang berakibat kepada meningkatnya beban kompresi yang diterima baut. Beban kompresi yang diterima belum melewati yield point . tetapi beban kompresi ini menghasilkan torsi yang tinggi yang menyebabkan terjadinya fatigue torsi. Nilai kekerasan dari material ISO 5.6 adalah sebesar 79-95 HRB. Baut yang patah hanya memiliki kekerasan sebesar 77,4 HRB, lebih sedikit daripada standar material ISO 5.6 yaitu 79 – 95 HRB. Rekomendasi yang diberikan adalah dengan pemberian thrust bearing pada ujung baut ================================================================================================================== 42-4 FLSmidth OK Mill is grinding machine for cement material such as clinker, gypsum and trass. The grinding on OK MILLFLSmidth occurs by cement material was milled with a roller on the table. The machine has four roller that is on the table for grinding material. Roller mounted on a rocker arm. Mill rocker arm mounted on the mill stand through the shaft. bolt fastener mounted At the end of the shaft to keep the shaft from moving to the right and to the left. This bolt damaged so that the position of the roller mill can sway. This research will give a proper solution for these bolts failure. In this research it analyze the causes of damage with the RCFA method (Root Cause Failure Analysis) to find the cause of the damage. The chemical composition testing and hardness testing is conducted to assure the material specification. The chemical composition test is conducted to assure the property class of material while the hardness test is conducted to test the ability of material to resist wear. and calculation of the forces acting on the bolt is necessary to determine the result that either its able to withstand the load or not. Observations were also performed on a broken cross-section to assist in identifying the the failure category.Based on the analysis and the data obtained. The failure occurred because of the procedure on mounting bolts violated the origial FLSmidth procedures that result in the increase of the compression load received by bolts. The load did not pass over the yield point, but the compression load generate a high torque which cause the occurance of fatigue failure. The broken bolt only has the the hardness amounted to 77.4 HRB, a little under the regulation of material ISO 5.6 which is 79 – 95 HRB. the solution provided is the placement of thrust bearing on the end of the bolt

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 620.112 Mau a
Uncontrolled Keywords: Kegagalan baut; OK MILL; fatique
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA169.5 Failure analysis
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 02 Jul 2020 04:08
Last Modified: 02 Jul 2020 04:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/76282

Actions (login required)

View Item View Item