Model Simulasi Perencanaan Sumber Daya Pengolahan Tambang : Studi Kasus PT STP

Fahmi, Mochamad Ullul (2020) Model Simulasi Perencanaan Sumber Daya Pengolahan Tambang : Studi Kasus PT STP. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02411640000181_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

PT STP merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan pertambangan dengan melakukan 3 proses bisnis yaitu jasa pengangkutan, jasa pertambangan, dan pengolahan tambang. Pada kegiatan pengolaan tambang PT STP melakukan penjualan batu kapur kepada beberapa perusahaan yaitu PT Finexco Prima, PT Omya Indonesia, PT Light Calsindo Raya, dan PT Aplus Pacific. Proses pengolahan tambang PT STP dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pertama-tama batu kapur akan dikirimkan dari daerah pertambangan menuju stockpile dengan menggunakan truk dengan kapasitas 11 ton. Pengiriman dengan moda transportasi truk berkapasitas 11 ton dilakukan karena terdapat regulasi dari pemerintah daerah setempat terkait moda transportasi yang digunakan untuk melalui jalur pemukiman warga. Jarak tempuh daerah tambang menuju stockpile yaitu 42km. Kemudian, batu kapur yang telah sampai pada stockpile akan dibongkar untuk dilakukan proses pengklasifikasian batu berdasarkan ukuran diameter yang terbagi menjadi 3 kategori. Proses pengklasifikasian tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat yaitu excavator. Setelah batu tersebut terpisah berdasarkan setiap kategori, kemudian batu tersebut akan dimasukan ke dalam truk dengan kapasitas 30 ton yang nantinya akan dikirimkan menuju customer. Proses pengolahan tambang tersebut berjalan secara kurang efektif dan efisien. Karena proses pengolahan tambang kondisi terkini menyebabkan double handling pada produk yang dapat mengakibatkan bertambahnya biaya transportasi yang dikeluarkan serta terjadi penurunan kualitas produk. Oleh karena itu diperlukan sebuah rekomendasi perbaikan dari sistem pengolahan tambang agar berjalan lebih efektif dan efisien seperti halnya melakukan pemindahan lokasi stockpile dan menentukan jumlah resource yang digunakan pada sistem perbaikan tersebut. Analisis sistem perbaikan dilakukan dengan metode simulasi diskrit karena sistem memiliki kompleksitas yang cukup tinggi dengan adanya uncertainty dan interdependensi. Berdasarkan hasil simulasi diskrit, ketidak efisienan sistem aktual dapat diketahui berdasarkan adanya bottleneck pada proses klasifikasi produk dan perbedaan pada utilitas resource. Berdasarkan pengembangan skenario jumlah resource yang digunakan untuk menerapkan sistem perbaikan yaitu 15 unit truk kapasitas 30 ton, spesifikasi mesin crusher and screener kapasitas 20ton-30ton dan waktu proses mesin 8menit -12 menit. Dengan menerapkan sistem ini, terdapat perbedaan relevant cost yaitu sebesar Rp 21.645.064.589 ====================================================================================================================PT STP is a company engaged in mining processing by carrying out 3 business processes, namely transportation services, mining services, and mining processing. In mining management activities, PT STP sells limestone to several companies, namely PT Finexco Prima, PT Omya Indonesia, PT Light Calsindo Raya, and PT Aplus Pacific. PT STP's mine processing process is carried out in several stages, namely first the limestone will be sent from the mining area to the stockpile by using a truck with a capacity of 11 tons. Delivery by truck with a capacity of 11 tons is carried out because there are regulations from the local government regarding the mode of transportation used to pass through residential routes. The distance from the mine area to the stockpile is 42km. Then, the limestone that has arrived at the stockpile will be dismantled for the stone classification process based on its diameter which is divided into 3 categories. The classification process is carried out using heavy equipment, namely excavators. After the stones are separated based on each category, then the stones will be put into a truck with a capacity of 30 tons which will be sent to the customer. The mine processing process is less effective and efficient. This is because the current state of the mine processing process causes double handling of the product which can result in increased transportation costs incurred and decreased product quality. Therefore we need a recommendation for improvement of the mine processing system to run more effectively and efficiently, such as moving stockpile locations and determining the amount of resources used in the repair system. Analysis of the repair system is carried out using a discrete simulation method because the system has quite high complexity due to uncertainty and interdependence. Based on the results of discrete simulations, the actual inefficiency of the system can be identified based on the bottleneck in the product classification process and differences in resource utility. Based on the scenario development, the number of resources used to implement the repair system is 15 units of 30 ton trucks, crusher and screener machine specifications with a capacity of 20ton-30ton and engine processing time of 8 minutes -12 minutes. By implementing this system, there is a relevant cost difference of IDR 21,645,064,589

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Limestone, Mine Processing, Simulation Model, Batu Kapur, Model Simulasi, Pengolahan Tambang
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T57.62 Simulation
T Technology > T Technology (General) > T58.62 Decision support systems
T Technology > T Technology (General) > T58.8 Productivity. Efficiency
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: mochamad ullul fahmi
Date Deposited: 22 Aug 2020 07:34
Last Modified: 22 Aug 2020 07:34
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/80138

Actions (login required)

View Item View Item