Evaluasi Teknis Penentuan Batas Pengelolaan Laut Terhadap Provinsi Kepulauan Menurut Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 (Studi Kasus: Provinsi Maluku Utara)

Prasetyo, Haris Hakim (2020) Evaluasi Teknis Penentuan Batas Pengelolaan Laut Terhadap Provinsi Kepulauan Menurut Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 (Studi Kasus: Provinsi Maluku Utara). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

This is the latest version of this item.

[img] Text
03311640000036-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Provinsi Maluku Utara secara geografis memiliki pulau-pulau yang saling berdekatan dengan berbagai ukuran tipe, dengan mengesampingkan faktor sosial budaya Provinsi Maluku Utara dapat dikatakan sebagai provinsi yang berciri kepulauan. Provinsi Maluku Utara dan provinsi disekitarnya memiliki jarak kurang dari 24 mil laut. Ini berarti bahwa masing-masing provinsi tidak dapat mengklaim 12 mil laut tanpa menggangu klaim provinsi lainnya. Dalam penelitian ada dua baseline yang digunakan, yaitu normal baseline menurut Permendagri No.141/2017 dan archipelagic baseline berdasarkan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Percepatan Pembangunan Daerah Kepulauan. Perbedaan kedua baseline ini akan menentukan wilayah pengelolaan laut. Luas wilayah pengelolaan laut Provinsi Maluku Utara dengan menggunakan normal baseline sebesar 88.743,06 km2, sedangkan dengan menggunakan archipelagic baseline berdasarkan RUU sebesar 152.958,92 km2. Pada Permendagri No.141/2017 penggunaan normal baseline belum efektif untuk mengukur provinsi yang memiliki gugusan pulau-pulau melingkar dalam jarak lebih dari 24 mil laut. Selain itu belum dijelaskan pada Permendagri No. 141 Tahun 2017, tentang teknis dan kriteria daerah provinsi yang berciri kepulauan. Sedangkan apabila RUU ini diterapkan maka akan ada perubahan pada teknis penentuan baseline, yang berakibat pada adanya pengurangan wilayah laut pada provinsi sekitarnya, luas wilayah menjadi variabel dalam celah fiskal pada perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU). Provinsi Maluku Utara memiliki besar DAU yang ditinjau dari indeks luas wilayah laut menggunakan normal baseline sebesar Rp. 217.030.819, sedangkan DAU yang ditinjau dari indeks luas wilayah laut menggunakan archipelagic baseline sebesar Rp. 304.869.000. Apabila RUU ini diterapkan, Provinsi Maluku Utara medapatkan kenaikan anggaran sebesar 40,47% terhadap Dana Alokasi Umum yang menggunakan normal baseline. ======================================================================================================== North Maluku Province geographically has islands adjacent to each other by various types of sizes, with the exclusion of socio-cultural factors, province of North Maluku can be said to the islands province. North Maluku Province and the surrounding provinces have a distance of less than 24 nautical miles. It means that each province cannot claim 12 nautical miles without disrupting the claims of other provinces. In this study, there are two baselines used, namely normal baseline according to Permendagri No.141 / 2017 and archipelagic baseline according to Rancangan Undang Undang (RUU). The difference between these two baselines will determine the area of marine management. The area of marine management in North Maluku Province using the normal baseline is 88,743.06 km2 while using the archipelagic baseline based on RUU is 152,958.92 km2. In Permendagri No.141 / 2017 the use of normal baselines has not been effective in measuring baseline that has a group of circular islands in a distance of more than 24 nautical miles. Also, it has not been explained in Permendagri 141 / 2017 regarding the technical and criteria of the Archipelagic Province. Meanwhile, if this RUU is implemented, there will be changes to the technical determination of the baseline, which results in a reduction of the area in the surrounding Province. North Maluku Province has a large general allocation fund as seen from the sea area index using a normal baseline of Rp. 217,030,819, while the General Allocation Fund as seen from the index of sea area using the archipelagic baseline of Rp. 304,869,000. On the assumption that the RUU is implemented, North Maluku Province will get a budget increase of 40.47% against the general allocation fund using the normal baseline.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: North Maluku, Marine Management Area, Normal baseline, Archipelagic Baseline, General Allocation Fund, Maluku Utara, Wilayah Pengelolaan Laut, Normal Baseline, Archipelagic Baseline, Dana Alokasi Umum.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Haris Hakim Prasetyo
Date Deposited: 12 Aug 2020 03:18
Last Modified: 12 Aug 2020 03:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/77723

Available Versions of this Item

  • Evaluasi Teknis Penentuan Batas Pengelolaan Laut Terhadap Provinsi Kepulauan Menurut Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 (Studi Kasus: Provinsi Maluku Utara). (deposited 12 Aug 2020 03:18) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item