Analisis Kelayakan dan Prioritisasi Investasi Proyek Teknologi Informasi dengan Metode Information Economics (IE) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Bank Milik Daerah

Aristamy, I Gusti Ayu Agung Mas (2018) Analisis Kelayakan dan Prioritisasi Investasi Proyek Teknologi Informasi dengan Metode Information Economics (IE) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Bank Milik Daerah. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
05211650012005-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Wajibnya kebutuhan akan penerapan Teknologi Informasi saat ini menyebabkan meningkatnya pengeluaran perusahaan untuk melakukan investasi di sektor Teknologi Informasi. Isu yang paling banyak ditemui bagi perusahaan yang ingin menerapkan sistem dan Teknologi Informasi (TI) adalah besarnya investasi dan biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi berbagai perusahaan, tak terkecuali pada Bank Milik Daerah. Karena memiliki sumberdaya yang terbatas, Bank Milik Daerah harus melakukan proses evaluasi dan prioritisasi proyek TI untuk memberikan hasil perencanaan TI yang optimal. Namun pada pelaksanaanya, hingga saat ini Bank Milik Daerah belum memiliki metode tersendiri dalam menguji kelayakan serta memprioritaskan proyek TI. Adanya permasalahan terkait belum adanya metode uji kelayakan dan prioritisasi tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dan merancang kerangka pemrioritasan proyek TI. Menggunakan metode Information Economics (IE) untuk menguji kelayakan proyek TI dan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai tools yang mendukung proses prioritisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada pendekatan studi kasus, dan akan membandingkan hasil evaluasi metode IE, dengan metode IE yang didukung oleh AHP. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keakuratan skoring yang diberikan pada metode IE. Tahap awal yang dilakukan adalah wawancara dan observasi dokumen untuk mengetahui kondisi terkini perusahaan, lalu pengisian kuisioner pembobotan kriteria oleh para pakar, dan melakukan normalisasi serta analisis konsistensi untuk mendapatkan bobot yang konsisten. Tahap selanjutnya adalah dengan merancang kerangka prioritisasi sesuai dengan bobot yang diberikan oleh pakar. Berdasarkan hasil pembobotan, kriteria Quasi Tangible memiliki bobot yang paling tinggi, yaitu 63%, kriteria Intangible sebanyak 26% dan kriteria Tangible sebanyak 11%. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan IE, ditemukan peringkat proyek sesuai dengan skoring yang didapat adalah (1) Datawarehouse, (2) GPN, (3) Samsat Online, (4) e-Money dan (5) Internet dan Mobile Banking. Sedangkan, dengan menggunakan kerangka prioritisasi menghasilkan (1) e-Money, (2) Internet dan Mobile Banking, (3) Samsat Online, (4) Datawarehouse dan (5) GPN. Hasil ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, dan berdasarkan hasil validasi dan verifikasi oleh pakar, hasil prioritisasi yang sesuai dengan manfaat bisnis perusahaan yang ingin dicapai adalah prioritisasi dengan metode IE yang didukung oleh AHP. Hal ini disebabkan dengan menggunakan AHP, manfaat yang ingin dicapai menjadi lebih terstruktur dan akurat karena diberikan bobot langsung oleh pakar. Sedangkan, pada metode IE, skoring yang diberikan masih dominan ke arah manfaat Intangible, jadi manfaat yang dievaluasi tidak merata. Melalui perbedaan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis kelayakan dengan metode IE saja belum cukup untuk bisa memprioritaskan proyek TI. Namun, diperlukan metode AHP untuk memberikan bobot dimasing-masing manfaat sesuai dengan manfaat yang ingin dicapai. Pemberian bobot bertujuan untuk menyesuaikan kerangka prioritisasi yang dirancang dengan tujuan manfaat bisnis perusahaan. ============================================================ The need for the current application of Information Technology has led to increased corporate spending to invest in the Information Technology sector. The most common issue for companies that want to implement systems and Information Technology (IT) is the amount of investment and costs that must be incurred. This is a big challenge for various companies, not least in Regional Bank. Due to its limited resources, Regional Bank must conduct the process of evaluating and prioritizing IT projects to deliver optimal IT planning results. But in the implementation, until now Regional Bank does not have its own method for testing the feasibility and prioritize IT projects. The existence of problems related to the absence of feasibility and prioritization test methods, then this study aims to test the feasibility and designing the framework of prioritizing IT projects. Using Information Economics (IE) methods to test the feasibility of IT projects and the Analytical Hierarchy Process (AHP) as tools that support the prioritization process. This study uses qualitative methods in the case study approach and will compare the results of the evaluation of the IE method, with the IE method supported by AHP. This is done to determine the accuracy of scoring given on the IE method. The initial phase is interview and document observation to find out the company's current condition, then fill in the criteria weighted questionnaires by experts, and perform normalization and consistency analysis to get consistent weight. The next stage is to design the prioritization framework in accordance with the weight given by the expert. Based on the weighting result, the Tangible Quasi-criterion has the highest weight, that is 63%, Intangible criteria is 26% and Tangible criteria is 11%. Based on the results of the analysis using IE, found the rank of the project in accordance with the scores obtained are (1) Datawarehouse, (2) GPN, (3) Samsat Online, (4) e-Money and (5) Internet and Mobile Banking. Meanwhile, using a prioritization framework produces (1) e-Money, (2) Internet and Mobile Banking, (3) Samsat Online, (4) Datawarehouse and (5) GPN. These results have significant differences and based on the results of validation and verification by experts, prioritization results in accordance with the company's business benefits to be achieved is prioritization with the IE method supported by AHP. This is because using AHP, the benefits to be achieved become more structured and accurate because given the weight directly by experts. Whereas, in the IE method, the scores given are still dominant in the direction of Intangible benefits, so the evaluated benefits are uneven. Through the difference of these results, it can be concluded that feasibility analysis with IE method alone is not enough to be able to prioritize IT projects. However, the AHP method is required to give a weight of each benefit in accordance with the benefits to be achieved. Weighting aims to adjust the prioritization framework designed with the objectives of the firm's business benefits.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Investasi Teknologi Informasi, Evaluasi Kelayakan, Prioritisasi, Information Economics
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG4529 Investment analysis
H Social Sciences > HG Finance > HG4910 Investments
T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > 59101-(S2) Master Thesis
Depositing User: I Gusti Ayu Agung Mas Aristamy
Date Deposited: 18 Jun 2021 12:07
Last Modified: 18 Jun 2021 12:07
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/55351

Actions (login required)

View Item View Item