Perencanaan Sistem Bahan Bakar Pada PLTD Di Dataran Tinggi (3000 mdpl) Berbahan Bakar B30 (Crude Palm Oil)

Rendy, Rendy Vredi Ristanto (2020) Perencanaan Sistem Bahan Bakar Pada PLTD Di Dataran Tinggi (3000 mdpl) Berbahan Bakar B30 (Crude Palm Oil). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04211640000070-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Salah satu kebijakan Presiden Indonesia saat ini ialah untuk realisasi biodiesel jenis B30. Dengan menetapkan penggunaan campuran biodiesel sebesar maksimum 30% khusus untuk pembangkit listrik. Salah satu pembangkit tenaga diesel yang ingin menggunakan B30 adalah PLTD yang berada di ketinggian ±3000 mdpl. Tentu temperatur di sana cukup dingin bahkan terendah mencapai 4℃. Dalam suhu rendah, hal itu menjadi tantangan untuk bahan bakar biodiesel karena biodiesel cenderung gel (membeku) pada suhu yang lebih tinggi daripada biodiesel konvensional. Oleh karena itu memerlukan handling khusus untuk pengoperasian PLTD agar B30 bisa digunakan. Karakteristik bahan bakar diesel di cuaca dingin dapat dilihat dari titik kabut (CP), dan titik tuang (PP) pada suhu berapa. Dalam perencanaan ini dibutuhkan thermal oil heater dan sistem tracing untuk menjaga kestabilan transfer bahan bakar. Selain bahan bakar perlu dikenali juga karakteristik engine dan instalasi pipa yang berkaitan dengan sistem bahan bakar PLTD. Dalam uji penelitian ini dilakukan dengan desain perencanaan berdasarkan pada desain keyplan, detail drawing, pemilihan material, dan project cost. Hasil penelitian ini nantinya dapat menginformasikan performa B30 di cuaca dingin, dan referensi untuk proyek pembangunan PLTD khususnya di daerah bertemperatur rendah, sehingga bisa menjadi acuan untuk penanganan bahan bakar guna engine di temperatur rendah. ======================================================================================================= One of the current policies of the President of Indonesia is for biodiesel type B30. By regulating the use of biodiesel blends at a maximum of 30% specifically for electricity generation. One of the diesel power plants that wants to use the B30 is power plant which is at an altitude of ± 3000 masl. The temperature there is quite low even reaching 4 ℃. In low temperatures, it is a challenge for biodiesel fuel because biodiesel requires a gel (freeze) at a higher temperature than conventional biodiesel. Therefore special handling is needed to activate the PLTD so that B30 can be used. The characteristics of diesel fuel in cold weather can be seen from the fog point (CP), and the pour point (PP) at what temperature. In this plan a thermal oil heating system and tracing system are needed for the stability of the fuel transfer. In addition to fuel, engine features and pipe installations need to be recognized in relation to the PLTD fuel system. The trial of this research was carried out with a planning design based on key plan designs, detailed drawings, material selection, and project costs. The results of this study can test the performance of B30 in cold weather, and a reference to a special power plant construction project in low temperature regions, so that it can be a reference for making fuel for engines at low temperatures.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Biodiesel, Pembangkit Listrik, Temperatur Rendah, Biodiesel, Power Plants, Low Temperature.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1322.6 Electric power-plants
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rendy Vredi Ristanto
Date Deposited: 24 Aug 2020 12:20
Last Modified: 24 Aug 2020 12:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/80805

Actions (login required)

View Item View Item