IDENTIFIKASI REKAHAN DANGKAL AKIBAT AKTIVITAS LUMPUR SIDOARJO DI KECAMATAN TANGGULANGIN - KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR)

PRATAMA, ILHAM ADI (2017) IDENTIFIKASI REKAHAN DANGKAL AKIBAT AKTIVITAS LUMPUR SIDOARJO DI KECAMATAN TANGGULANGIN - KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3712100022-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Rencana pengeboran sumur gas baru PT. Lapindo Brantas di Tanggulangin, Sidoarjo dinilai beresiko karena lokasinya yang dekat dengan pusat semburan yang telah rusak dan masih sangat rawan, sehingga masih ada potensi keluarnya semburan di area tanggul dan sekitarnya jika dibor. Selain itu, aktivitas lumpur sidoarjo menyebabkan kondisi bawah permukaan di daerah penelitian menjadi rentan terhadap resiko rekahan dan penurunan tanah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang kondisi bawah permukaan dangkal menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) yang bertujuan untuk mendeteksi rekahan dangkal yang berada di sekitar daerah rencana pengeboran. Metode GPR dipilih karena dapat memetakan kondisi bawah permukaan yang dangkal secara terperinci dengan resolusi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pada daerah rencana pengeboran terdapat banyak rekahan berpola radial dengan arah barat daya-timur laut dan rekahan berpola melingkar (circular) yang berarah barat laut-tenggara. Kondisi tersebut membuat daerah bawah permukaan di sekitar lokasi rencana pengeboran menjadi tidak stabil dan berisiko karena dapat menyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburan lumpur panas pada daerah penelitian. ===================================================================================== PT. Lapindo Brantas’s new gas well drilling has potential risk because the location was so closed with the central of mud volcano eruption that already broken and risky. Further breakouts of mud are still possible in embankment and around if there is drilling activity. Sidoarjo mud activities also causing subsurface conditions research area becomes vulnerable to the risk of fractures and land subsidence. Therefore, there should be a study about shallow subsurface conditions using Ground Penetrating Radar (GPR) which aims to detect shallow fracture in the surrounding area of PT. Lapindo Brantas’s new gas well drilling plan in Tanggulangin, Sidoarjo. GPR method chosen because it can mapping the shallow subsurface in detail with high resolution. Based on the observation result, it is known that there are lot of fracture with two types, first is radial type with south west-north east direction and second is circular type with north west-south east direction. Fractures show that shallow subsurface condition in PT. Lapindo Brantas’s new gas well drilling is very risky because it can lead to decreased land deeper and feared to expand the mud flow in Sidoarjo area.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Rekahan, Lumpur Sidoarjo, GPR, Fractures, Mud Volcano
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geophysics Engineering > 33201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - ILHAM ADI PRATAMA
Date Deposited: 25 Jan 2017 02:00
Last Modified: 06 Mar 2019 04:45
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/3138

Actions (login required)

View Item View Item