Aplikasi Model Gauss Termodifikasi Terhadap Dispersi Pencemaran Udara Dari Sumber Majemuk (Studi Kasus Industri Semen Di Kabupaten Bogor)

Widyani, Anisa Fadhillah (2018) Aplikasi Model Gauss Termodifikasi Terhadap Dispersi Pencemaran Udara Dari Sumber Majemuk (Studi Kasus Industri Semen Di Kabupaten Bogor). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
UPLOAD TA PERPUS PUSAT.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Peningkatan industri semen di kawasan industri Gunung Putri di Kabupaten Bogor, berpotensi meningkatkan gas buang sisa yang dapat berdampak pada masyarakat di permukiman sekitar. Gas polutan yang dihasilkan antara lain adalah SO2 dan NOx. Kedua polutan ini dengan adanya oksidan di atmosfir dapat terkonversi menjadi asam nitrat dan asam sulfat. Keterbatasan jumlah titik pantau, perubahan meteorologi, dan pola musim menyebabkan data monitoring kualitas udara ambien belum dapat mendeskripsikan kualitas udara secara komprehensif. Maka dilakukan suatu studi pemodelan dispersi pencemaran udara di wilayah industri semen untuk mendeskripsikan dan analisis kualitas udara akibat industri. Studi ini juga dimaksudkan untuk melengkapi data dasar pengelolaan yang lebih murah. Pada studi ini digunakan model Gauss dimodifikasi dengan kinetika fotokimia untuk mendapatkan pola dispersi dari sumber yang telah diidentifikasi. Parameter pencemar adalah SO2 dan NOX. Beban emisi diestimasi dari data pengukuran emisi dan data teknis industri semen tahun 2016-2017 di Kabupaten Bogor. Karakteristik udara menggunakan data iklim dari stasiun meteorologi kelas 1 Bogor, periode pengamatan tahun 2017. Hasil analisis pola umum angin berupa arah dan kecepatan angin digambarkan dalam mawar angin (wind rose) sebagai input dalam perhitungan model dispersi. Perhitungan konsentrasi ambien dilakukan menggunakan aplikasi MATLAB dengan grid 300. Pola sebaran dibedakan dalam periode rata-rata musim kemarau dan periode rata-rata musim hujan. Pola sebaran dibedakan dalam periode rata-rata musim kemarau dan periode rata-rata musim hujan. Hasil penelitian menunjukkan pola angin pada kondisi atmosfer rata-rata musim kemarau dominan ke arah selatan, sedangkan kondisi atmosfer rata-rata pada musim hujan dominan ke arah selatan dan barat. Perhitungan model menunjukkan konsentrasi maksimum SO2 pada musim hujan dan kemarau diperoleh sebesar 57,6 µg/Nm3 dan 42,5 µg/Nm3 pada jarak < 1 km dari pabrik. Konsentrasi maksimum NO2 pada musim hujan dan kemarau diperoleh sebesar 117 µg/Nm3 dan 134,2 µg/Nm3 pada jarak < 1 km dari pabrik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar emisi SO2 dan NO2 cerobong jatuh pada area industri. ==================================================================================================== The increasing cement industry in Gunung Putri Industrial Area has potential to increase the exhaust gases which will affected to the surrounding area. Polluted gases which generated from industrial activities are SO2 and NO2. Both of these pollutants in the presence of oxidants in the atmosphere and clouds can be converted to nitric acid and sulfuric acid. limited monitoring points, meteorological changes, and seasonal patterns, the result monitoring data haven’t able to describe the air quality comprehensively. Air pollution dispersion modeling in the cement industry to describe and analyze the air quality caused by the industry. This study also to intended supplement basic management data in cheaper cost. In this study, Gauss model was modified by photochemical kinetics to obtain the dispersion pattern from identified point sources. The pollutant parameters are SO2 and NOx. Emission are estimated from the emissions measurement data and technical data of bogor district’s cement industry in 2016-2017. Meteorology Characteristics is used climate data from Bogor meteorogical station class 1, in observation period 2017. The analysis result of wind pattern direction and velocity is create in wind rose as input to the calculation in dispersion model. The calculation of ambient concentration is used MATLAB with grid 300. Distribution pattern will different in average dry season and average rainy season. The results showed that wind patterns in the average dry season are dominantly southward, while in the average rainy season are dominant to the south and west. Model showed the maximum concentration of SO2 during the rainy and dry seasons are obtained at 57,6 μg /Nm3 and 42.5 μg/Nm3 at >1 km from the sources. The maximum concentration of NO2 in the rainy and dry seasons are obtained at 117 μg /Nm3 and 134,2 μg /Nm3 at at >1 km from the sources. The results showed that most of NO2 and SO2 emissions fell on industrial areas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSL 628.53 Wid a-1 3100018075950
Uncontrolled Keywords: Gas NO2, Gas SO2, Gauss, Majemuk, Semen
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Widyani Anisa Fadhillah
Date Deposited: 15 Jul 2021 03:28
Last Modified: 15 Jul 2021 03:28
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/53067

Actions (login required)

View Item View Item