Pengeringan Lumpur IPAL Biologis pada Unit Sludge Drying Bed (SDB)

Ummah, Marita Faizatul (2018) Pengeringan Lumpur IPAL Biologis pada Unit Sludge Drying Bed (SDB). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03211440000022_Undergraduates Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan bangunan pengolahan air limbah yang menghasilkan lumpur yang mengandung air, residu organik, dan logam anorganik yang dapat mencemari lingkungan. Sludge Drying Bed (SDB) merupakan bangunan pengolahan lumpur dengan sistem pengeringan. Prinsip pengolahan lumpur pada SDB yaitu mengurangi kadar air dan volume lumpur. Pengeringan mampu mengurangi volume lumpur dengan meningkatkan kadar TS dan pengurangan pada komponen organic volatile sebesar 51-65%. Operasi unit SDB terdiri atas periode pengisian lumpur (dari 1 sampai 10 hari) diikuti dengan periode pengeringan (dari 4 hari sampai 3 bulan) yang kemudian dilakukan pengurasan. Susunan media filter yang ada pada unit SDB yaitu pada bagian bawah terdapat saluran underdrain sebagai tempat keluarnya filtrat, kemudian diatasnya terdapat lapisan kerikil dengan ketinggian 20-30 cm, di lapisan tengah terdapat media pasir dengan ketinggian 20-30 cm, dan lapisan paling atas terdapat lumpur yang akan dikeringkan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan ukuran media pasir, ketebalan lumpur, dan waktu yang paling efektif dalam proses pengeringan lumpur dengan hasil analisis filtrat yang paling mendekati baku mutu efluen air limbah. Pada penelitian ini digunakan sampel lumpur dari proses pengolahan biologis pada IPLT Keputih Surabaya. Sampel lumpur tersebut dimasukkan ke dalam reaktor dengan susunan media yang sama dengan SDB sebanyak ± 30 L. Sebelumnya dilakukan penelitian pendahuluan terlebih dahulu untuk mengetahui waktu pengendapan lumpur yang efektif. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ukuran media pasir (0,15-0,425; 0,425-0,85; 0,15-0,85 mm) dengan jenis pasir yang digunakan yaitu pasir gunung (pasir Lumajang) dan variasi ketebalan lumpur (20, 30, dan 40 cm). Penelitian ini menggunakan 9 reaktor dengan penutup pada bagian atas. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan dilakukan analisis BOD5, ammonia, dan total Coliform pada awal dan akhir penelitian. Analisis COD setiap 3 hari sekali, serta analisis suhu lumpur, suhu lingkungan dan intensitas cahaya yang dilakukan sebanyak 1 kali dalam sehari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran media pasir dan ketebalan lumpur yang paling efektif dalam proses pengeringan lumpur IPAL biologis adalah 0,15-<0,425 mm dengan ketebalan lumpur 20 cm. Persentase penyisihan lumpur yang menjadi filtrat pada unit SDB adalah COD 99,88%, TS 98,37% dan TSS 98,27%, BOD 97,3%, Amonium 96,47% , dan Total Coliform 94,5%. =========================================================================================================== Waste Water Treatment Plant (WWTP) is a waste water treatment unit that produces sludge containing water, organic residue, and inorganic metals that can pollute the environment. Sludge Drying Bed (SDB) is a sludge treatment unit with a drying system. The principle of sludge treatment in SDB is reducing water content and sludge volume. Drying can reduce the volume of by increasing TS content and reducing volatile organic component by 51-65%. The operation of the SDB unit consists of sludge filling period (1 – 10 days) followed by drying period (4 days – 3 months) and then draining period. Filter media composition in SDB unit consists of underdrain channel for filtrate to pass through in the lower part, then 20 – 30 cm of gravel layer, 20-30 cm of sand media in the middle part, and drying sludge in the uppermost part. The purpose of the study is to determine the most effective size of sand media, sludge thickness, and time in sludge drying process with filtrate analysis result that is closest to the effluent quality standard of waste water. In this research used sludge sample from the biological treatment on IPLT Keputih Surabaya. The sludge samples were fed into the reactor with the same media arrangement as SDB of ±30 L. Previously, preliminary research was done to determine the effective sludge settling time. The variation used in this research is the size of media (0,15-0,425 ; 0,425-0,85; 0,15-0,85 mm) with the type of and used is mountain sand (Lumajang sand) and sludge thickness (20, 30, dan 40 cm). This research used 9 reactors with lid on top. This research was for 30 days with analysis of BOD5, ammonium, and total Coliform at the beginning and end of the research. Analysis COD once every 3 days, and then sludge temperature, ambient temperature, and light intensity analysis in a day. The result of this research indicate that the most effective size of sand media and sludge thickness in the biological sludge drying process is 0.15-<0.425 mm with 20 cm sludge thickness. The percentage of removal of sludge into filtrate on the SDB unit is COD 99,88%, TS 98,37% dan TSS 98,27%, BOD 97,3%, Amonium 96,47% , dan Total Coliform 94,5%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSL 628.354 Umm p-1 3100018075968
Uncontrolled Keywords: Ukuran Media, Ketebalan Lumpur, SDB
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD433 Water treatment plants
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD767.7 Sewage sludge treatment and disposal
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Ummah Marita Faizatul
Date Deposited: 04 Jan 2019 03:14
Last Modified: 16 Oct 2020 03:54
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/53457

Actions (login required)

View Item View Item