Genteng, Kampung Hidrofilia

Nugraha, Ramadhan Dwi (2018) Genteng, Kampung Hidrofilia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
08111440000021-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sebagai kota besar, Surabaya menjadi tujuan urbanisasi dari berbagai wilayah Indonesia. Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, hingga November 2016 tercatat pertumbuhan warga sebanyak 30.675 orang. Hingga Januari 2017, total penduduk Kota Surabaya mencapai 3.016.653 orang. Kepadatan ini berdampak pada tingginya kebutuhan warga terhadap rumah tinggal. Pada akhirnya memangkas lahan pertanian maupun ruang terbuka untuk dijadikan hunian atau permukiman. Semakin banyaknya permukiman di Kota Surabaya, semakin berkurang pula lahan pertaniannya. Kondisi seperti ini perlu disiasati dengan pola rancang arsitektural. Tujuannya adalah untuk menciptakan permukiman namun pada satu sisi tidak mengurangi lahan pertanian serta ruang terbuka kota. Pada proses desain Kampung Hidrofilia ini, pendekatan utama yang dipakai adalah teori Simbiosis Arsitektur. Kajian tapak menjadi fokus utama dikarenakan perencanaan Kampung Hidrofilia ini bersifat redesain. Kondisi eksisting dan perilaku keseharian masyarakat pada tapak perlu dipertahankan. Disesuaikan dengan teori pendekatan arsitektural yang terkait perencanaan Kampung Hidrofilia serta metode arsitektural untuk menunjang terwujudnya pendekatan yang sesuai dengan tujuan utama redesain permukiman. Perihal teknis juga menjadi pertimbangan khusus dalam perencanaan objek rancang tersebut. Hal ini bertujuan menciptakan desain yang sesuai dan menjadi katalisator potensi tapak perancangan, serta menjadi alternatif penyelesaian permasalahan Kota Surabaya. ========================================================================================================= As a big city, Surabaya become urbanitation target from other region of Indonesia. According to data from Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, until November 2016, people development as many as 30.675 soul. January 2017, total Surabaya’s inhabitant reach 3.016.653 soul. This density have impact to the height of civilians necessary about dwelling. At the end, cutting farming land or open space to made dwelling or settlement. Increasingly Surabaya settlement, on the one side reducing the farming land. This condition need to aplicating architectural design strategy. The goals are creating settlement, increas the farming land and open space. On this Hydrophilic Kampong design process, using Architecture Symbiosis as a design approach. Site analysis become main focus because Hydrophilic Kampong planning is redesign. The existing and people daily habbit on site need to maintained. Adjusted with the Hydrophilic Kampong design approach and architectural metods to realize the design approach with the main goal is to settlement redesign. Tecnical concern are become one of the redesign consideration too. To realize the goal and become site design catalyzer and alternative finishing of Surabaya’s problem.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 728.312 Nug g-1 3100018077714
Uncontrolled Keywords: Kepadatan kota, Lahan pertanian kota, Potensi tapak, Permukiman, Hidrofilia
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA7115 Domestic architecture. Houses. Dwellings
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ramadhan Dwi Nugraha
Date Deposited: 18 Nov 2020 04:58
Last Modified: 03 Dec 2020 07:44
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/55168

Actions (login required)

View Item View Item