Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analsis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3)

Permana, Dewani Intan Asmarani (2017) Redesign Sistem Peredam Sekunder dan Analsis Pengaruh Variasi Nilai Koefisien Redam Terhadap Respon Dinamis Kereta Api Penumpang Ekonomi (K3). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2113100063-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Kereta api merupakan salah satu alternatif jasa angkutan umum darat yang masih sangat diminati. Terbukti dari data Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa pada tahun 2015, kereta api di Indonesia telah mengangkut sebanyak 891 juta penumpang setiap harinya. Hal ini menuntut perkeretaapian di Indonesia untuk meningkatkan kualitas dari kereta api. Kereta api hendaknya memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi bagi para penumpang. Medan yang dilalui oleh kereta api akan menimbulkan getaran yang menyebabkan para penumpang merasa kurang nyaman. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem suspensi sekunder kereta api untuk mencapai respon yang diinginkan, yaitu kenyamanan bagi penumpang kereta dengan kondisi medan yang bervariasi maupun saat terjadi perubahan kecepatan dan perubahan massa muatan. Dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan pemodelan dan simulasi dari perubahan parameter yang ada pada sistem seperempat kendaraan kereta api dengan memvariasikan nilai koefisien redaman terhadap respon dinamisnya dan memodifikasi diameter orifice berdasarkan gaya redam sistem suspensi sekunder kereta api terhadap displacement maupun kecepatan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Matlab dan input yang digunakan yakni berupa input sinusoidal dengan variasi frekuensi antara 0,5 Hz hingga 2 Hz dengan kenaikan setiap 0,5 Hz. Parameter yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari pengambilan data di PT. INKA antara lain yaitu massa carbody 10000 kg, massa bogie 1500 kg, diameter orifice sebelum modifikasi 0,2 cm, diameter piston 5 cm, dan diameter piston rod 3,54 cm. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa nilai konstanta redaman sebesar 40700 Ns/m memiliki respon yang paling baik, yaitu pada kecepatan 50 km/jam hingga 100 km/jam. Hal ini ditinjau dari respon perpindahan, kecepatan, maupun percepatan yang dialami oleh sistem suspensi sekunder kereta api. Berdasarkan RMS perpindahan, RMS percepatan, maupun bode diagram dari sistem kendaraan dengan variasi konstanta redaman sebesar 40700 Ns/m juga merupakan yang paling baik jika dibandingkan dengan konstanta redaman lainnya. Pada sistem suspensi sekunder, perubahan variasi diameter orifice mempengaruhi besarnya gaya redam. Variasi diameter paling kecil menghasilkan nilai gaya redam yang paling besar. Selain itu, variasi diameter sebesar 2,356 mm merupakan nilai yang paling sesuai untuk dipasangkan pada sistem kendaraan kereta api dengan konstanta redaman sebesar 40700 Ns/m. =================================================================================================== Train is one of the alternative land transportation service which is still in great demand. As evidenced by the data of Badan Pusat Statistik which mentions that in 2015, the train in Indonesia have brought 891 million passenger each day. This demanded the railway in Indonesia to improve the quality of trains. Trains should have a high level of comfort for the passengers. The terrain that the train passes will cause a vibration that causes passengers to feel uncomfortable. Therefore, we need the development of the train’s secondary suspension system to achieve the desired response, ie comfort for train passenger with varying terrain conditions as well as velocity changes and mass load changes. In this final project, we have modeled and simulated the change of parameters that existed in quarter railway system by varying the damping coefficient value to the dynamic responses. And modify the orifice diameter based on the damping force of the secondary suspension system of the train against the displacement and the velocity. The simulation is done by using Matlab software and the input that used in this simulation is sinusoidal input with the frequency variation between 0,5 Hz to 2 Hz. Parameters that used in this final project were obtain from data collection at PT. INKA among others, the mass of carbody 10000 kg, the mass of bogie 1500 kg, the orifice diameter before modification 0,2 cm, the piston diameter 5 cm, and the piston rod diameter 3,54 cm. From the simulation results obtained that the value of damping coefficient of 40700 Ns/m has the best response that is at the velocity of 50 km/h to 100 km/h. In terms of the response of velocities, displacements, and accelerations that experienced by the secondary suspension system. Based on RMS displacements, RMS accelerations, and the bode diagram of the vehicle system with variation of damping coefficient of 40700 Ns/m is also the best when compared with other damping coefficients. In the secondary suspension system, changes in orifice diameter variations affect the magnitude of the damping force. The smallest diameter variation generates the damping force value most. Furthermore, the diameter variation of 2,356 mm is the most appropriate value to be attached to the railway vehicle system with a damping coefficient of 40700 Ns/m.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 620.23 Per r-1 3100018074850
Uncontrolled Keywords: bogie, sistem suspensi sekunder, diameter orifice, koefisien redam
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD892 Noise control
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Permana Dewani Intan Asmarani
Date Deposited: 27 Mar 2018 03:23
Last Modified: 24 Sep 2020 02:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/50205

Actions (login required)

View Item View Item