Arahan Pengembangan Wilayah Madiun Raya Melalui Pendekatan Sektor Unggulan Dan Pusat Pertumbuhan Untuk Mengurangi Ketimpangan Pendapatan Wilayah

Febrianto, Fendri Hisbullah (2021) Arahan Pengembangan Wilayah Madiun Raya Melalui Pendekatan Sektor Unggulan Dan Pusat Pertumbuhan Untuk Mengurangi Ketimpangan Pendapatan Wilayah. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211740000001-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211740000001-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Ketimpangan pendapatan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang sangat umum ditemui di Indonesia. Fenomena ketimpangan pendapatan wilayah juga dapat ditemui di Wilayah Madiun Raya, hal ini dapat dilihat dari rendahnya kontribusi Madiun Raya dalam pembentukan PDRB Provinsi Jawa Timur dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan di wilayah Madiun Raya. Dalam memberikan arahan pengembangan wilayah, terdapat 4 tahap analisa yang dilakukan. Pertama, mengukur tingkat ketimpangan pendapatann wilayah Madiun Raya menggunakan Indeks Williamson. Kedua, menentukan sektor unggulan menggunakan Static Location Quotient dan Dynamic Location Quotient. Ketiga menentukan pusat pertumbuhan menggunakan Analisis Skalogram dan Analisis Gravity Model untuk menentukan wilayah pengaruhnya. Keempat, memberikan arahan pengembangan wilayah menggunakan Analisis Tri Angulasi.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan wilayah Madiun Raya termasuk sedang/moderat yang dipengaruhi oleh perbedaan signifikan PDRB perkapita antar kabupaten/kota. Selain itu, sektor pertanian,kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan merupakan sektor unggulan yang berperan besar dalam mendukung pembentukan PDRB kabupaten/kota di Madiun Raya. Dalam penelitian ini dapat diketahui pusat pertumbuhan primer (Aglomerasi Perkotaan Madiun Kota, Aglomerasi Perkotaan Mejayan, Aglomerasi Perkotaan Ponorogo, Perkotaan Pacitan) dan pusat pertumbuhan sekunder (Perkotaan Magetan, Perkotaan Ngawi, Perkotaan Jetis, Perkotaan Slahung, dan Perkotaan Punung). Dari keseluruhan hasil penelitian tersebut kemudian dirumuskan arahan pengembangan wilayah meliputi aspek pengembangan sektor unggulan, aspek pengembangan pusat-pusat pertumbuhan, dan konsep-konsep disparitas wilayah yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan wilayah di Madiun Raya.
===================================================================================================
Regional Income Disparity is a general problem in Indonesia. The phenomenon of this case can be found in the Madiun Raya Region. It can be seen from the low contribution of Madiun Raya Region on the GRDP of East Java Province compared to other regions in East Java.
This study aims to provide regional development direction to reduce regional disparity in the Madiun Raya Region’s income. There are four steps to achieve the goal: firstly, measuring the level of regional income disparity in the Madiun Raya using the Williamson Index, secondly, determining the leading sector using the Static Location Quotient and Dynamic Location Quotient, thirdly, determining the growth poles in Madiun Raya Region using the Scalogram Analysis and then determining the area of influence using the Gravity Model, and the last but not least, providing regional development direction using Triangulation technique.

The results show that regional income disparity in the Madiun Raya Region is included at the moderate level which is influenced by significant differences in GRDP per capita between districts and cities in Madiun Raya Region. In addition, agricultural, forestry, fishery and manufacturing industries sectors are the leading sectors that have a major contribution to the GRDP in the district/city, in Madiun Raya Region. In this study, it can be found the primary growth poles which are Madiun Kota Urban Agglomeration Area, Mejayan Urban Agglomeration Area, Ponorogo Urban Agglomeration Area,and Pacitan Urban Area and the secondary growth poles which are Magetan Urban Area, Ngawi Urban Area, Jetis Urban Area, Slahung Urban Area, and Punung Urban Area. From the overall results of the study, the formulation of regional development direction was created based on leading sector, growth poles, and regional income disparity concept to reduce the Madiun Raya Region’s income disparity.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Madiun Raya, Ketimpangan Pendapatan Wilayah, Sektor Unggulan, Pusat Pertumbuhan. Madiun Raya Region, Regional Income Disparity, Leading Sectors, Growth Poles.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning
Depositing User: Fendri Hisbullah Febrianto
Date Deposited: 12 Aug 2021 11:56
Last Modified: 12 Aug 2021 11:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/85849

Actions (login required)

View Item View Item