Evaluasi Karakteristik Hidrodinamika Kapal Ikan Untuk Wilayah Perairan Pulau Bengkalis - Riau

Nurhasanah, Nurhasanah (2014) Evaluasi Karakteristik Hidrodinamika Kapal Ikan Untuk Wilayah Perairan Pulau Bengkalis - Riau. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 411220300_Master_Thesis.pdf] Text
411220300_Master_Thesis.pdf

Download (7MB)

Abstract

Kapal ikan yang terdapat di Pulau Bengkalis digolongkan berdasarkan beberapa kapasitas (Gross Tonnage). Salah satu kapal dengan tipe terbanyak rkapasitas 3GT, dengan jumlah hampir 160 unit. Jumlah tersebut kemungkinan dalam jangka waktu beberapa tahun kedepan akan mengalami penurunan. Terdapat 2 faktor penyebab yaitu sulitnya untuk mendapatkan bahan dasar kayu atau tidak ada lagi pembangunan kapal ikan 3GT karena nelayan tidak sanggup membangun kapal ikan dengan bahan baku yang lain karena dikhawatirkan memiliki harga yang lebih mahal. Bahan baku yang diperkirakan memiliki kemungkinan terbesar untuk bisa diterapkan sebagai pengganti kayu adalah Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) karena berat tiap meter persegi FRP lebih ringan di bandingkan dengan kayu. Untuk mengalihkan penggunaan kayu menjadi FRP sebagai bahan baku pembuatan kapal ikan 3GT, maka di butuhkan evaluasi kapal ikan 3GT yang ada saat ini. Kapal yang ada saat ini perlu di evaluasi supaya apabila nantinya akan di bangun kapal ikan dengan bahan FRP, maka bisa mengacu pada ukuran dan bentuk kapal ikan yang lama. Berdasarkan hasil survey di lapangan terdapat 4 tipe kapal ikan 3GT di Pulau Bengkalis yang berbeda ukuran dan bentuk. Ke empat tipe kapal tersebut (Kapal-1, kapal-2, kapal-3, kapal-4) akan di evaluasi kondisi displacement, stabilitas, hambatan dan olah gerak (seakeeping). Untuk mengevaluasi masing – masing item tersebut, maka model kapal harus digambarkan sama dengan kondisi yang ada di lapangan. Kondisi displacement kapal dihitung menggunakan Maxsurf-hydromax, stabilitas kapal dievaluasi menggunakan kriteria International Maritime Organization (IMO), hambatan total kapal menggunakan metode Van Oortmerssen, dan olah gerak kapal dievaluasi dengan Strip Theory. Hasil evaluasi displacement, stabilitas, hambatan total dan seakeeping, maka kapal-2 memenuhi kriteria stabilitas IMO, hambatan yang tidak terlalu besar, memiliki olah gerak yang baik dan mampu menambah payload menjadi 0,62 Ton dari payload awal sebesar 0,5 Ton. Penambahan payload tentunya akan sangat menguntungkan nelayan, karena muatan yang dibawa bisa lebih banyak dari muatan sebelumnya.
==================================================================================================================================
Fishing vessels in Bengkalis island consists of several Gross Tonnage (GT). One of the largest type of vessel have a capacity of 3GT with total160 units. The number are likely to decrease within the next few years. It is caused by two factors, the difficulties of obtaining wooden materials and there is no more 3GT fishing vessels being built because fishermen can not afford to build a fishing boat using other raw materials due to its higher price. The raw materials expected to have a greatest possibility to be used as an alternative of wood is Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) for its each area (m2) FRP weight is lighter than wood. To replace the use of wood as a raw material 3GT fishing vessels into FRP the current 3GT fishing vessels need to be evaluated. In building it needs to be evaluated so that when the fishing vessels will be built using FRP material, it can refer to the size and shape of the old fishing vessels.The results of the field survey showed that there are 4 types of 3GT fishing vessels in Bengkalis Island in different sizes and shapes. These four types of vessel (ship-1, ship-2, ship-3, ship-4) displacement conditions, stability, total resistance and seakeeping were evaluated. To evaluate each of these items, the model must be described in a way same as the field conditions. The displacement of ship was calculated using Maxsurf-Hydromax, the ship stability was evaluated using the International Maritime Organization (IMO) criterion, total resistance of ship using Van Oortmerssen method, and seakeeping of ship was calculated using Strip Theory. From the results of the evaluation of displacement, stability, total resistance and seakeeping, the ship-2 follows the IMO stability criteria, have a total resistance that are not too big, has a good seakeeping and able to increase the payload from 0.5 tons to 0,62 tons. The increase in payload will be very beneficial for fishermen, because the quantity that can be carried is more than the previous one.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTPe 623.820 02 Nur e
Uncontrolled Keywords: Kapal ikan 3GT, FRP, seakeeping, stabilitas, hambatan ,3GT fishing vessels, FRP, seakeeping, stability, resistance
Subjects: V Naval Science > VM431 Fishing boats
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 19 May 2023 07:26
Last Modified: 26 May 2023 09:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/97944

Actions (login required)

View Item View Item