Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Paseban Secara Berkelanjutan di Kabupaten Jember

PUTRI, SARI DIWANTI (2018) Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Paseban Secara Berkelanjutan di Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
08211440000063_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (10MB) | Preview

Abstract

Pantai Paseban merupakan salah satu pantai di Kabupaten Jember yang memiliki daya tarik baik dari segi wisata alam maupun budaya yang belum dikembangkan dengan optimal. Diman terdapat kerusakan ekosistem mangrove dan adanya ancaman penambangan pasir besi yang dilakukan oleh pihak swasta. Disisi lain, nilai ekonomi pasir besi yang tinggi menyebabkan masyarakat tergiur untuk melakukan penambangan serta pendapatan nelayan yang masih tergolong kecil. Sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan arahan pengembangan wisata secara berkelanjutan di kawasan wisata Pantai Paseban. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode content analysis digunakan untuk menjawab sasaran pertama yaitu identifikasi karakteristik kawasan wisata Pantai Paseban secara berkelanjutan dan sasaran kedua yaitu menentukan faktor yang mempengaruhi keberlanjutan. Tahap selanjutnya yaitu menentukan zona pengembangan wisata di kawasan wisata Pantai Paseban melalui metode deskriptif kualitatif dan teknik overlay. Tahap terakhir yaitu merumuskan arahan pengembangan wisata secara berkelanjutan yang dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga pembagian zona pengembangan wisata yaitu : 1) zona lingkungan alam, 2) zona pemanfaatan kegiatan rekreasi, dan 3) zona pelayanan umum dengan persentase luas masing-masing ± 33,58, ± 8,59, dan ± 57,83. Adapun arahan fisik pada zona lingkungan alam yaitu membuat pintu air untuk menjebak sampah dan menambah atraksi sepeda air di sungai. Sedangkan untuk arahan non fisik yaitu menetapkan pelarangan kegiatan penambangan pasir besi pada kawasan wisata, pelarangan pembangunan sarana dan prasaran seperti kamar mandi umum dan warung makan, membatasi jumlah pengunjung pada area pelestarain cemara laut, menetapkan aktivitas yang di ijinkan untuk kegiatan edukasi, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, melakukan kegiatan pelatihan, pendampingan, pembinaan kepada masyarakat dalam kegiatan pelestarian, mengembangkan eduwisata, dan sosialisasi sadar wisata, serta melakukan pertemuan rutin untuk meningkatkan pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata. ==================================================== Paseban Beach is one of the beaches in Jember district that has attractiveness in terms of natural and culture tourism that hasnot been developed optimally. There was damaeg of mangrove ecosystem and threat of iron sand mining done by private sectors. On the other hand, high economic value of iron sand caused people to be tempted to mine and the income of fisherman was still low. Therefore, the study needed to be done to minimize the impact. The study aimed to formulate the direction of sustainable tourism development at Paseban Beach tourism area. To achieve the aim, content analysis method was used to answer the first target, namely identification of characteristics of Paseban Beach tourism area sustainably and the second target was determining tourism the factor affecting sustainability. The next stage was determining tourism development zones at Paseban Beach tourism area using descriptive qualitative and overlay technique. The last stage was formulating the direction of sustainable tourism development using descriptive qualitative method. The results of the study showed that there are three classifications of tourism development zones, namely : 1) natural environment zone, 2) recreational activity zone, and 3) public service zone with area percentage respectively ± 33,58, ± 8,59, and ± 57,83. The physical direction on natural zone was to make a water gate to trap garbage and add attraction of water bikes on the river. While the non-phisical direction was to implement prohibition of iron sand mining on the tourism area, prohibition of tourism facilities and infrastructure, restriction of number of visitors on sea pine, conservation area, determination of allowed activities for education, research, and development of public knowledge, training, accompaniment, guidance for the people in conservation activities, development of edutourism, and socialization of torism awarness, as well as routine meeting to improve the involvement of local people in tourism development.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: arahan pengembangan wisata berkelanjutan, Pantai Paseban, wisata berkelanjutan, zona pengembangan wisata.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure > GV191.66 Outdoor recreation resources planning and management
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Putri Sari Diwanti
Date Deposited: 24 Jun 2021 02:33
Last Modified: 24 Jun 2021 02:33
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54697

Actions (login required)

View Item View Item