Pengaruh Islam dan Budaya Jawa Terhadap Makna Arsitektur Keraton Surakarta Hadiningrat

Sabili, Ihdina (2020) Pengaruh Islam dan Budaya Jawa Terhadap Makna Arsitektur Keraton Surakarta Hadiningrat. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
IHDINA SABILI_PENGARUH ISLAM DAN BUDAYA JAWA TERHADAP MAKNA ARSITEKTUR KERATON SURAKARTA HADININGRAT.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya, adat istiadat dan agama, tentunya pengaruh agama sekaligus budaya dalam kehidupan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan. Keraton Surakarta merupakan salah satu kerajaan yang menjadi pusat kebudayaan nasional, khususnya kebudayaan Jawa. Keraton sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya memiliki konsep dan makna filosofis pada setiap elemennya. Sebagai salah satu sarana pembawa perkembangan agama Islam sekaligus budaya Jawa, semestinya Keraton Surakarta secara fisik maupun prinsip menganut filosofi kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh nilai Islam dan budaya Jawa pada arsitektur Keraton Surakarta. Hal ini dihasilkan dari mengamati perjalanan sejarah berdirinya sebuah arsitektur, khususnya keraton Surakarta. Selain itu juga dari interpretasi pengguna dan pemegang kendali Keraton Surakarta Hadiningrat. Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma Intersubjective. Metode yang diterapkan adalah Combined Strategies, dengan tipe dominant-less, yakni kombinasi antara Historical Research dan Qualitative Research. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi literatur, pengamatan, dan wawancara pada keluarga dan abdi dalem Keraton. Hasil penelitian ini menemukan bahwa makna arsitektur Keraton Surakarta mendapat pengaruh Islam dan Budaya Jawa sebagai tuntunan dan pedoman hidup masyarakat yang terbaca pada orientasi dan tata letaknya. Di samping itu, masing-masing bangunan di dalamnya juga memiliki makna tahapan-tahapan proses kehidupan masyarakat Jawa. Kesimpulan penelitian ini adalah Keraton Surakarta memiliki makna arsitektur inti sari filosofi kehidupan manusia sebagai masyarakat Jawa yang menganut agama Islam sejak awal hingga menghadap Tuhan. Makna yang tertanam adalah konsep Manunggaling Kawula Gusti pada tata letaknya dan prinsip Kiblat Papat Kalima Pancer pada orientasi arah hadap Keraton terhadap batasan-batasan yang mengelilinginya. ================================================================== Indonesia has multicultural, multi-tradition and multi-religion. The effects of religion and culture to the people’s life certainly become inevitability. Keraton Surakarta is one of the kingdoms which become a center of national culture, especially Javanese culture. Keraton, as the residence of the king and the family has philosophical concepts and meanings on each element. Keraton Surakarta in physically and principle adheres to the philosophy of the Javanese people’s life as a media of Islamic development as well as the Javanese culture. This study aims to find out the influence of Islamic values and Javanese culture on the architecture of Keraton Surakarta, especially on the philosophical significance in the building parts. The results were obtained from observing the history of the architecture establishment particularly in Keraton Surakarta, as well as the interpretation of the user and the stakeholder of Keraton Surakarta Hadiningrat. The research paradigm used in this study is the Inter-subjective Paradigm. The method applied is Combined Strategies, with the dominant-less type, which is a combination of Historical Research and Qualitative Research. Data collection in this study is obtained through literature, observation, and interviews in the family and abdi dalem keraton. The result of this study is that islamic influence and Javanese culture on the architectural meaning of keraton surakarta lies in its orientation and layout. In addition, each building in it also has a sense adjusted to the whole keraton as a guide to the lives of the Javanese people. The conclusion of this study is that keraton surakarta has a architectural meaning from the philosophy of human life as a Javanese people who embraced Islam from the beginning to appear before face to God. They are embedded in the concept of Manunggaling Kawula-Gusti in its layout and the principles of Kiblat Papat Kalima Paner in the direction of keraton towards the boundaries that surround it.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Meaning Architecture, Keraton Surakarta Hadiningrat, Javanese Culture, Islam Makna Arsitektur, Keraton Surakarta Hadiningrat, Budaya Jawa, Islam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
D History General and Old World > D History (General)
N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA7115 Domestic architecture. Houses. Dwellings
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Ihdina Sabili
Date Deposited: 20 Aug 2020 04:40
Last Modified: 20 Aug 2020 04:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/79371

Actions (login required)

View Item View Item