Prediksi Debit Limpasan Air Permukaan Pada Daerah Rawan Banjir Di Kabupaten Jombang Berdasarkan Pemodelan Penggunaan Lahan

Ramadhan, Ikhfadhulhikmy Kurnia Bintang (2020) Prediksi Debit Limpasan Air Permukaan Pada Daerah Rawan Banjir Di Kabupaten Jombang Berdasarkan Pemodelan Penggunaan Lahan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
08211640000019-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (25MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan penetapan kebijakan khusus bagi suatu wilayah memiliki dampak langsung terhadap laju pembangunan. Dampak dari meningkatnya laju pembangunan adalah alih fungsi lahan, tidak terkecuali alih fungsi lahan pada kawasan resapan air sehingga mengakibatkan meningkatnya debit limpasan air yang berpotensi menjadi banjir. Terlebih peningkatan laju pembangunan tersebut terjadi pada daerah rawan banjir. Hal tersebut terjadi di Kabupaten Jombang, khususnya pada Kecamatan Mojoagung, Mojowarno, Sumobito, Bareng, dan Wonosalam. Selama 11 tahun (2006-2017) 5 kecamatan tersebut mengalami alih fungsi lahan dari non terbangun menjadi terbangun seluas 2009,26 Ha, selain itu wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir dan berdasarkan rencana tata ruang ditetapkan menjadi kawasan strategis ekonomi dengan fungsi perkotaan, perdagangan, dan industri. Berdasarkan pada kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi debit limpasan air permukaan berdasarkan pemodelan penggunaan lahan sebagai respon penetapan kebijakan yang ada. Tujuan penelitian dicapai dengan mengidentifikasi pola perkembangan penggunaan lahan, lalu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan, selanjutnya melakukan pemodelan spasial penggunaan lahan sampai tahun 2039 dengan menggunakan metode celluler automata, dan terakhir menganalisis peningkatan debit limpasan air permukaan berdasarkan pemodelan penggunaan lahan dengan menggunakan metode rasional. Hasil dari penelitian ini wilayah penelitian terbagi menjadi 63 sub Das dan menghasilkan 2 skenario pemodelan penggunaan lahan yakni berdasarkan trend pertumbuhan lahan (SK1) dan analisis kebutuhan lahan (SK2). Berdasarkan SK1 menunjukkan 71,43% dari 63 sub das mengalami kenaikan koefisien limpasan dan debit limpasan dengan rata-rata kenaikan 0,61-0,63 m3/detik, dengan rincian terdapat 4129,15 Ha lahan yang diprediksi akan berubah menjadi kawasan terbangun pada tahun 2039 dengan potensi mengakibatkan kenaikan debit sangat tinggi. Sementara SK2 menunjukkan 68,25% dari 63 sub das mengalami kenaikan koefisien limpasan dan debit limpasan dengan rata-rata kenaikan 0,38-0,4 m3/detik, dengan rincian terdapat 2999,81 Ha lahan yang diprediksi akan berubah menjadi kawasan terbangun pada tahun 2039 dengan potensi mengakibatkan kenaikan debit sangat tinggi. ======================================================================================================================== Population growth and the establishment of specific policies for an area have a direct impact on the rate of development. The impact of the increased rate of development is the existence of land-use changes, including land-use changes in water absorption areas, resulting in increased water runoff which has the potential cause of flooding. Moreover, the increase in development occurred in flood-prone areas. That happened in Jombang Regency, specifically in the Districts of Mojoagung, Mojowarno, Sumobito, Bareng, and Wonosalam. Over the past 11 years (2006-2017) these five district are experiencing a land use change from non built are into built area of 2009,26 Ha, moreover the area was a flooded area and based on a spatial plan it was determined to be an economic strategic area with urban, trade, and industry. Based on these conditions, this study aims to predict water runoff based on land-use modeling in response to the existing policy decisions. The research objective is achieved by identifying patterns of land use development, later identifying determinants that affect changes in land use, then spatial modeling of land use until 2039 using celullar automata method, and finally analyzing the increase in water runoff diebit based on land-use modeling with rasional method Resulting in the study area is divided into 63 sub-bases and produces 2 land-use modeling scenarios based on land growth trends (SK1) and land needs analysis (SK2). Based on SK1 shows 71.43% of 63 sub-bases increased the runoff coefficient and runoff debit with an average increase of 0.61-0.63 m3 / second, with this details, there are 4129.15 hectares of land which predicts to turn into a built area in 2039 with the potential cause of a very high increase in debit. While SK2 shows 68.25% of the 63 sub-bases increasing the runoff coefficient and runoff debit with an average increase of 0.38 to 0.4 m3 / sec, in detail 2999.81 Ha of land which predicts to turn into a built area in 2039 with the potential result in very high debit increases.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Limpasan Air Permukaan, Celluler Automata, Metode Rasional, surface runoff water, Celluler Automata, Rasional Method
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography > GA139 Digital Elevation Model (computer program)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Planning. Business planning. Strategic planning.
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
S Agriculture > S Agriculture (General) > S600.7.R35 Rain and rainfall
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ikhfadhulhikmy Kurnia Bintang Ramadhan
Date Deposited: 16 Aug 2020 01:11
Last Modified: 16 Aug 2020 01:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/78334

Actions (login required)

View Item View Item