PENGELOLAAN TATA GUNA LAHAN SEBAGAI PENANGANAN BANJIR DAS KEMONING KABUPATEN SAMPANG

AGUSTINI, LIYANA (2016) PENGELOLAAN TATA GUNA LAHAN SEBAGAI PENANGANAN BANJIR DAS KEMONING KABUPATEN SAMPANG. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114207810-Master_Theses.pdf - Updated Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Sampang adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sering mengalami banjir. Penyebab banjir karena tata guna lahan serta karakteristik DAS Kemoning. Salah satu alternatif dalam pengelolaan banjir adalah dengan mereduksi limpasan dan menurunkan debit banjir melalui penataan ruang, salah satunya adalah tata guna lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tata guna lahan eksisting terhadap debit banjir, menganalisis pengaruh tata guna lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang (RTRW) Kabupaten Sampang terhadap debit banjir, merumuskan konsep penggunaan lahan DAS Kemoning sehingga dapat mereduksi debit banjir dan limpasan. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data curah hujan, panjang sungai, kemiringan sungai, jenis tanah, luas masing-masing subDAS, penggunaan lahan DAS Kemoning tahun 2015 dan penggunaan lahan DAS Kemoning berdasarkan RTRW. Data primer dilakukan dengan survey primer untuk mengetahui karakteristik DAS Kemoning. Variabel dan indikator yang diperlukan adalah curah hujan rencana, curve number dan timelag masing-masing subDAS. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah menghitung variable dengan menggunakan rumus. Setelah variable dihitung maka diolah dalam program HEC-HMS. Program HEC-HMS merupakan program komputer untuk menghitung transformasi hujan dan proses routing pada suatu sistem DAS. Keluaran dari program HEC-HMS adalah simulasi model, debit banjir maksimum dan limpasan aliran permukaan. Debit banjir hasil simulasi model HEC-HMS berdasarkan tata guna lahan eksisting (tahun 2015) sebesar 224,2 m3/detik dengan volume limpasan aliran permukaan sebesar 39.054.000 m3. Debit banjir hasil simulasi model HEC-HMS berdasarkan RTRW Kabupaten Sampang, sebesar 312,3 m3/detik dengan volume limpasan aliran permukaan sebesar yakni sebesar 39.249.100 m3. Adanya kenaikan debit banjir dan volume limpasasn maka perlu skenario penatagunaan lahan untuk mengurangi hal tersebut. Ada 5 skenario yaitu penambahan luas hutan sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari keseluruhan luas lahan DAS Kemoning. Dari kelima skenario tersebut yang paling ideal adalah dengan penambahan luas hutan 40% dari luas DAS Kemoning dengan mengurangi luas ladang/kebun. Hutan yang dimaksudkan dalam scenario tersebut adalah hutan produksi/hutan rakyat yang bersifat agroforestry. ========================================================================= Sampang is one of the districts in East Java, which often gets flood. The cause s flooding because of land use and characteristics Kemoning basin. Some alternative of the flood management are reducing runoff and decreasing peak discharge by spatial planning . One aspect of spatial planning is land use management that used to controll the runoff in basin. Th e aims of this study are analyzing the existing land use to flood discharge, analyz ing the effect of land use based on the RTRW to flood discharge and form ulating concept of Kemoning basin land use to reduce flood discharge and runoff. The secondary data that required in this research are the rainfall data, the length of the river, the river slope, soil type, the area of each sub basin, existing land use o f kemoning basin, land use kemoning basin based on Sampang masterplan (RTRW). The primary data is primary survey to determine the characteristics of kemoning basin. The variables and indicators in this research are rainfall plans, curve number and timelag each subbasin. The first steps of this research is calculating the variable by the formula . The variables must process to HEC - HMS application program after they was calculated. HEC - HMS application program is a computer program to calculate the rain transfo rmation and routing processes on a basin system. The result of flood discharge from HEC - HMS model simulations based on existing land use is 224.2 m3 / sec with 39.054 million m3 of volume runoff. The result of flood discharge from HEC - HMS model simulations based on Sampang masterplan (RTRW), is 312.3 m3 / sec with 39.2491 million m3 of volume runoff. The increasing of flood discharge and runoff volume need land use scenario to reduce it. There are five scenarios that increase forest area by 10%, 20%, 30%, 4 0% and 50% of the total land area of kemoning basin. The most ideal scenario is increasing forest cover 40% of the kemoning basin area with reducing the farm or garden area. Forests are meant in the scenario is the production forest / people forest by a groforestry .

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: DAS, Tata Guna Lahan, Debit Banjir, HEC-HMS, HEC-HMS, Management Landuse,Runoff, Discharge
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: LIYANA AGUSTINI -
Date Deposited: 12 Jan 2017 01:51
Last Modified: 26 Dec 2018 02:58
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/1162

Actions (login required)

View Item View Item