Kajian Kualitas Dan Status Mutu Air Sungai Kalimas (Segmen Ngagel - Jembatan Yos Sudarso) Dengan Metode STORET

Wardani, Novia Puspita (2020) Kajian Kualitas Dan Status Mutu Air Sungai Kalimas (Segmen Ngagel - Jembatan Yos Sudarso) Dengan Metode STORET. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03211640000121-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Sungai Kalimas dengan panjang 12 km mengalir di tengah Kota Surabaya dari pintu air Ngagel hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Perak melewati kawasan permukiman padat penduduk sehingga berpotensi tercemar. Pencemaran yang terjadi di Sungai Kalimas berasal dari limbah domestik dari kegiatan penduduk di sekitar sungai yang secara langsung membuang limbahnya ke sungai. Hal tersebut dapat menjadi faktor penyebab air Sungai Kalimas tidak memenuhi baku mutu peruntukan badan air kelas II dengan kadar DO pada tahun 2019 mencapai 2,5 mg/L sehingga tidak sesuai sebagai tempat wisata air, peternakan, pertanian atau pembudidayaan ikan air tawar. Agar kualitas air sungai terkendali, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menetapkan status mutu air sungai tersebut. Dalam penelitian ini akan dilakukan kajian penentuan status mutu air Sungai Kalimas menggunakan metode STORET. Metode STORET yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Cara menentukan status mutu air dengan metode STORET yaitu membandingkan data kualitas air sungai dengan baku mutu air sesuai peruntukannya menggunakan sistem nilai US-EPA yang mengklasifikasikan mutu air dalam empat kelas. Parameter pencemar yang digunakan sebagai acuan pada penelitian ini yaitu DO, BOD, COD, TSS, total coliform, dan fecal coliform. Data parameter kualitas air dianalisis menggunakan metode STORET dan hasilnya digunakan untuk menentukan status mutu air sungai. Status mutu air sungai digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana pengendalian pencemaran air Sungai Kalimas dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process).bnbnbnbnbn Analisis status mutu air Sungai Kalimas tahun 2019 menunjukkan status mutu air Sungai Kalimas adalah tercemar berat pada setiap titik peninjauan dengan nilai STORET pada titik 1 sampai dengan titik 3 berturut-turut sebesar -45, -48, dan -48. Analisis terhadap data kualitas air tahun 2015-2019 menunjukkan status mutu air Sungai Kalimas adalah tercemar berat dengan nilai STORET pada titik 1 dan titik 2 berturut-turut sebesar -40 dan -41. Hasil analisis AHP merekomendasikan metode pengendalian pencemaran air Sungai Kalimas adalah pembangunan fasilitas pengolahan air limbah domestik di sepanjang sungai. ======================================================== Kalimas River with 12 km length flows in the middle of Surabaya City from Ngagel’s floodgate untill Tanjung Perak Port area passes through densely populated region, so it is potentially polluted. The pollution of Kalimas River comes from domestic waste from the activities of residents around the river that directly disposed its waste into the river. This can be the factor that caused Kalimas River water quality does not fulfil the quality standard of class II water and the concentration of DO in 2019 reach 2,5 mg/L so that is not suitable as water recration site, animal husbandry, agriculture or fish cultivation. To control the water quality of river, one thing that can be done is to determine the water quality status of a river. In this research, a study will be conducted to determine the water quality status of Kalimas River using STORET method. STORET method that used in this study refers to Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 concerning Guidlines for Determination of Water Quality Status. The principle to determine water quality status by STORET method is comparing the water quality of river and standard quality of water according to their purposes using US-EPA value system that classifying water quality in four classes. Pollutant parameters used as references in this study are DO, BOD, COD, TSS, total coliform, and fecal coliform. Water quality data based on parameters are analyzed using STORET method and the results are used to determine the water quality status of river. Water quality status of river is used as a reference to arrange the Kalimas River water pollution control plan using AHP (Analytical Hierarchy Process) method. The water quality status analysis of Kalimas River in 2019 shows that the water quality status of Kalimas River is heavily polluted at each observation point with STORET values at point 1 to point 3 is -45, -48, and -48. Water quality status anaylisis in 2015-2019 shows the water quality status of Kalimas River is heavily polluted at each observation point with STORET value at point 1 and point 2 are -40 and -41. The results of AHP analysis to control water pollution of Kalimas River is the construction of domestic wastewater treatment facilities along the river.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: AHP (Analytical Hierarchy Process), kualitas air, Sungai Kalimas, status mutu air, STORET. AHP (Analytical Hierarchy Process), Kalimas River, water quality, water quality status, STORET.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD890 Global Environmental Monitoring System
Depositing User: Novia Puspita Wardani
Date Deposited: 19 Aug 2020 04:05
Last Modified: 19 Aug 2020 04:05
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/78803

Actions (login required)

View Item View Item