Pabrik Bioetanol dari Batang Jagung dengan Proses Hidrolisa Enzim dan Dehidrasi Molecular Sieve

Kurnia, Titis and Priandoyo, Dany Satrio (2018) Pabrik Bioetanol dari Batang Jagung dengan Proses Hidrolisa Enzim dan Dehidrasi Molecular Sieve. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000013_10411500000019-Non_Degree.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Batang jagung merupakan limbah agrikultur yang mengandung selulosa yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan proses hidrolisa enzim dengan metode pretreatment delignifikasi alkali dan dehidrasi molecular sieve. Pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 30.000 ton/tahun akan didirikan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan pertimbangan kemudahan akses bahan baku dan distribusi produk. Proses pembuatan bioetanol meliputi 5 tahap. Tahap Prehidrolisis bahan baku menggunakan 2% H2SO2. Tahap hidrolisis lignoselulosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim sellulose. Tahap fermentasi sirup gula menjadi etanol dilakukan menggunakan Z.Mobilus pada 32°C dan tekanan atmosferis. Tahap pemisahan etanol dari beer hasil fermentasi dilakukan dengan metode distilasi. Tahap pemurnian etanol dilakukan dengan metode dehidrasi menggunakan molecular sieve zeolit, hingga diperoleh kadar produk akhir sebesar 99,8%. Pabrik ini direncanakan berlokasi di Tuban, Jawa Timur dan beroperasi secara semi continue dengan operasi 300 hari/tahun; 24 jam/hari. Kapasitas produksi yang dihasilkan 38.022 ton/tahun bioethanol 99,6 %. Bahan baku yang digunakan adalah batang jagung sebesar 100.000 kg/hari dengan komposisi selulosa 42,6%, hemiselulosa 21,3%, lignin 8,3%, serta bahan pembantu : H2SO4 29.595,25 kg/hari; Ca(OH)2 37.246,36 kg/hari; enzim selulose 262,06 kg/hari; Z.Mobilus 236,08 kg/hari. Kebutuhan air pada pabrik bioethanol ini meliputi: air sanitasi 84 m3/hari; air pendingin 3.326.011,02 m3/hari; air boiler 115.971.982,2 m3/hari; air proses 771,56 m3/hari; air make up 23.563.953,22 m3/hari; air recycle 96.103.596,79 m3/hari. ======================================================== Corn stalks is an amylaceous and lignocellulosic agricultural waste and potential to be used as bioethanol production feedstock. The plant uses hydrolysis process, using alkali delignification as pretreatment method and molecular sieve dehydration. The plant operated 30.000 ton/years will be located in Tuban, East Java, due to ease of feedstock access and product distribution. Bioethanol production process includes five steps. Feedstock delignification using 2% H2SO2. Starch and lignocellulose hydrolysis into simple sugars using amylase and cellulose enzymes. Syrup fermentation to produce ethanol using Z.Mobilus at atmospheric 32°C. Ethanol separation from fermented beer using distillation method. Ethanol purification is conducted by dehydration method using zeolite as molecular sieve, to obtain final product purity of 99.8%. The plant is planned to operate semicontinuous for 30 day/year in 24 hours/day basis. The required corn stalks is 100.000 kg/day using supporting materials celulosa 42,6%, hemicelulosa 21,3%, lignin 8,3%, as well as auxiliary materials: H2SO4 29.595,25 kg/day; Ca(OH)2 37.246,36 kg/day; enzim celulose 262,06 kg/day; Z.Mobilus 236,08 kg/day. The water requirements of the bioethanol plant include : sanitation water 84 m3/day; cooling water 3.326.011,02 m3/day; boiler water 115.971.982,2 m3/day; proces water 771,56 m3/day; make up water 23.563.953,22 m3/day; recycle water 96.103.596,79 m3/day.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: bioetanol, batang jagung, molecular sieve
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD320 Cellulose. Hydrolysis
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Titis Kurnia
Date Deposited: 18 Jun 2021 11:15
Last Modified: 18 Jun 2021 11:17
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/55628

Actions (login required)

View Item View Item