Analisis Nilai Total Electron Content (TEC) Near Real Time Menggunakan Data GPS Dua Frekuensi (Studi Kasus: Surabaya)

Rahadyan, Almas Nandityo (2018) Analisis Nilai Total Electron Content (TEC) Near Real Time Menggunakan Data GPS Dua Frekuensi (Studi Kasus: Surabaya). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03311440000017-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Dalam penentuan posisi dengan presisi yang tinggi menggunakan Global Positioning System (GPS) terdapat pengaruh kesalahan dan bias, salah satunya adalah delay propagasi sinyal yang terdapat pada ionosfer. Ionosfer mengandung elektron yang dapat mempengaruhi propagasi gelombang elektromagnetik berupa tambahan waktu tempuh penjalarannya yang bergantung pada Total Electron Content (TEC) di ionosfer dan frekuensi sinyal GPS. Informasi tentang karakteristik ionosfer dalam suatu wilayah biasanya diwakili oleh karakteristik dari TEC, yang sangat berguna untuk memonitor perubahan nilai elektron pada lapisan ionosfer, menyediakan data kalibrasi bagi pengguna GPS, dan dalam bidang telekomunikasi nilai TEC dapat digunakan untuk mengetahui sintilasi Pada penelitian ini dilakukan analisis tentang nilai TEC yang berada pada wilayah Surabaya menggunakan data dari pengamatan stasiun CORS GPS milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yaitu stasiun CSBY. Data pengamatan yang digunakan yaitu data GPS dua frekuensi dengan lama pengamatan yaitu selama tujuh hari dari tanggal 7 Februari 2018 hingga 13 Februari 2018. Pola pergerakan TEC selama tujuh hari didapatkan dari penggambaran model berdasarkan perubahan nilai TEC selama 24 jam untuk harian pada wilayah Surabaya. Pola perubahan nilai TEC selama tujuh hari dapat dilihat dari model VTEC, hal ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan TEC yang terjadi di ionosfer Surabaya dan sekitarnya. Dengan menggunakan sistem near real time pada komputasi nilai TEC, perhitungan nilai TEC harian dapat dilakukan dengan waktu lebih singkat. Dari penelitian ini didapat pola pergerakan nilai TEC pada pengamatan selama 7 hari, mulai dari hari pertama hingga hari ketujuh mengalami pola yang hampir sama yaitu kenaikan nilai TEC pada siang hari dan penurunan nilai TEC pada malam hari. Nilai TEC maksimum terjadi pada tanggal 13 Februari 2018 jam 14.00 WIB dengan nilai 35,510 TECU. Nilai TEC minimum terjadi pada tanggal 7 Februari 2018 pada jam 05.00 WIB dengan nilai 2,138 TECU. Untuk pola spasial dari nilai TEC pada tanggal 7 Februari 2018 dimulai dari jam 01.00 WIB hingga 11.00 WIB relatif kecil ditunjukkan dengan warna biru pada area Surabaya dan sekitarnya. Kemudian nilai TEC meningkat dari jam 12.00 WIB hingga 17.00 WIB ditunjukkan dengan perubahan warna biru hingga merah pada area Surabaya dan sekitarnya. Dan nilai TEC mengecil kembali pada jam 18.00 WIB ditunjukkan dengan perubahan jingga hingga biru pada area Surabaya dan sekitarnya. ======================================================================================================= In positioning with high precision using Global Positioning System (GPS) there is an effect of error and bias, one of which is signal propagation delay contained in ionosphere. The ionosphere contains electrons that can affect the propagation of electromagnetic waves in the form of additional travel time depending on Total Electron Content (TEC) in the ionosphere and the frequency of GPS signals. Information about the characteristics of the ionosphere in a region is usually represented by the characteristics of the TEC, which is very useful for monitoring changes in the value of electrons in the ionosphere layer, providing calibration data for GPS users, and in the telecommunications field the TEC value can be used to find out the scintillation. In this research, an analysis of TEC values in the Surabaya area using CORS GPS station observation data from Badan Informasi Geospasial (BIG), that is CSBY station. Observation data used is two-frequency GPS data with observation length that is for seven days, start from February 7th, 2018 to February 13rd, 2018. The seven-day TEC movement pattern is derived from the model depiction based on the 24-hour TEC value change for daily in Surabaya area. The pattern of TEC value for seven days can be seen from TEC model, it is aimed to know the characteristic of TEC change that happened in Surabaya and its surroundings. By using a near real time system on computing TEC values, the calculation of TEC values can be done in less time. The results of this study are the pattern of movement of TEC value on observation for 7 days from the first day until the seventh day have almost the same pattern that is the increase of TEC value during the day and the decrease of TEC value at night. Maximum TEC value occurred on the February 13rd, 2018 with value of TEC is 35.510 TECU at 14.00 WIB. Meanwhile, the minimum TEC value occurs on February 7th, 2018 with a value of TEC is 2.138 TECU at 05.00 WIB. For the spatial pattern of the TEC value on February 7, 2018 starting from 01.00 WIB to 11.00 WIB, it is relatively small shown in blue in the Surabaya area and its surroundings. Then the TEC value increased from 12.00 WIB until 17.00 WIB indicated by the blue to red changes in the area of Surabaya and its surroundings. And the TEC value is shrink back at 18.00 WIB shown by the orange changes to the blue area of Surabaya and surrounding areas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.384 19 Rah a-1 3100018077630
Uncontrolled Keywords: Ionosfer, Nilai TEC, Pemodelan TEC,Ionosphere, TEC Value, TEC Modelling
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Almas Nandityo Rahadyan
Date Deposited: 16 Nov 2020 22:53
Last Modified: 27 Nov 2020 04:14
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/55380

Actions (login required)

View Item View Item