Penentuan Titik Optimum Komposisi Kalori Bahan Bakar dalam Menghasilkan Energi Listrik di PLTU Batubara

Dian, Jonathan (2020) Penentuan Titik Optimum Komposisi Kalori Bahan Bakar dalam Menghasilkan Energi Listrik di PLTU Batubara. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
09211850015029-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan untuk proyek penyediaan listrik 35.000 MW di Indonesia. PLTU batubara harus menyesuaikan dengan strategi operasinya dengan ketersediaan batubara low-rank yang melimpah. Penggunaan batubara yang mempunyai spesifikasi yang berbeda-beda akan mempengaruhi parameter kinerja pembangkit seperti net plant heat rate (NPHR). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kalor bahan bakar optimum yang dapat digunakan dalam pembakaran dalam boiler, mengetahui trend nilai NPHR dan biaya produksi listrik yang dibutuhkan dari setiap pemakaian batubara dengan nilai kalori yang berbeda yang akan difungsikan terhadap harga batubara. Tahap awal, data sekunder dilakukan analisis statistika deskriptif. Selanjutnya, data dibentuk ke dalam model regresi agar diperoleh model yang lebih baik dan melakukan estimasi parameter terhadap populasi data. Model regresi yang didapat kemudian dilakukan uji kelayakan model dan analisis residual. Agar dapat dijadikan ke dalam grafik yang sama dilakukan pengubahan nilai dari setiap variabel bebas dalam z-score untuk mendapatkan range plotting grafik regresi yang akan dibentuk. Terakhir, didapatkan interpretasi model dan didapatkan kesimpulannya untuk kemudian diketahui titik optimum komposisi kalori bahan bakar dalam menghasilkan energi listrik. Studi ini mendapatkan kesimpulan bahwa untuk mencapai optimasi pembangkitan listrik dapat menggunakan bahan bakar dengan nilai kalori sebesar 4.450 kCal/kg. Nilai NPHR optimum yang dicapai dengan pemakaian batubara dengan nilai kalori yang berbeda adalah sebesar 2.683,6 kCal/kWh. Nilai BPP (komponen C) yang dicapai dalam menghasilkan listrik dengan pemakaian batubara berbeda nilai kalori adalah sebesar Rp 436,5/kWh. Sehingga, titik optimum pengoperasian PLTU dalam menghasilkan listrik dapat dicapai dengan menggunakan nilai kalori batubara sebesar 4.450 kCal/kg, NPHR sebesar 2.683,6 kCal/kWh, dan BPP (komponen C) sebesar Rp 436,5/kWh ketika menggunakan batubara dengan harga sebesar Rp 732,152/kg dan DMN sebesar 279 MW. ========================================================= Coal-fired power plant (CFPP) is a type of power plant that is widely used for 35,000 MW electricity supply projects in Indonesia. CFPP must adjust to its operating strategies with the availability of abundant low-rank coal. The use of coal which has different specifications will affect plant performance parameters such as net plant heat rate (NPHR). This study aims to determine the optimum heating value of fuels that can be used in combustion in boilers, to determine the trend of NPHR and the cost of electricity production required for each use of coal with different calorific values ​​that will function on coal prices. In the initial stage, the secondary data are analyzed by descriptive statistics. Next, data are formed into a regression model in order to obtain a better model and estimate the parameters of the data population. The regression models obtained were then carried out the model feasibility test and residuals analysis. In order to make it into the same graph, the values of each independent variables are changed in the z-score to get the range plotting regression graph to be formed. Finally, the interpretation of the models are obtained and the conclusions are obtained to find out the optimum point of calorie composition of fuel in producing electrical energy. This study concludes that to achieve optimization of electricity generation can use fuel with a calorific value of 4,450 kCal/kg. The optimum NPHR value achieved by using coal with different calorific values ​​is 2,683.6 kCal/kWh. The value of BPP (component C) achieved in generating electricity with the use of coal with different calorific values ​​is Rp 436.5 / kWh. Thus, the optimum operating point of PLTU in generating electricity can be achieved by using coal calorific values ​​of 4,450 kCal/kg, NPHR of 2,683.6 kCal/kWh, and BPP (component C) of Rp 436.5/kWh when using coal at a price of Rp 732.152/kg and DMN of 279 MW.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: titik optimum, nilai kalori, net plant heat rate, biaya produksi listrik, z-score, optimum point, calorific value, net plant heat rate, electricity production costs, z-score
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics > HA31.35 Analysis of variance
H Social Sciences > HA Statistics > HA31.3 Regression. Correlation
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: 61101-Magister Management Technology
Depositing User: Jonathan Dian
Date Deposited: 14 Aug 2020 03:09
Last Modified: 14 Aug 2020 03:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/78096

Actions (login required)

View Item View Item