Produksi Biogas dari Eceng Gondok dengan Penambahan Kotoran Sapi sebagai Solusi Energi Terbarukan Menggunakan Reaktor Plugflow

Nasution, Rakhmat Asrie Wibowo and Izzati, Dinal (2018) Produksi Biogas dari Eceng Gondok dengan Penambahan Kotoran Sapi sebagai Solusi Energi Terbarukan Menggunakan Reaktor Plugflow. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000085_10411500000106_Non_Degree.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
10411500000085_10411500000106_Non_Degree.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Menipisnya sumber cadangan minyak dunia mengharuskan setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Biogas sebagai sumber energi alternatif mempunyai beberapa keunggulan daripada BBM dari fosil. Eceng gondok merupakan jenis gulma yang mempunyai kandungan lignoselulosa cukup besar sehingga berpotensi dalam menghasilkan biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pre-treatment terhadap bahan baku eceng gondok dengan penambahan NaOH 0,5N dan tanpa NaOH serta mengetahui pengaruh komposisi campuran eceng gondok dan air pada perbandingan 1:2 dan 1:3 terhadap produksi biogas yang dihasilkan pada reaktor Plugflow. Penelitian dimulai dengan tahap persiapan bahan baku. Tahap kedua adalah pencampuran kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1:1 kemudian memasukkannya ke dalam reaktor sebagai starter. Selanjutnya adalah menghancurkan eceng gondok menggunakan crusher lalu melakukan pre-treatment pada eceng gondok dengan memanaskannya dalam larutan NaOH 0,5N pada suhu 100oC. Terakhir adalah tahap fermentasi dengan cara memasukkan bahan baku eceng gondok kedalam reaktor plugflow. Hasil gas yang keluar dari reaktor ditampung dalam plastik berbentuk tabung, dan volume biogas yang dihasilkan diukur dengan menggunakan gelas ukur. Dari hasil penelitian didapatkan produksi rata-rata biogas pada variasi pengenceran bahan baku 1:2 dan 1:3 adalah 9983,33 ml dan 7172 ml dengan komposisi masing-masing sebesar 45,024% CH4, 11,508% CO2, 0,86% H2S, 0,3% NH3 dan 35,253% CH4, 12,412% CO2, 0,962% H2S, 0,345% NH3. Produksi rata-rata biogas pada variasi pre-treatment bahan baku dengan pemanasan 100oC tanpa NaOH dan pemanasan 100oC + NaOH 0,5N adalah 11853,33 ml dan 9110 ml komposisi biogas yang dihasilkan pada masing-masing variabel sebesar 50,197% CH4, 12,357% CO2, 0,639% H2S dan 0,334% NH3. dan 54,125% CH4, 12,357% CO2, 0,913% H2S dan 0,425% NH3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan kadar yang tepat serta adanya penambahan NaOH dapat meningkatkan volume biogas dan kadar metana pada biogas yang dihasilkan. ========================================================= The depletion of world oil reserves and the issue of emissions from fossil fuels requires each country to produce and use renewable energy immediately. Biogas as an alternative energy source has several advantages over fossil fuel, which is environmentally friendly and can be compromised. Water hyacinth is a type of weed that has lignocellulosic content is large enough to potentially produce biogas. The purpose of this research is to know the effect of pre-treatment on water hyacinth ingredients with the addition of NaOH 0,5N and without NaOH and, know the influence of composition of water hyacinth and water mixture with ratio 1: 2 and 1: 3 to biogas production produced at reactor Plugflow. Research begins with the preparation stage of raw materials, raw materials selected are water hyacinth and cow dung. The second stage is mixing cow dung and water with a ratio of 1: 1 and then put it into the reactor as a starter. Next is to destroy water hyacinth using crusher tool and then do pre-treatment on raw water hyacinth by heating it in a solution of 0.5N NaOH at a temperature of 100oC. Last is the fermentation stage by inserting raw water hyacinth into the plugflow reactor. The resultant gas emitted from the reactor is accommodated in a tubular plastic, and the resulting biogas volume is measured using a measuring cup From the research result, the average biogas production on the 1: 2 and 1: 3 raw material dilution variation is 9983,33 ml and 7172 ml with the composition respectively 45,024% CH4, 11,508% CO2, 0,86% H2S, 0 , 3% NH3 and 35.253% CH4, 12.412% CO2, 0.962% H2S, 0.345% NH3. The average production of biogas in pre-treatment variation of raw material with heating of 100oC without NaOH and heating of 100oC + NaOH 0.5N is 11853.33 ml and 9110 ml of biogas composition produced in each variable is 50,197% CH4,12,357% CO2 , 0.639% H2S and 0.334% NH3. and 54.125% CH4, 12.357% CO2, 0.913% H2S and 0.425% NH3. So it can be concluded that the addition of appropriate levels and the addition of NaOH can increase the volume of biogas and methane levels in biogas produced.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: biogas, eceng gondok, energi
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP359 Biogas
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Dinal Izzati
Date Deposited: 24 Jun 2021 00:50
Last Modified: 24 Jun 2021 00:50
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54902

Actions (login required)

View Item View Item