Pengaruh pH, Laju Aliran Fluida dan Perbandingan Volume Inhibitor pada Flow Loop System terhadap Karakteristik Korosi Baja Karbon Rendah ST-41 di Lingkungan CH3COOH

Rahyudha, Gde Doddy (2018) Pengaruh pH, Laju Aliran Fluida dan Perbandingan Volume Inhibitor pada Flow Loop System terhadap Karakteristik Korosi Baja Karbon Rendah ST-41 di Lingkungan CH3COOH. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
02511340000073-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Korosi pada industri minyak dan gas pada umumnya disebabkan oleh adanya CO2 namun selain itu, korosi pada industri minyak dan gas juga dapat disebabkan oleh adanya unsur-unsur lain yang terlarut dalam minyak bumi salah satunya yaitu CH3COOH. Oleh karena itu, permasalahan korosi harus dikendalikan yaitu dengan memperlambat laju korosi pada sistem perpipaan tersebut. Salah satu cara mengendalikan korosi adalah dengan menggunakan inhibitor korosi. Dalam dunia industri minyak dan gas salah satu inhibitor yang sering digunakan yaitu inhibitor turunan Imidazoline. Selain itu belakangan mulai dikembangkan inhibitor berbasis obat. Salah satu obat yang dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor yaitu Parasetamol. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pH, kecepatan aliran fluida serta perbandingan volume inhibitor terhadap laju korosi pada baja karbon rendah ST-41 serta mempelajari morfologi permukaan baja karbon rendah hasil proses korosi sebagai akibat dari pH dan kecepatan aliran fluida dalam lingkungan CH3COOH dengan menggunakan metode flow loop. Penelitian ini menggunakan baja karbon rendah ST-41 sebagai kupon uji dengan variasi pH yaitu 4 dan 6 serta kecepatan aliran fluida sebesar 0.5, 1 dan 1.5 m/s dimana pada lingkungan dilakukan penambahan inhibitor yang terdiri dari Imidazoline dan Parasetamol dengan perbandingan volume masing-masing sebesar 25%:75% dan 50%:50% serta pengamatan weight loss setiap 4 dan 8 hari. Dan selanjutnya dilakukan pengujian XRD, FTIR dan SEM untuk mengetahui karakteristik serta morfologi baja yang mengalami korosi. Berdasarkan pengujian weight loss didapatkan nilai efisiensi inhibitor tertinggi adalah pada sampel pH 6 pada 0.5 m/s, 50%:50% dengan waktu perendaman 4 hari sebesar 65.734%. pengujian XRD menemukan adanya senyawa Fe2O3 dan FeOOH sebagai produk korosi dan juga Fe24N10 yang terbentuk karena reaksi antara Fe dan atom nitrogen pada pyridine. Pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi pada inhibitor campuran yang ditemukan pada sampel. Hasil pengujian SEM menunjukkan gerusan dan permukaan yang kasar yang disebabkan oleh aliran fluida ======================================================================================================== Corrosion in the oil and gas industry is generally caused by the presence of CO2 but in addition, corrosion in the oil and gas industry can also caused by the presence of other dissolved elements in the crude oil, one of them is CH3COOH. Therefore, the corrosion problem must be controlled by slowing the rate of corrosion in the piping system. One way to control corrosion is to use a corrosion inhibitor. In the oil and gas industry one of the most commonly used inhibitors is the Imidazoline derivative inhibitor. In addition, a drug-based inhibitor was developed. One of the drugs that can be used as an inhibitor is Paracetamol. The purpose of this study is to analyze the effect of pH, flow rate of fluid and the volume ratio of inhibitor to corrosion rate on low ST-41 carbon steel and to study the morphology of low carbon steel surface of corrosion process as a result of pH and flow rate of fluid in CH3COOH environment using flow loop. This study use ST-41 low carbon steel as test coupon with pH variation of 4 and 6 and fluid flow velocity of 0.5, 1 and 1.5 m/s in which the addition of an inhibitor consisting of Imidazoline and Paracetamol with volume ratio of 25%:75% and 50%:50% and weight loss observations every 4 and 8 days. The specimens then tested by XRD, FTIR and SEM to determine the corrosion characteristics of ST-41 steel. Based on the weight loss test, the highest value of inhibitor efficiency is at 0.5 m/s, 50%:50%, pH 6 with 4 days immersion of 65.673%. XRD testing found the presence of Fe2O3 and FeOOH as the corrosion products and also found the presence of Fe24N10 compounds formed due to the reaction between Fe and nitrogen atoms in pyridine. FTIR result showed the presence of functional groups of the inhibitors found on the sample. SEM test results show cavity and rough surfaces caused by the flow of the fluid

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSMt 620.112 23 Rah p-1 3100018074260
Uncontrolled Keywords: Korosi, Flow Loop, Laju Aliran Fluida, pH, Perbandingan Volume Inhibitor
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.74 Corrosion and anti-corrosives
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Gde Doddy Rahyudha
Date Deposited: 20 Feb 2018 02:13
Last Modified: 29 Apr 2020 23:28
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/49296

Actions (login required)

View Item View Item