Pembuatan Karbon Aktif Dari Biji Kelor Dapat Menurunkan Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah

Indra Putri, Xeela Ramadhani and Wildansyah, Ramadani Lucky (2018) Pembuatan Karbon Aktif Dari Biji Kelor Dapat Menurunkan Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000003_10411500000061-Non_Degree.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu bahan organik yang cakupan pemakaiannya cukup luas, baik di industri besar maupun kecil, yang biasa dibuat dari limbah biomassa. Pembuatan karbon aktif pada penelitian ini menggunakan bahan baku dari biji kelor, yang mana karbon aktif tersebut akan digunakan untuk menurunkan asam lemak bebas dan bilangan peroksida pada minyak jelantah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengaktifan karbon aktif dari biji kelor menggunakan larutan HCl, NaCl, dan H3PO4 dengan konsentrasi larutan 7%, 9%, 11%, 13%, 15% dan waktu perendaman 20 jam dan 24 jam terhadap daya serap iodium, kadar air, kadar abu dan kadar zat mudah menguap. Menentukan konsentrasi larutan dan waktu perendaman yang paling baik pada pembuatan karbon aktif dari biji kelor untuk menurunkan bilangan peroksida dan kadar FFA dalam minyak jelantah. Prosedur penelitian pembuatan karbon aktif dari biji kelor dimulai dengan persiapan bahan baku yaitu biji kelor. Pertama, mengeringkan biji kelor sebanyak 500 gram dengan suhu 105˚C sampai berat konstan, menimbang biji kelor yang sudah dikeringkan. membuat karbon aktif, membuat larutam aktivasinya yaitu HCl, H3PO4, dan NaCl dengan konsentrasi 7%, 9%, 11%, 13%, 15% dengan variasi waktu 20 jam dan 24 jam, menganalisa karbon aktif. Analisa karbon aktif yang diuji meliputi analisa kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu dan daya serap iodin. Alat uji efektifitas karbon aktif pada minyak jelantah. Analisa pemurnian minyak jelantah yang diuji yaitu analisa kadar asam lemak bebas (FFA) dan bilangan peroksida Dari hasil percobaan didapatkan daya serap iodine berkisar antara 734,98 – 1233,68 mg/g, kadar air berkisar antara 3% - 12%, kadar abu berkisar antara 1% - 8%, dan kadar zat menguap berkisar antara 3% - 14%, yang mana hasil keseluruhan uji karbon aktif dari biji kelor memenuhi standar SNI 06-3730-95, kecuali pada pengaktifan arang menggunakan NaCl 7% dengan lama perendaman 20 jam. Hasil dari penurunan asam lemak bebas pada minyak jelantah oleh karbon aktif dari biji kelor berkisar antara 0,09 – 0,243 dengan tanpa karbon aktif sebesar 0,627, sedangkan pada penurunan bilangan peroksida pada minyak jelantah oleh karbon aktif dari biji kelor berkisar antara 0,1 – 0,9 meq/gr dengan tanpa karbon aktif sebesar 3,3 meq/gr. =========================================================== Activated carbon is one of the organic materials that the coverage is wide enough, both in large and small industries, commonly made from biomass waste. The preparation of activated carbon in this study used raw materials from moringa seeds, which the activated carbon will be used to reduce free fatty acids and peroxide numbers in cooking oil. The purpose of this research is to know the effect of activation of activated carbon from. Moringa seed using HCl, NaCl, and H3PO4 solution with 7%, 9%, 11%, 13%, 15% solution concentration and 20 hours and 24 hours immersion time on iodine absorption, moisture content, ash content and volatile substances. Determine the best concentration of solvent and time of immersion in the production of activated carbon from Moringa seed to decrease peroxide number and FFA levels in cooking oil. The research procedure of making activated carbon from moringa seed begins with preparation of raw material that is moringa oleifera seed. First, dry the moringa oleifera seeds as much as 500 grams with temperature 105˚C to constant weight, weigh the dried moringa seeds. making activated carbon, making its activation soluble HCl, H3PO4 and NaCl with concentrations of 7%, 9%, 11%, 13%, 15% with time variations of 20 hours and 24 hours, analyzing the activated carbon. The active carbon analyzes tested included moisture content, volatile substances, ash content and iodine absorption. Effectiveness test of activated carbon in cooking oil. Analysis of purification of used cooking oil that is analyzed free fatty acid content (FFA) and peroxide number From the experiments, iodine absorption rate ranged from 734.98 - 1233.68 mg / g, water content ranged from 3% - 12%, ash content ranged from 1% - 8%, and the content of evaporates ranged from 3% - 14%, whereby the overall results of the activated carbon test from moringa seeds meet the SNI 06-3730-95 standard, except for activation of charcoal using 7% NaCl with 20 hours of soaking time. The result of the reduction of free fatty acids on the cooking oil by the activated carbon of the seeds of moringa ranged from 0.09 to 0.243 with no activated carbon of 0.627, whereas in the decrease of peroxide number in the cooking oil by activated carbon from seed kelor ranged from 0.1 to 0 , 9 meq / gr with no activated carbon of 3.3 meq / g

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: biji kelor, iodine, karbon aktif
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP339 Ethanol as fuel. Biomass energy.
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Xeela Ramadhani Indra Putri
Date Deposited: 24 Jun 2021 01:08
Last Modified: 24 Jun 2021 01:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54978

Actions (login required)

View Item View Item