Analisis Tanah Longsor Menggunakan Data SAR Dengan Teknik Small Baseline Subset (SBAS). Studi Kasus : Kabupaten Ponorogo

Ayani, Raudlah Hawin (2018) Analisis Tanah Longsor Menggunakan Data SAR Dengan Teknik Small Baseline Subset (SBAS). Studi Kasus : Kabupaten Ponorogo. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03311440000008-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Bencana tanah longsor salah satunya di Kabupaten Ponorogo menyebabkan dampak negatif bagi penduduk setempat dan lingkungannya, salah satu dampak negatifnya adalah perubahan deformasi. Tanah longsor yang disebabkan oleh pengikisan tanah oleh air, adanya gempa bumi yang menyebabkan getaran, serta adanya perubahan lempeng yang menjadi pemicu adanya bencana tanah longsor. Perubahan deformasi dapat diukur dari menggunakan Time series InSAR (Interferometry SAR) dengan teknologi SBAS (Small Baseline Subset). Dalam penelitian ini menggunakan hasil dari DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar) citra satelit dari tahun 2016, 2017, dan 2018 serta menggunakan DEM SRTM 30 meter. Hasil menunjukkan bahwa metode SBAS dapat diterapkan mengetahui deformasi lebih teliti karena dengan baseline yang lebih rapat dan menggunakan lebih banyak data. Hasil rata-rata perubahan deformasi pada tahun 2017 menunjukkan rata-rata perubahan subsidence (penurunan muka tanah) 10.75 cm selama bulan maret-oktober 2017 dan upflit (kenaikan muka tanah) 5 cm selama bulan maret-oktober 2017. Jika dikaitkan dengan kondisi geologi, curah hujan, dan jenis tanah yang mendukung terjadinya perubahan deformasi di Kabupaten Ponorogo. Perubahan deformasi Kabupaten Ponorogo dapat disebabkan dari struktur geologi, jenis tanah, curah hujan yang menyebabkan perubahan tanah, serta kegunaan tata guna lahan. ============================================================================================================= Landslide disasters, one of them in Ponorogo Regency, is negative for the local population and its environment, one of which is the negative deformation. Landslides carried out by the erosion of the soil by air, including earthquakes that cause vibration, and also the plates that trigger a landslide disaster. The change in deformation can be measured by using the InSAR time series (Interferometry SAR) with the SBAS (Small Baseline Subset) technology. In this study using the results of DInSAR (Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar), satellite images from 2016, 2017, and 2018 and using DEM SRTM 30 meters. The results show that the SBAS method can apply more information on a more basic basis and use more data. The average yield of high deformation in 2017 shows the average land-drop (ground level) of 10.75 cm during the month of march-october 2017 and upflit (5 cm during the month of march-october 2017 rise in land surface). If the geological conditions, precipitation, and the corresponding soil types in the Ponorogo. The change of deformation of Ponorogo Regency can be derived from the geological structure, soil type, rainfall that affects the soil, slope, and the usefulness of land use.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 551.307 Aya a-1 3100018075895
Uncontrolled Keywords: Deformasi, InSAR, DInSAR, SBAS, Kabupaten Ponorogo, dan Sentinel 1-A,
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ayani Raudlah Hawin
Date Deposited: 03 Dec 2018 05:34
Last Modified: 01 Oct 2020 03:55
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/52835

Actions (login required)

View Item View Item