Studi Pemanfaatan Lumpur Sebagai Sumber Alternatif Energi Dengan Menggunakan Microbial Fuel Cells (Mfcs)

Rosita Sari, Dessy and Hidaya, Chanifah (2017) Studi Pemanfaatan Lumpur Sebagai Sumber Alternatif Energi Dengan Menggunakan Microbial Fuel Cells (Mfcs). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
skripsi.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Sumber energi alternatif pengganti energi berbasis fosil dibutuhkan karena cadangan energi fosil menurun setiap hari. Lumpur dipilih sebagai sumber bahan untuk menghasilkan listrik dikarenakan ekonomis dan dapat ditemukan dengan mudah dan berlimpah di Indonesia. Dengan keberadaan lumpur yang mengandung bahan organik, hal ini memiliki potensi besar sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan microbial fuel cells (MFCs). Microbial fuel cells (MFCs) adalah perangkat yang menggunakan aktif mikroorganisme (bakteri) sebagai biokatalis untuk mengoksidasi kandungan organik dan anorganik dengan proses anaerobik untuk menghasilkan biolistrik. Elektron diproduksi oleh bakteri dari substrat yang ditransfer ke anoda dan dilanjutkan ke katoda yang dihubungkan dengan bahan konduksi yang mengandung sebuah resistor. MFCs merupakan teknologi yang menjanjikan untuk menghasilkan energi yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi energi listrik yang dihasilkan dari pemanfaatan lumpur yang berasal dari air tanah, air payau, air laut 1 (Tambak Wedi) dan air laut 2 (area bakau Kenjeran) kemudian untuk mengetahui kemampuan bahan material elektroda yakni logam Ni/Ti dalam menghantarkan energi listrik dan pengaruh penambahan nutrient. Potensi listrik (tegangan dan arus) akan diukur dengan menyiapkan rangkaian alat dan menggunakan multitester yang dihubungkan ke katoda dan anoda dengan konektor dan rangkaian resistor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa listrik yang dihasilakan dari empat area yang masing-masing 212, 267, 280 dan 320 Volt / m2 (tegangan listrik) dan 0,21, 0,27, 0,28 dan 0,32 A / m2 (arus listrik). Hal ini menunjukkan bahwa lumpur yang diperoleh dari air laut 2 atau area mangrove Kenjeran menunjukkan potensi tertinggi untuk menghasilkan listrik dibandingkan dengan lumpur yang diperoleh dari air payau dan air tanah. Elektroda Ti 100 mesh dan penambahan MM+Y adalah elektroda dan nutrient yang terbaik untuk mencapai potensi biolistrik yang terbesar. ============================================================================================ Alternative energy sources to substitute fossil-based energy is expected, as the fossil energy reserves decreasing every day. Mud is considered to be economical as the material sources for producing the electricity where it could be found easily and abundantly in Indonesia. The existence of a lot of mud that contains organic material has great potential as a source of electrical energy using microbial fuel cells (MFCs). Microbial fuel cells (MFCs) are devices that use bacteria as the catalysts to oxidize organic and inorganic matter with anaerobic process for generating bioelectrocity. Electrons produced by the bacteria from these substrates are transferred to the anode and followed to the cathode linked by a conductive material containing a resistor. It provides a promising technology by degrading organic compounds to yield the sustainable energy. The purpose of this research is to study the potential for electrical energy generated from the use of mud from soil water, brackish water, sea water 1 (Tambak Wedi) and sea water 2 (mangrove Kenjeran) then to determine the ability of electrode material i.e Ni and Ti in delivering electrical energy and the effect of supplemented nutrients. The power potential (voltage and electric current) will be measured by preparing tool series and multitester connected to the anode and cathode with connectors and the series of resistor. v The results suggest that the electricity generation of the four areas are 212, 267, 280 and 320 Volt/m2 (in terms of voltage); 0,21, 0,27, 0,28 and 0,32 A/m2 (in terms of electric current), respectively. It is investigated that the mud obtained the sea water 2 or mangrove Kenjeran exhibits the highest power potential compared to that obtained from the brackish and soil water. Electrode Ti 100 mesh and addition of nutrient MM + Y are the best electrodes and nutrients to achieve the highest potential bioelectricity.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: bioelectricity, degradasi, lumpur, microbial fuel cells
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP255 Electrochemistry, Industrial.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: DESSY ROSITA SARI
Date Deposited: 21 Apr 2017 08:06
Last Modified: 08 Mar 2019 07:10
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/3741

Actions (login required)

View Item View Item