Perencanaan Perbaikan Tanah Di Dasar Lahan Reklamasi Dan Tanggul Reklamasinya Pada Terminal New Priok, Kalibaru, Jakarta Utara

Yulian, Ahmad Adam (2015) Perencanaan Perbaikan Tanah Di Dasar Lahan Reklamasi Dan Tanggul Reklamasinya Pada Terminal New Priok, Kalibaru, Jakarta Utara. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3111100074-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (25MB) | Preview

Abstract

Indonesia Port Company ( IPC) atau PELINDO II merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak dalam bidang industri pelabuhan. IPC mendapat banyak tantangan dalam merespon peluang untuk menjadi Perusahaan Pelabuhan Internasional pertama di Indonesia. Tantangan – tantangan tersebut meliputi kemacetan di pelabuhan utama Tanjung Priok dan perubahan dinamika pasar yang semakin membutuhkan efisiensi yang tinggi. IPC telah mengembangkan rencana strategis jangka panjang untuk menjawab tantangan – tantangan terseut. Salah satu jawabannya adalah dengan dibangunnya Terminal Newpriok. Dengan adanya Terminal Newpriok pada pelabuhan Tanjung Priok akan dapat mengakomodir 18 Juta TEUs per tahun pada tahun 2023. Terminal Newpriok bertempat di Kalibaru Utara, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam perencanaannya, area container yard 1B menggunakan lahan reklamasi. Area yang di reklamasi berukuran 900 m x 2050 m. Berdasarkan proses penyelidikan tanah meliputi hasil boring log dan N-SPT, area reklamasi akan dibangun diatas tanah yang sangat lunak. Lapisan tanah lunak mempunyai sifat yang cenderung compressible (mudah memampat), tahanan geser rendah, permeabilitas rendah, dan daya dukung rendah. Kemudian dalam perencanaanya, H final yang akan digunakan adalah 4,5 meter. Hal – hal inilah yang menjadi problem utama iv dalam perencanaan reklamasi dan harus diatasi dengan dilakukan perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang mudah dan ekonomis untuk reklamasi adalah metode preloading. Sistem preloading adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah dengan memberi beban awal yang dilakukan secara bertahap. Dengan kecilnya permeabilitas tanah lunak dalam mengalirkan air pori, dalam proses perbaikan tanah ini perlu mengkombinasikan antara preloading dengan PVD. Dengan pemasangan PVD akan mempercepat proses konsolidasi primer. Selain permasalahan settlement yang harus diatasi, dalam pelaksanaan reklamasi harus dipertimbangkan stabilitas dan pengaruh arus. Oleh karena itu, selain merencanakan reklamasi perlu direncanakan juga tanggul reklamasi yang berfungsi melindungi tanah timbunan dari terjangan arus yang dapat menyebabkan kelongsoran pada timbunan tersebut. Tinggi timbunan awal yang dibutuhkan pada Zona A adalah 19,3 m, pada Zona B setinggi 18,3 m, pada Zona C setinggi 19 m dan pada Zona D setinggi 18 m. Timbunan awal tersebut sudah termasuk beban surcharge setinggi 5,5 m yang setara dengan 6 tiers kontainer 20 TEUs dengan qsurcharge=9,75 t/m2. Dari hasil perhitungan volume didapatkan volume tanah urug yang dibutuhkan pada proyek reklamasi ini adalah 35.958.963 m3. Panjang PVD yang dibutuhkan adalah 2.824.625 m atau sebanyak 23 kontainer 40 TEUs. Geotextile yang dibutuhkan adalah 5.250.400 m2 atau sebanyak 5.251 roll geotextile woven. Kebutuhan micropile adalah 88.500 buah CSP dengan diameter 600 mm. Sedangkan Steel Pipe Piles yang dibutuhkan sebagai sheetpile berjumlah 1.864 buah. Dengan total biaya yang dibutuhkan Rp. 3.462.841.272.690,00 =========================================================================================================== Indonesia Port Company (IPC) or Pelindo II is one of the Badan Usaha Milik Negara (BUMN) engaged in the port industry. IPC got a lot of challenges in responding to the opportunity to become the first International Port Company in Indonesia. The challenges include congestion at the main port of Tanjung Priok and changing market dynamics are increasingly requiring high efficiency. IPC has developed a long-term strategic plan to address the challenge. One answer is with the construction of Terminal Newpriok. With the Terminal Newpriok at Tanjung Priok port will be able to accommodate 18 million TEUs per year on 2023. Terminal Newpriok housed in North Kalibaru, Cilincing, North Jakarta. In planning, container yard area 1B using reclamation. The reclamation area measuring 900 m x 2050 m. Based on the investigation process of soil includes the results of boring logs and N-SPT, the reclamation area will be built on very soft soil. Soft soil layers have properties that tend to be compressible (easily condenses), low shearing resistance, low permeability, and low carrying capacity. Later in planning, H-finals that will be used is 4.5 meters. All of that is the main problem in planning reclamation and must be addressed by conducting soil improvement. Soil improvement that is easy and economical to reclamation is a method of preloading. Preloading system is a method used to increase the carrying capacity of the land to give vi the initial load is done gradually. With little permeability in the soft soil pore water flow, soil improvement process is necessary to combine the preloading with PVD. With the installation of PVD will accelerate the process of consolidation of the primary. In addition to settlement problems that must be addressed, in the implementation of reclamation should be considered stability and influence the flow. Therefore, in addition to the reclamation plan should be planned well an embankment that protect land reclamation from the brunt of the current that can cause a landslide on the heap. High initial heap required in Zone A was 19.3 m, in Zone B as high as 18.3 m, in Zone C as high as 19 m and in Zone D as high as 18 m. The initial heap surcharge already included loads as high as 5.5 m which is equivalent to 6 tiers of containers 20 TEU with Q surcharge = 9.75 t / m2. From the volume calculation results obtained fill soil volume needed at this reclamation project is 35,958,963 m3. PVD length required is 2,824,625 m or as many as 23 containers of 40 TEUs. Geotextile is needed is 5.2504 million or as much as 5,251 m2 woven geotextile roll. Micro pile requirement is 88500 pieces with a diameter of 600 mm CSP. While Steel Pipe Piles required as sheet pile amounted to 1,864 units. With a total cost needed Rp. 3.462.841.272.690,00

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSS 624.151 363 Yul p
Uncontrolled Keywords: Reklamasi, tanah lunak, pvd, preloading, sheetpile, micropile, geotextile.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 17 Apr 2018 04:02
Last Modified: 24 Aug 2018 07:51
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/51752

Actions (login required)

View Item View Item