Analisis Penambahan Polivinil Alkohol Terhadap Kinerja Enkapsulasi Rifampicin Dalam Sba-15 Sebagai Penghantar Obat Berbasis Inhalasi

Kurniawan, I Gusti Firmansyah (2023) Analisis Penambahan Polivinil Alkohol Terhadap Kinerja Enkapsulasi Rifampicin Dalam Sba-15 Sebagai Penghantar Obat Berbasis Inhalasi. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02511940000140-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02511940000140-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 September 2025.

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan menyerang saluran pernafasan. Hingga kini TBC masih menjadi permasalahan global. Pengobatan konvensional TBC yang digunakan saat ini memiliki efek samping tergolong berat apabila digunakan pada jangka waktu yang panjang hingga diperlukan metode penghantaran obat baru yang lebih aman dan efisien. Pulmonary Drug delivery adalah sistem pengantaran obat dengan rute inhalasi langsung menuju bagian alveolus pada paru–paru dan disebarkan melalui aliran darah. Nanopartikel silika mesopori digunakan sebagai zat pengikat yang membawa zat aktif berupa obat rifampicin sebagai antibiotik anti-tuberkulosis berbentuk aerosol dihasilkan oleh dry powder inhaler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan enkapsulasi, kemampuan disolusi, dan pembentukan aerosol rifampicin dalam SBA-15 menggunakan dry powder inhaler. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap yaitu sintesis nanopartikel silika mesopori SBA-15 menggunakan variasi konsentrasi PVA sebesar 0,8 g, 1,2 g, 2,8 g. Dilanjutkan dengan proses enkapsulasi rifampicin ke dalam nanopartikel. Pengujian yang akan dilakukan pada penelitian kali ini meliputi XRD, FTIR, SEM, dan BET untuk mengetahui karakterisasi material. Berdasarkan hasil pengujian SEM S 0.8 (PVA 0,8 g), S 1.2 (PVA 1,2 g), S 2.8 (PVA 2,8 g) memiliki bentuk morfologi yang tidak berbeda jauh, berbentuk seperti rodlike dan dapat dilihat morfologi dari batangnya semakin memendek. Hasil XRD menunjukan bahwa terbentuknya bentuk kristal heksagonal dan menunjukan pola difraksi amorfus. Hasil uji BET menunjukan bahwa diameter pori yang terbesar adalah S 1.2 dengan diameter pori 6.5311 nm dan untuk luas permukaannya sebesar 759.592 m2/g. Luas permukaan dan diameter pori memengaruhi hasil pengujian efisiensi enkapsulasi dan disolusi pada sampel. SR 1.2 memiliki kemampuan enkapsulasi 95.755% dan %disolusi 98.88, dan untuk kemampuan aerosolisasi partikel sebesar 45 % FPF dengan SR merupakan SBA-15+PVA setelah enkapsulasi.
====================================================================================================================================
Tuberculosis (TBC) is a respiratory disease caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis and attacks the respiratory. Until now TBC is still a global problem. The conventional TBC treatment currently used has serious side effects when used for a long time, so a new method of administering drugs that is safer and more efficient is needed. Pulmonary Drug delivery is a drug delivery system by direct inhalation to the alveoli in the lungs and distributed through the bloodstream. Mesoporous silica nanoparticles are used as a binder that carries the active substance in the form of the drug rifampicin as an anti-tuberculosis antibiotic in the form of an aerosol produced by dry powder inhalation. This study aim to analyze encapsulation performance, dissolution, and aerosol of rifampicin encapsulated by SBA-15 using dry powder inhaler. This study was divided into 2 stages, namely the synthesis of SBA-15 mesoporous silica nanoparticles using variations of PVA concentrations 0.8 g, g, 2.8 g. Followed by the encapsulation process of rifampicin into nanoparticles. Tests that will be carried out in this study include XRD, FTIR, SEM, and BET to determine material characterization. Based on SEM test results of the samples S 0.8 (PVA 0,8 g), S 1.2 (PVA 1,2 g), S 2.8 (PVA 2,8 g) the morphology shortens gradually. XRD results show that the formation of hexagonal crystals and shows an amorphous diffraction pattern. BET test results show that the largest pore diameter is S 1.2 with a pore diameter of 6.5311 nm and for a surface area of 759.592 m2/g, the surface area and pore diameter affect the results of encapsulation and dissolution efficiency tests. SR 1.2 encapsulation performance is 95,755% and %dissolution is 98,88%, and for the aerosol performance is 45% FPF which SR is SBA-15+PVA after encapsulation

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Aerosol; Dry Powder Inhaler; Enkapsulasi; Konsentrasi Nanopartikel Silika Mesopori SBA-15, Pulmonary Drug delivery, Rifampicin. ==================================================================== Aerosol, Concentration, Dry Powder Inhaler, Enkapsulation, Nanopartikel, Pulmonary Drug delivery, Rifampicin, Silica Mesopore
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP1140 Polymers
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: I Gusti Firmansyah Kurniawan
Date Deposited: 24 Jul 2023 13:42
Last Modified: 24 Jul 2023 13:42
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/99151

Actions (login required)

View Item View Item