Monitoring Aktivitas Sesar Kendeng Berdasarkan Pengamatan GPS Tahun 2017-2020 (Studi Kasus: Kota Surabaya)

Riastama, Cindy Nandya (2020) Monitoring Aktivitas Sesar Kendeng Berdasarkan Pengamatan GPS Tahun 2017-2020 (Studi Kasus: Kota Surabaya). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03311640000017-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Lempeng di bumi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu lempeng samudera dan lempeng benua. Lempeng ini selalu bergerak sehingga zona batas antar lempeng dan sistem patahan terbentuk dan memengaruhi sekitar wilayah batas pertemuan. Salah satu wilayah yang terdampak akan pergerakan tersebut adalah Indonesia. Hal ini karena letak Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng utama bumi dan mengakibatkan aktivitas vulkanik dan tektonik yang tinggi di sekitarnya. Aktivitas ini dapat membentuk suatu sistem sesar. Terdapat satu sistem sesar yang perlu menjadi perhatian khusus karena patahan ini diteliti aktif dan bergerak terus menerus, yaitu Sesar Kendeng di Jawa Timur. Sesar Kendeng membentang dari selatan Semarang ke Jawa Timur. Sesar Kendeng diidentifikasi di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki populasi hingga 3 juta jiwa. Sebagai kota metropolitan, Surabaya telah menjadi pusat berbagai kegiatan dengan fasilitas yang dibangun dengan baik. Dengan demikian, aktivitas tektonik yang dimungkinkan terjadi karena pengaruh Sesar Kendeng akan menjadi ancaman di daerah ini. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat risiko yang terjadi maka perlu dilakukan pemantauan pada aktivitas Sesar Kendeng tersebut. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pemanfaatan GPS untuk melakukan pengukuran secara geodetik di 25 titik pada segmen sesar. Hasil pengukuran ini kemudian dilakukan pengolahan secara ilmiah dengan software GAMIT/GLOBK. Dari hasil pengolahan, didapatkan nilai kecepatan pergeseran horizontal berkisar antara 2,67 mm/tahun – 124 mm/tahun. Pergeseran vertikal menunjukkan terdapat 10 titik yang mengalami uplift. Titik yang mengalami uplift berada di wilayah bagian barat dan bagian timur Kota Surabaya. Selanjutnya, 8 titik mengalami subsidence yang berada di wilayah utara dan selatan dari Kota Surabaya. Dari 18 vektor kecepatan horizontal digunakan untuk menghitung nilai regangan dengan metode delaunay triangle. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa wilayah pada zona Sesar Kendeng didominasi oleh peristiwa regangan kompresional. Nilai regangan yang didapatkan melebihi -0,5 μstrain. Dengan demikian, Sesar Kendeng termasuk dalam sesar aktif dengan pergerakan sesar naik. ========================================================= The plates on earth are divided into two forms, namely oceanic plates and continental plates. These plates are always move that boundary zone between plates and fault systems are formed and affect the surrounding area of the boundary. Indonesia becomes one of the most affected area since it surrounded by 3 major plates of the earth and resulted high volcanic and tectonic activities arround it. These activities can make faults systems formed. There is one faults systems that needs special attention because of it’s active and continuous movements named Kendeng Faults in East Java. Kendeng Faults stretches from soutern Semarang to East Java. Kendeng Faults is identified in Surabaya, the second largest city in Indonesia which has population up to 3 million people. As a metropolitan city, Surabaya has become a center various activities with well-built facilities. Thus, Surabaya has a higher risk of being affected by tectonic activities that might be happened in time. Therefore as an effort to reduce the risk that might be occurs, it is necessary to monitor Kendeng Faults’ activity. In this study, geodetic measurement at 25 stations around the fault section is used to be processed by scientific software named GAMIT/GLOBK to obtain displacement velocities value in each station. The results show that the values of horizontal displacements ranged from 2.67 mm/year up to 124 mm/year. The vertical displacements show that uplift occurs at 10 stations located in the western and eastern of Surabaya. Furthermore, subsidence occur at 8 stations located in the northern and southern part of Surabaya. From 18 vectors of horizontal velocity that are used to calculate the strain values using the delaunay triangle method. The calculation results show that the area in the Kendeng Fault zone is dominated by compressional strain. The strain value obtained exceeds -0.5 μstrain, which is reached -14.92 μstrain. From the results, Kendeng Fault is included in the active fault with an upward movement of the fault.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pergeseran, Regangan, Sesar Kendeng, Surabaya ==================================================== Displacement, Kendeng Faults, Strain, Surabaya
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA590 Topographical surveying
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD194.6 Environmental impact analysis
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD890 Global Environmental Monitoring System
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: CINDY NANDYA RIASTAMA
Date Deposited: 13 Aug 2020 05:52
Last Modified: 13 Aug 2020 05:52
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/77963

Actions (login required)

View Item View Item