Reduksi Kegagalan Pada Operasional Pengolahan Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya

Mappangara, Hanifah (2018) Reduksi Kegagalan Pada Operasional Pengolahan Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03211440000102-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Kualitas air minum isi ulang masih menjadi salah satu permasalahan penting di kota-kota besar termasuk Kota Surabaya. Salah satunya di Kecamatan Wonokromo karena belum diterapkannya sistem operasional ideal yang diatur dalam Permenkes RI No 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Salah satu kegagalan yang masih sering ditemukan adalah air minum isi ulang yang mengandung Total Coliform melebihi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Total Coliform berpotensi membahayakan kesehatan manusia apabila tetap dikonsumsi masyarakat. Proses yang efektif dalam mengolah air minum isi ulang adalah menggunakan prefilter berupa saringan pasir, filter karbon, dilanjutkan dengan cartridge filter. Pengolahan dilengkapi dengan unit desinfektan berupa ozon atau sinar UV, maupun kombinasi keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbaikan dalam operasional pengolahan DAMIU yang efektif. Penelitian ini diawali dengan identifikasi risiko kegagalan melalui analisis laboratorium untuk kualitas air dan wawancara menggunakan lembar kuesioner kepada pengelola depot untuk memperoleh informasi penunjang. Kuesioner ini dibuat dengan menggunakan skala Likert untuk memudahkan penilaian. Data kualitas air dan hasil kuesioner dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software SmartPLS. Analisis dengan metode SEM menggunakan variabel laten bebas yaitu pengetahuan, perilaku, desinfeksi dan sikap. Hasil metode ini adalah uji hipotesis yang digunakan untuk membuktikan faktor apa yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas air yaitu parameter total coliform yang melebihi baku mutu. Kemudian analisis dilanjutkan menggunakan diagram fishbone untuk membantu penentuan rekomendasi perbaikan. Setelah identifikasi risiko kegagalan dan analisis penyebab kegagalan, diketahui bahwa desinfeksi merupakan variabel laten yang berpengaruh signifikan terhadap parameter total coliform. Desinfeksi dianggap signifikan karena memiliki nilai p-value kurang dari 5% yaitu sebesar 0,045. Sedangkan variabel indikator desinfeksi yang berpengaruh signifikan adalah waktu kontak. Untuk mencegah kegagalan terjadi kembali, perlu dilakukan perbaikan dalam pengoperasian yaitu menyalakan ozon 30 menit sebelum digunakan untuk mengoptimalkan waktu kontak ozon dengan air yang diolah. ============================================================================================================ The quality of drinking water refills is still one of the important problems in big cities, including Surabaya. It also happens in Wonokromo subdistrict because of the ideal operational system hasn’t been implemented which is regulated in the Indonesia Ministry of Health Regulation No.43/2014 regarding hygiene sanitation of drinking water stations. One of the common failures is the refill drinking water still contain total coliform bacteria exceeding the quality standard Indonesia Ministry of Health Regulation No.492/Menkes/IV/2010 regarding drinking water quality requirements. Total Coliform is potentially harmful to human health if it is still consumed by society. The effective process for drinking water refill treatment is using prefilter in the form of sand filter, activated carbon and followed by cartridge filters. The treatment is equipped with desinfectant unit of ozone or UV light or even the combinaton of both. The aim of this research is to identify and analyze the cause of failure which are necessary to determine the failure reduction. This research started with identification of failure risk through laboratory analysis for water quality and interview the owner of DAMIU using questionnaire to obtain supporting information. The questionnaire was made using the Likert scale to simplify the assessment. Water qualities data and quetionnaire results were analyzed by Structural Equation Modeling (SEM) method using SmartPLS software. SEM analysis consists of knowledge, behaviour, desinfection and attitude as the exogenous latent variable. The output of this method is the hypothesis testing used to prove which factors have a significant effect on water quality, it is the total coliform parameter exceeding the quality standard. Then, the analysis was followed using the fishbone diagram to assist in the determination of improvement recommendations. After identification of failure risks and the cause of failure analysis, it is known that desinfection is the latent variable that has significant effect on the total coliform parameter. Desinfection is considered as significant effect based on the p-value less than 5%, it is 0,045. Meanwhile, the indicator variable of desinfection that has significant effect is the contact time. In order to prevent the failure recur, it is necessary to make an improvement of ozone up to 30 minutes before used to optimize the contact time of ozone and treated water.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSL 628.168 Map r-1 3100018075853
Uncontrolled Keywords: Depot air minum isi ulang; Structural Equation Modeling; diagram fishbone; skala Likert; Refill drinking water station; Structural Equation Modeling; fishbone diagram; Likert scale
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD259.2 Drinking water. Water quality
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Hanifah Mappangara
Date Deposited: 25 Jul 2018 04:48
Last Modified: 13 Oct 2020 01:39
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/53324

Actions (login required)

View Item View Item