Pemetaan Industri Kreatif Dalam Pengembangan Industri Kreatif Berdasarkan Pengklasifikasian Subsektor (Studi Kasus: Jember)

Cahyaningrum, Deltaningtyas Tri (2018) Pemetaan Industri Kreatif Dalam Pengembangan Industri Kreatif Berdasarkan Pengklasifikasian Subsektor (Studi Kasus: Jember). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
02411650020004-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Industri kreatif merupakan industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta kemampuan individu dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Industri kreatif menjadi penyokong dalam perekonomian bagi negara maju saat ini sehingga industri kreati memberikan kontribusi terhadpat GDP negara. Kontribusi industri kreatif terhadap GDP negara Indonesia hanya berada diposisi 30 dari 42 negara. Untuk meningkatkan kontribusi, dilakukan pengidentifikasian subsektor industri kreatif pada wilayah dengan menggunakan klasifikasi. Pengklasifikasian merupakan hal utama dalam peningkatan industri kreatif. Pengklasifikasian dilakukan dengan menggunakan metode location quotient (LQ) dan ant colony optimization (ACO). . Hasil dari LQ-ACO adalah subsektor industri kreatif terdapat lima subsektor yang memiliki potensi rendah, tujuh subsektor industri kreatif berpotensi sedang (moderate), dan empat subsektor yang berpotensi tinggi dengan nilai fungsi adalah 1406,567. Pengidentifikasian juga akan dilakukan terhadap wilayah dengan mempertimbangkan isoincome. Pemetaan ini dilakukan dengan memodifikasi location modeling berdasarkan empat kriteria, yaitu akses industri kreatif antar wilayah; akses konsumen industri kreatif berdasarkan jumlah bisnis, pendapatan perkapita wilayah, serta transportasi; pengaruh pendidikan, pendapatan perkapita wilayah, serta pengangguran; dan pengaruh sektor pariwisata. Hasil dari pemetaan wilayah ini adalah sembilan kecamatan yang berada di wilayah isoincome potensi rendah, empat kecamatan termasuk wilayah isoincome yang memiliki potensi sedang dan 18 kecamatan merupakan wilayah isoincome berpotensi tinggi. Hasil dari kedua pengidentifikasian akan digunakan untuk pengembangan industri kreatif. Pengembangan ini dengan menggabungkan kedua hasil tersebut untuk mendapatkan prioritas pengembangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah wilayah isoincome potensi rendah dan sedang matching dengan subsektor industri kreatif potensi tinggi diprioritaskan. =================================================================================Creative industry is a range of industrial activities that utilize creativity, skills, and personal ability for job creation. Economic development of a region is supported by creative industry. Creative industry gives contribute in GDP of a country and Indonesia in 30th of 42nd. Identification process of subsektor creative industry in a particular country or region is needed for incresing number of contribution GDP. Classification process is a critical step to develop and sustain the competitiveness of the creative industry. Location quotient (LQ) method and ant colony optimization (ACO) is used to classification process. The result of LQ-ACO are the creative industry sub sector have five low potential sub sectors, seven moderate potential sub sectors, and four high potential sub sectors with objective function is 1406,567. Identification will done in a region based on isoincome. The mapping is modified by location modeling with four criteria, are accessibility to other region; accessibility to consumer demand; the effect of education, region’s GDP, and unemployment; the effect of tourism sector. The result of region mapping are nine regions in low potential isoincome region, four regions in moderate potential isoincome region, and 18 regions in high potential isoincome region. All of the result is used to developing creative industry. The development of creative industry compare two result to obtain development priority. The final result of this research is low and moderate potential isoincome region matched with high potential sub sectors is priorited.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: klasifikasi, LQ-ACO, wilayah isoincome, location modeling
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics > HA31.7 Estimation
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD108 Classification (Theory. Method. Relation to other subjects )
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering
Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Deltaningtyas Tri Cahyaningrum
Date Deposited: 23 Jun 2021 08:18
Last Modified: 23 Jun 2021 08:18
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/53841

Actions (login required)

View Item View Item