Pra Desain Pabrik Triacetin (Triacetyl Glycerol) Dari Produk Samping Biodiesel (Crude Glycerol)

Fauziah, Melinda Nur and Ramadhan, Farid (2020) Pra Desain Pabrik Triacetin (Triacetyl Glycerol) Dari Produk Samping Biodiesel (Crude Glycerol). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211640000083_02211640000174_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang diperoleh dari reaksi transesterifikasi antara trigliserida dan alkohol. Selain biodiesel sebagai hasil utama, proses pembuatan biodiesel pada reaksi transesterifikasi trigliserida menghasilkan hasil samping yaitu gliserol (gliserin) kurang lebih 10% dari jumlah biodiesel yang dihasilkan. Saat ini, gliserol belum banyak diolah sehingga masih memiliki nilai jual yang rendah. Oleh karena itu, pengolahan gliserol diperlukan agar dapat mengubah gliserol menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Salah satu produk turunan gliserol yakni triacetin. Kegunaan triacetin sendiri cukup banyak di kalangan industri, baik industri makanan maupun non makanan. Kegunaan triacetin banyak digunakan sebagai penambah aroma, platisizer, pelarut, bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking pada mesin (menaikkan nilai oktan), serta dapat digunakan sebagai zat aditif untuk biodiesel. Di Indonesia sendiri masih belum ada pabrik triacetin yang didirikan. Pabrik triacetin ini direncanakan berkapasitas 46.000 ton/tahun dan mulai beroperasi pada tahun 2023. Selain menghasilkan triacetin, produk lain yg dihasilkan dari proses esterifikasi gliserol dan asam asetat adalah diacetin. Diacetin ini pada umumnya digunakan untuk tambahan pada industri semen, cat, dan juga kosmetik. Produksi pabrik triacetin dari gliserol ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pre-treatment, esterifikasi, dan purifikasi. Pabrik triacetin ini akan dibangun di Kota Dumai, Riau dengan pertimbangan dekat dengan sumber bahan baku yang diambil dari PT. Wilmar Bioenergy Indonesia. Pendirian pabrik ini menggunakan dana investasi yang berasal dari modal sendiri sebesar 30% dan modal pinjaman sebesar 70% dari biaya investasi dengan bunga 6,3%. Dari analisa ekonomi, estimasi umur pabrik adalah 20 tahun sehingga didapatkan hasil investasi dengan internal rate of return (IRR) 18,36%, pay out time (POT) 6 tahun, dan break even point (BEP) 20,82%. ======================================================================================================================== Biodiesel is an alternative fuel obtained from the transesterification reaction between triglycerides and alcohol. In addition to biodiesel as the main product, the process of making biodiesel in the triglyceride transesterification reaction produces a byproduct, namely glycerol (glycerin) approximately 10% of the amount of biodiesel produced. Currently, glycerol has not been processed much so it still has a low selling value. Therefore, processing glycerol is needed in order to convert glycerol into a high-value product. One of the glycerol derivative products is triacetin. Triacetin itself is quite widely used in industry, both in the food and non-food industries. Triacetin is widely used as an aroma enhancer, platisizer, solvent, fuel additive to reduce engine knocking (increasing the octane value), and can be used as an additive for biodiesel. In Indonesia, there is still no triacetin plant established. This triacetin plant is planned to have a capacity of 46,000 tons / year and will start operating in 2023. Apart from producing triacetin, another product produced from the esterification of glycerol and acetic acid is diacetin. Diacetin is generally used for additions to the cement, paint, and cosmetics industries. The triacetin factory production from glycerol is carried out in three stages, namely pre-treatment, esterification, and purification. The triacetin plant will be built in Dumai City, Riau with the consideration that it is close to the source of raw materials taken from PT. Wilmar Bioenergy Indonesia. The establishment of this factory uses investment funds that come from own capital of 30% and loan capital of 70% of the investment cost with an interest of 6.3%. From the economic analysis, the estimated age of the plant is 20 years so that the investment returns are obtained with an internal rate of return (IRR) of 18.36%, a payout time (POT) of 6 years, and a break even point (BEP) of 20.82%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Gliserol, Triacetin, Diacetin Glycerol, Triacetin, Diacetin
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP159.S4 Separators (Machine)
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Farid Ramadhan
Date Deposited: 19 Aug 2020 04:19
Last Modified: 19 Aug 2020 04:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/79208

Actions (login required)

View Item View Item