Strategi Penembangan Boezem Menuju Kota Ramah Air Di Kota Surabaya

Sahlan, Anisa Ramadhani (2020) Strategi Penembangan Boezem Menuju Kota Ramah Air Di Kota Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03211850010002-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Perkembangan suatu kota menyebabkan kurangnya daerah resapan air yang memicu terjadinya banjir. Kota Surabaya diidentifikasi sebagai kota rawan banjir, namun kota ini memiliki boezem sebagai pengendali banjir dan penampungan air hujan. Saat ini boezem hanya digunakan sebagai tampungan air yang tidak termanfaatkan. Sebuah kota ideal di masa datang harus mampu mengelola sumber daya airnya agar menjadi kota yang produktif, nyaman ditinggali, dan memiliki daya lenting terhadap bencana banjir. Untuk itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji potensi air boezem yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air, mengidentifikasi peran masyarakat terhadap pemeliharaan boezem dan menentukan strategi pengelolaan boezem menuju kota ramah air. Terdapat 36 boezem yang dikelola oleh Dinas Bina Marga dan Pematusan, boezem yang dijadikan wilayah penelitian ialah boezem dengan kapasitas volume tampungan di atas 50.000 m3 dan tidak berbatasan langsung dengan laut. Boezem yang sesuai dengan kriteria ini ialah Boezem Kedurus, Boezem Bratang, dan Boezem Slamet. Dalam penelitian ini dibutuhkan data curah hujan, klimatologi, dan tata guna lahan untuk melihat ketersediaan air, kualitas air, serta kondisi boezem dari hasil wawancara kepada pengelola dan masayarakat. Kemudian data yang ada diolah dengan metode Mock untuk mengetahui evapotranspirasi serta volume air tersedia, analisis hasil wawancara dan selanjutnya dilakukan analisa SWOT untuk menentukan strategi pengembangan pengelolaan boezem. Boezem memiliki kualitas air kelas 4 yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, pemadam kebakaran, dan pertamanan. Di Boezem Kedurus, Boezem Bratang, dan Boezem Slamet memiliki debit andalan tertinggi adalah sebesar 8,235 m3/detik; 0,434 m3/detik; 0,024 m3/detik. Boezem yang mampu mencukupi kebutuhan air di sepanjang tahun ialah Boezem Kedurus. Dalam pemeliharaan boezem, masyarakat bersedia memberikan bantuan pemeliharaan dalam bentuk jasa ataupun materi. Strategi awal yang dapat dilakukan untuk menuju kota ramah air adalah melakukan penjadwalan pemeliharaan alat serta bangunan pelengkap boezem dan mendokumentasikan seluruh kegiatan terkait pengelolaan boezem. Kata kunci : Air alternatif, Boezem, Kota ramah air, Kota Surabaya ================================================================================================= The development of a city causes a lack of water catchment areas which triggers flooding. The city of Surabaya was identified as a city prone to flooding, but the city has boezem as a flood controller and rainwater reservoir. At present boezem is only used as a water reservoir that is not utilized. An ideal city in the future must be able to manage its water resources so that it becomes a productive city, comfortable to live in, and has the resilience to flooding disasters. For this reason, a study was conducted aimed at assessing the potential of boezem water that can be used as a water source, identifying the role of the community in maintaining boezem, and determining the boezem management strategy towards a water sensitive city. There are 36 boezems that are managed by the Department of Public Works Highways and Drainage Surabaya, but the boezem used as the research area is a boezem with a storage capacity of more than 50,000 m3 and does not directly border the sea. Boezem that fits these criteria is Boezem Kedurus, Boezem Bratang, and Boezem Slamet. In this research, rainfall, climatology, and land use data are needed to see the availability of water, water quality, and boezem conditions from interviews with managers and the community. Then the data is processed using the Mock method to find out evapotranspiration and the volume of water available, analysis of the results of interviews, and then carried out a SWOT analysis to determine the development strategy of boezem management. Boezem water quality is in class 4 which are utilized to supply irrigation water, fire fighting, and gardening needs. The highest available discharge in Boezem Kedurus, Boezem Bratang and Boezem Slamet is 8,235 m3/sec; 0.434 m3/sec; 0.024 m3/sec. Boezem Kedurus can meet the planned total water needs throughout the year. In boezem maintenance, the community is willing to get involved by wanting to treat domestic wastewater and provide maintenance assistance in the form of services or materials. To develop boezem management, the initial strategies that need to be taken to get to a water sensitive city include scheduling equipment maintenance and boezem complementary buildings and documenting all activities related to boezem management. Keywords: Alternative Water, Boezem, Water Sensitive City, Surabaya City

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Air alternatif, Boezem, Kota ramah air, Kota Surabaya Alternative Water, Boezem, Water Sensitive City, Surabaya City
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD194.6 Environmental impact analysis
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD233 Water consumption
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD395 Reservoirs (water supply)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD418 Water harvesting
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD481 Water distribution systems
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25101-(S2) Master Thesis
Depositing User: ANISA RAMADHANI SAHLAN
Date Deposited: 18 Aug 2020 07:00
Last Modified: 18 Aug 2020 07:00
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/78674

Actions (login required)

View Item View Item