Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Contraceptive Prevalence Rate di Surabaya dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline

Carolline, Nhabella (2017) Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Contraceptive Prevalence Rate di Surabaya dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

This is the latest version of this item.

[img] Text
1313100084-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Permasalahan krusial yang terkait dengan kependudukan, salah satunya adalah meningkatnya jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk. Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang dicanangkan pemerintah dalam mengendalikan jumlah penduduk. Salah satu indikator keberhasilan pelayanan KB adalah contraceptive prevalence rate (CPR). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, CPR di Kota Surabaya mengalami penurunan dari 81,42% pada tahun 2014 menjadi 80,82% pada tahun 2015. Oleh karena itu, dilakukan sebuah penelitian berupa pemodelan untuk mengetahui faktor-faktor yang memeengaruhi CPR di Surabaya. Pemodelan CPR menggunakan regesi nonparametrik spline karena pola hubungan antara CPR di Surabaya dengan faktor-faktor yang diduga memengaruhinya tidak membentuk pola tertentu. Hasil penelitian menunjukkan model terbaik untuk pemodelan CPR menggunakan tiga titik knot dengan variabel yang berpengaruh signifikan yaitu jumlah klinik KB, jumlah paguyuban, jumlah sub PPKBD, dan jumlah PPKBD. serta menghasilkan koefisien determinasi sebesar 83,52%. ========================================================================================== One of the crucial issues related to population is the increasing of population and population growth rate. Family Planning (KB) is a program launched by the government in controlling the population. One indicator of the success of family planning is contraceptive prevalence rate (CPR). Based on data from the Central Bureau of Statistics, CPR in 2015 in the city of Surabaya has decreased from 81.42% in 2014 to 80.82% in 2015. Therefore, the researcher conducts a research in the form of modeling to determine the factors that affect CPR in Surabaya. CPR modeling uses spline nonparametric regression because the relationship between CPR in Surabaya with factors that is allegedly influencing factors does not form a particular pattern. The result of the research shows that the best model for CPR modeling using three knots point with the significant variables are the number of family planning clinic, the number of association, the number of sub PPKBD, and the number of PPKBD also spline nonparametric regression model has result a determination coefficient of 83.52%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 519.536 Car p
Uncontrolled Keywords: Contraceptive prevalence rate, nonparametric regression, spline
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > 49201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Nhabella Carolline .
Date Deposited: 30 Oct 2017 04:35
Last Modified: 09 Jan 2018 07:26
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/47900

Available Versions of this Item

  • Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Contraceptive Prevalence Rate di Surabaya dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline. (deposited 30 Oct 2017 04:35) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item