Alternatif Bentuk Konstruksi Pertemuan Antara Timbunan Reklamasi Dengan Jembatan Pada Teluk Lamong - Surabaya

Setyawan, Yudha (2017) Alternatif Bentuk Konstruksi Pertemuan Antara Timbunan Reklamasi Dengan Jembatan Pada Teluk Lamong - Surabaya. Undergraduate thesis, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER.

[img]
Preview
Text
3114105061-Ungraduate-Theses 1.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Terminal Teluk Lamong merupakan pelabuhan yang berada di perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.Pelabuhan ini dibangun pada pertengahan 2014 yang berdiri di atas tanah seluas 50 hektar yang di disain untuk mengatasi kelebihan kapasitas yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Enam dermaga di Tanjung Perak mulaidar Jamrud, Mirah, Berlian, Nilam, Terminal Peti Kemas dan Kalimas kini sudah jenuh dan overload. Catatan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menunjukan, Over Cargo atau kelebihan kapasitas yang dialami pelabuhan terbesar di kawasan Indonesia bagian Timur ini menjadikan waiting time atau antrian bongkar muat barang menjadi sangat lambat. Efisiensi dalam operasional adalah keunggulan yang belum dimiliki pelabuhan-pelabuhan besar lain di Indonesia. Ini merupakan potensi yang dapat ditawarkan kepada para pelaku usaha, eksportir dan importer agar memproses barang melalui Terminal Teluk Lamong. Pada terminal ini sendiri masih memiliki lokasi yang harus diperbaiki demi kelancaran dan efisiensi dalam oprasional pelabuhan yaitu pada Zona Interchange yang mempunyai luasan + 6,8 Ha yang terletak di sisi selatan ujung dari causeway atau lebih spesifik lagi seluas 358,9 x 143,6 m^2 dan 150,4 x 111,6 m^2masih dalam perbaikan. Permasalahan pada zona tersebut yaitu timbunan tidak boleh membentur tepi jembatan yang sudah dibangun yang berfungsi untuk menghubungkan dari Zona Interchange ke Dermaga. Apabila terjadi benturan antara timbunan dengan tepi jembatan akan mengakibatkan keruntuhan pada jembatan dan karena tidak mampu menahan gaya horizontal dari tanah timbunan tersebut. Oleh sebab itu harus direncanakan sistem perkuatan yang mampu menahan gaya horizontal tanah tersebut agar akses jalan dari Zona Interchange ke Dermaga lebih efisien dalam melakukan operasional pelabuhan. Teradapat alternatif pilihan sistem perkuatan yaitu Sistem Perkuatan Turap. Turap merupakan konstruksi yang dapat menahan tekanan tanah di sekelilingnya, mencegah terjadinya kelongsoran dan biasanya terdiri dari dinding turap dan penyangganya. Konstruksi dinding turap terdiri dari beberapa lembaran turap yang dipancangkan kedalam tanah, serta membentuk formasi dinding menerus vertical yang berguna untuk menahan timbunan tanah atau tanah yang berlereng. =================================================================================================== Lamong Bay Terminal is a port located on the border between Surabaya and Gresik, East Java. This port was built in the mid 2014 that stood on the land of 50 hectares which is designed to deal with the excess capacity which occurred in the port of Tanjung Perak, Surabaya. Six jetty in Tanjung Perak start over from Jamrud, Mirah, Diamond, Sapphire, Container Terminal and Kalimas is now saturated and overload. Note PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III show, Over Cargo or excess capacity that experienced the largest port in eastern Indonesia have made the waiting time or queue unloading becomes very slow. Efficiency in the operations of the hallmarks that have not owned any other major ports in Indonesia. This is a potential that can be offered to the businessmen, exporters and importers in order to process the goods through Terminal Lamong Bay. At this terminal itself still has a location to be repaired for smooth and operational efficiency in ports, namely on Interchange Zone which has an area of + 6.8 ha located at the south end of the causeway, or more specifically an area of 358.9 x 143.6 m2 and 150.4 x 111.6 m2 still in repairs. Problems on the zone that the pile should not hit the edge of the bridge that has been constructed which serves to connect from Interchange Zone Pier. If there is a clash between the embankment to the edge of the bridge will lead to collapse on the bridge, and being unable to withstand the horizontal force of the soil embankment. Therefore it must be planned retrofit system which is able to withstand the horizontal force of the land in order to access the street from Pier Zone Interchange to be more efficient in performing port operations. There is an alternative choices reinforcement system that Steel Pipe Pile Retrofitting Systems. Steel Pipe Pile is a construction that can withstand the pressure of the surrounding soil, prevent sliding and usually consists of wall plaster and the pedestal. Plaster wall construction consisting of several sheets of plaster that is anchored into the ground, as well as to form continuous vertical wall that is useful to keep a mound of earth or soil slopes.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Over Cargo; Zona Interchange; Causeway; Geotextile; Turap; Interchange Zone; Steel Pipe Pile
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - YUDHA SETYAWAN
Date Deposited: 03 Apr 2017 09:35
Last Modified: 03 Apr 2017 09:35
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/2757

Actions (login required)

View Item View Item