Optimalisasi Waktu Ikat dan Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Menggunakan Metode Pencampuran Kering

Rizqi, Arrahmatur (2018) Optimalisasi Waktu Ikat dan Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Menggunakan Metode Pencampuran Kering. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10111410000086_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Beton geopolimer adalah beton yang menggunakan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen. Sehingga, karakteristik beton geopolimer (setting time & kuat tekan) sangat dipengaruhi oleh karakteristik fly ash (fisik, nilai pH, & kandungan kimia). Bahan dasar dari penelitian ini adalah fly ash tipe C, NaOH (flake) dan Na2SiO3.5H2O (granular). Metode pencampuran kering merupakan metode dimana bahan kimia alkali aktivator digiling bersamaan dengan bahan pozzolan komposisi tertentu, sehingga menghasilkan suatu butiran halus mirip semen. Self Compacting Concrete (SCC) adalah campuran beton yang mempunyai karakteristik dapat memadat dengan sendirinya tanpa menggunakan alat pemadat (vibrator) tanpa harus mengalami bleeding dan segregasi. Metode SSC dipilih dalam penelitan ini bertujuan untuk dapat diaplikasikan dengan mudah dalam skala besar. Material NaOH dan Na2SiO3.5H2O dalam bentuk padatan yang dihaluskan bersama fly ash tipe C untuk membuat semen geopolimer dengan menggunakan alat los angeles. Penghalusan semen geopolimer dilakukan dengan cara memutar sebanyak 500x putaran atau selama 18 menit 48 detik, menggunakan mesin los anggeles yang berisi 12 bola baja masing-masing memiliki berat 390-455 gram. Penelitian ini terdiri dari 4 variabel, setiap variabel mempunyai selisih perbandingan antara NaOH dengan Na2SiO3.5H2O sebesar 0,5-1. Pembuatan benda uji di penelitian sebanyak 32 silinder ukuran 10x20 cm dan 96 kubus ukuran 5x5x5 cm untuk proses trial and error. Hasil kuat tekan terbaik dari 4 variabel, untuk selanjutya diteliti lebih lanjut, untuk memastikan bisa tidaknya diaplikasikan dalam volume yang besar, dengan membuat benda uji 10x20 cm sebanyak 5 sampel silinder. Hasil optimum dalam penelitian ini, dengan kuat tekan tertinggi dan UPV yang mempunyai kecepatan tertinggi, adalah V4, dengan komposisi fly ash 396 Kg/m3, NaOH 56 Kg/m3, Na2SiO3.5H2O 28 Kg/m3, pasir 1056 Kg/m3, kerikil 864 Kg/m3 dan air 120 Kg/m3. Komposisi optimum tersebut menghasilkan waktu ikat 345 menit serta memiliki kuat tekan mencapai 20,6 MPa. Pengujian UPV menghasilkan rata-rata beton semen geopolimer V4 yang memiliki kualitas cukup karena mempunyai kecepatan (V) mencapai 2,944 Km/s yang berada dalam kisaran 2,0-3,0 Km/s (menurut sumber International Atomic Energy Agency, 2002). Kuat tekan paling rendah adalah V2 sebesar 2,00 MPa. Komposisi V2 adalah fly ash 396 Kg/m3, NaOH 28 Kg/m3, Na2SiO3.5H2O 56 Kg/m3, pasir 1056 Kg/m3, kerikil 864 Kg/m3 dan air 163,2 Kg/m3. ======================================================================================================== Geopolimer concrete is concrete which use fly ash as the partial complementary of cement so that the characteristic of geopolymer concrete are highly affected by the characteristic of fly ash. The base materials of this research are type C fly ash, NaOH (flake) dan Na2SiO3.5H2O (granular). Dry mixing method is a method where the chemical alkali activator is grinded with certain composition of pozzolan at the same time, so that they form a smooth granules which look like cement. SSC is a mixed concrete which is able to become solid without vibrator and without bleeding and segregated. SSC method are chosen in this research in case of this method are easy applied in big scale. Solid NaOH and Na2SiO3.5H2O are broken apart with the type C. The smoothing of geopolymer cement is done with twisting it until 500 rotation or until 18 minutes 48 seconds with los angeles machine which contains 12 steel ball which each weight is 390-455 gram. This research consists of 4 variable, each variable has the deviation of comparison between NaOH with Na2SiO3.5H2O in the amount of 0,5-1. 32 cylinder of object test are made with 10x20 cm of size and 96 cubes with 5x5x5 cm of size for trial and error process. The best result of compressive strength from 4 variables are continue to be researched furthermore to ensure the ability of the application in big volume with make 5 sample cylinder object test which size is 10x20 cm. The optimum result with highest compressive strength and the fastest UPV of this research is V4 with composition of fly ash 396 Kg/m3, NaOH 56 Kg/m3, Na2SiO3.5H2O 28 Kg/m3, pasir 1056 Kg/m3, kerikil 864 Kg/m3 dan air 120 Kg/m3. The mentioned optimum composition produces setting time in 345 minutes and the compressive strength reaches 20,6 MPa. The UPV testing produces the average V4 geopolymer cement which has proper quality because of its speed reaches 2,944 Km/s which in the range of 2.0-3.0 Km/s (International Atomic Energy Agency, 2002). The lowest compressive strength is V2 which reaches 2.00 Mpa. V2 composition is the fly ash 396 Kg/m3, NaOH 28 Kg/m3, Na2SiO3.5H2O 56 Kg/m3, pasir 1056 Kg/m3, kerikil 864 Kg/m3 dan air 163,2 Kg/m3.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSIS 620.136 Riz o 3100018076988
Uncontrolled Keywords: beton geopolimer, fly ash tipe C, semen geopolimer, Self Compacting Concrete (SCC), waktu ikat, kuat tekan.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.38 Materials--Fatigue.
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA440 Concrete--Cracking.
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA441 Aggregates
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA681 Concrete construction
Divisions: Faculty of Vocational > Civil Infrastructure Engineering (D3)
Depositing User: Arrahmatur Rizqi
Date Deposited: 04 Dec 2020 02:13
Last Modified: 04 Dec 2020 02:13
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/56128

Actions (login required)

View Item View Item