Modifikasi Desain Jembatan Landak Menggunakan Struktur Cable Stayed di Pontianak, Kalimantan Barat

Prasetyo, Adhi Dharma (2018) Modifikasi Desain Jembatan Landak Menggunakan Struktur Cable Stayed di Pontianak, Kalimantan Barat. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03111440000142-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Jembatan adalah suatu bangunan yang memungkinkan suatu jalan menyilang sungai/saluran air, lembah atau menyilang jalan lain yang tidak sama tinggi permukaannya. Dengan melihat fungsi sarana transportasi yang cukup besar dan vital bagi kehidupan khususnya untuk menunjang perekonomian di daerah Pontianak, maka dibangun Jembatan Landak II sebagain penghubung kabupaten Pontianak Timur dan kabupaten Pontianak Barat. Dalam perencanaan modifikasi Jembatan Landak II akan dibangun dengan menggunakan konstruksi cable-stayed Two Vertical Planes System. Jembatan ini dibagi menjadi dua bentang dengan panjang masing-masing bentang 96.75 m serta lebar jalan jembatan 16,5 meter. Konfigurasi kabel menggunakan Semi-harp Pattern. Material yang menyusun lantai kendaraan berupa elemen komposit antara pelat baja gelombang (Compodeck) dengan beton bertulang. Sedangkan untuk gelagar jembatan menggunakan twin box girder baja. Struktur Pylon dari beton bertulang terletak pada bagian pemisah jalur jembatan yang berada pada kedua tepi sungai. Adapun hasil dari perencanaan ini struktur sekunder jembatan terdiri atas railing dengan profil baja hollow diameter 60,5, trotoar dengan tebal 200 mm, pelat lantai kendaraan dengan tebal pelat beton 200 mm dan aspal 50 mm, dan gelagar yang terdiri dari gelagar melintang WF 1650.550.16.35, gelagar memanjang WF 400.300.9.14, serta gelagar kantilever WF 300.200.9.14. untuk sambungan gelagar kantilever dan gelagar melintang menggunakan sambungan las dan juga baut pada sayap dan badan, sedangkan untuk gelagar memanjang menggunakan sambungan baut dengan plat L. Struktur utama teridiri atas gelagar utama yang menggunakan twin rectangular box girder 3500.2500.70.70, kemudian stay cable tersusun atas 7-wire strand yang mempunyai 4 macam diameter dan pylon yang didesain menggunakan material beton bertulang dengan dimensi 4500 mm x 3500 mm dengan rongga didalamnya. Untuk permodelan struktur utama dan analisa struktur menggunakan program bantu MIDAS/Civil dengan pembebanan statis dan dinamis, selanjutnya analisa metode pelaksanaan (staging analysis) menggunakan metode demolishing procedure melalui backward solution. Selanjutnya jembatan juga dianalisa stabilitas aerodinamis yang meliputi kontrol terhadap frekuensi alami, efek flutter, dan juga vortex-shedding. ==================================================================================================== Mode of transportation is a requisite that human always need. It provides convenience to every aspect of life. Bridge is one of the most crucial mode of transportation. Bridge is a construction that provides a road to cross a river, a valley, an unlevel terrain, etc. The role of it affects many aspect of life, mainly economical, social, and cultural climate in a region. Reviewing how pivotal the role of this mode of transportation in every aspect in life, especially in Pontianak, Jembatan Landak II in Pontianak, West Kalimantan is built to connect Kabupaten Pontianak Timur and Kabupaten Pontianak Barat. In modification design of Jembatan Landak II, cablestayed Two Vertical Planes System construction is used. The bridge is divided into two span, by 96.75 m length and by 16.5 m width each. Cable configuration uses Semi-harp Pattern. Material that composed the deck is composite compodeck and reinforced concrete. For the main girder uses steel twin box girder. Pylon structure from reinforced concrete is located on the both of of the river banks. Secondary structure of the bridge comprised of railing with hollow steel profile 60,5 diameter, curb 200 mm thickness, deck plate with 200 mm concrete thickness & 50 mm asphalt thickness, girder which comprised of WF 1650.550.16.35 transverse girder, WF 400.300.9.14 stringer, and WF 300.200.9.14 cantilever girder. The connection of cantilever girder and transverse girder is using welding connection and bolt for the flange and web, meanwhile for the stringer is connected by bolt and L-plate. The main structure is consist of main girder tht use twin rectangular box girder 3500.2500.70.70, cable stay composed with 7-wire strand with four type of different diameter and pylon designed by reinforced concrete with 4500 mm x 3500 mm dimension with hollow reinforced concrete. Main structure modeling and structure analysis utilizing MIDAS/Civil with static and dynamic load, followed by staging analysis using demolishing procedure method through backward solution. Aerodynamic stability of the bridge is also analyzed through natural frequency control, flutter effect control, and vortex-shedding control.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: cable stayed, jembatan, two vertical planes system, Semi-harp Pattern, twin box girder
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TG Bridge engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Adhi dharma prasetyo
Date Deposited: 17 Jun 2021 07:43
Last Modified: 17 Jun 2021 07:43
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54112

Actions (login required)

View Item View Item