Evaluasi Sistem Drainase Dan Boezem Bhumi Marinir Gunungsari Surabaya

Prameswari, Ayu Ryan (2017) Evaluasi Sistem Drainase Dan Boezem Bhumi Marinir Gunungsari Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114105070_Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang tidak terlepas dari permasalahan genangan. Wilayah yang terjadi genangan yaitu Surabaya Selatan, tepatnya di kawasan Gunungsari, Jajartunggal Komplek Marinir. Genangan terjadi selama ± 27 menit dengan ketinggian 16 cm. Untuk mengatasi masalah genangan di Jl. Jajartunggal perlu dilakukan analisa hidrologi dan hidrolika dengan memaksimalkan fungsi boezem dengan melakukan routing boezem untuk mengetahui kapasitas pompa dan dimensi pintu serta memperbesar dimensi saluran primer jajartunggal. Hasil yang diperoleh dari perhitungan analisa hidrologi dan hidrolika, dimensi boezem eksisting dengan panjang 64.54 m, lebar 55.08 m, tinggi 0.50 m tidak mampu menampung debit banjir maksimum. sehingga perlu menambah kedalaman efektif boezem yang semula 0.50 m menjadi 1.10 m, merencanakan kapasitas pompa yaitu 3 pompa dengan masing-masing kapasitas 0.40 m3/detik untuk Periode Ulang Hujan 2 Tahun, 0.50 m3/detik untuk Periode Ulang Hujan 5 Tahun, 0.60 m3/detik untuk Periode Ulang Hujan 10 Tahun, memperbesar dimensi saluran inflow yang semula 0.50 m x 0.50 m menjadi 1.00 m x 1.10 m dan menambah saluran outflow yang menghubungkan boezem dengan saluran primer jajartunggal. Apabila elevasi muka air maksimum di hilir saluran primer jajartunggal lebih rendah dari elevasi muka air maksimum di saluran outflow, debit boezem dapat dialirkan secara gravitasi melalui pintu air. Dimensi pintu air yang diperlukan yaitu 1 buah pintu dengan lebar daun pintu 2.10 meter, tinggi bukaan pintu 1.00 meter, tebal plat 3.5 mm, diameter stang pintu 40 mm. ============================================================================== Surabaya as one of the big cities in Indonesia that can not be separated from the problem of inundation. One of the areas occurring of inundation is South Surabaya, precisely in Gunungsari, Jajartunggal Marinir, when the rain with high intensity. The inundation occurrs for ± 27 minutes and 16 cm of depth. To solve the problem of inundation on the areas, the hydrological and hydraulic analysis needs to be done to maximize the function of boezem by performing boezem routing to know the pump capacity and dimension of the gate, and enlarge the dimension of jajartunggal primer channel. The results obtained from the calculation of hydrological and hydraulic analysis, the dimensions of existing boezem with length of 64.54 m, width of 55.08 m, depth of 0.50 m is not able to accept the maximum flood discharge. Therefore, it needs to increase the effective depth of the boezem from 0.50 m to 1.10 m, operate 3 pumps with each capacity 0.40 m3/sec for 2 Years Return Periode, 0.50 m3/sec for 5 Years Return Periode, 0.60 m3/sec for 10 Years Return Periode, enlarge the inflow channel dimension from 0.5 m x 0.5 m to 1.00 m x 1.10 m and add the outflow channel to connect boezem with jajartunggal primer channel. If the maximum water level on the downstream primary channel is lower than the maximum water level in the outflow channel, the boezem discharge can be gravitated through the sluice gate. The required dimension for1 sluice gate is 2.10 meter gate width, 1.00 meter gate opening height, 3.5 mm plate thickness, and diameter of handlebar is 40 mm.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Boezem, Inundation, Pump Capacity, Sluice Gate, Jajartunggal
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ayu Ryan Prameswari
Date Deposited: 28 Sep 2017 03:46
Last Modified: 06 Mar 2019 07:40
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/44616

Actions (login required)

View Item View Item