Pemodelan Inversi 2D Data Magnetotelurik Menggunakan Algoritma Non Linear Conjugate Gradient (NLCG) untuk Pemetaan Resistivitas Bawah Permukaan Daerah Panas Bumi Paralana, Australia Selatan

Darmawan, Crismanto (2018) Pemodelan Inversi 2D Data Magnetotelurik Menggunakan Algoritma Non Linear Conjugate Gradient (NLCG) untuk Pemetaan Resistivitas Bawah Permukaan Daerah Panas Bumi Paralana, Australia Selatan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3714100066-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Sistem panas bumi daerah Paralana merupakan hot dry rock system. Magnetotelurik merupakan metode yang paling sering digunakan dalam eksplorasi panas bumi karena penetrasinya yang sangat dalam dan sensitivitasnya terhadap zona konduktif. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan inversi 2D data magnetotelurik daerah Paralana menggunakan algoritma NLCG dengan tujuan menganalisis distribusi resistivitas bawah permukaannya. Hasil pemodelan inversi merupakan penampang resistivitas bawah permukaan dengan nilai rms dibawah 5%, hal ini menunjukkan model yang diperoleh adalah model yang baik. Model yang baik sangat ditentukan oleh smoothing curve, mesh parameter, model awal, dan parameter inversi. Hasil interpretasi menunjukan zona konduktif pada kedalaman ~500 m dengan nilai resistivitas 2-10 Ωm memiliki litologi berupa cretaceous dan tertiary sands dan clays. Zona yang lebih resistif dengan nilai resistivitas 30-100 Ωm pada kedalaman 500-2000 m memiliki litologi berupa cambrian dan adelaidean sandstone. Pada lapisan reisitivitas tinggi memiliki ambiguitas yang disebabkan adanya beberapa litologi batuan diantaranya batuan heatsource sehingga metode magnetotelurik kurang tepat untuk pemetaan zona heatsource. =========================================================================== Paralana geothermal system is a hot dry rock system. Magnetotelluric is the most commonly used method of geothermal exploration due to its deep penetration and sensitivity to conductive zone. In this research, 2D model inversion of magnetotelluric data of Paralana using NLCG algorithm to analysis the distribution of subsurface resistivity The result of the inversion modeling is the subsurface resistivity section with the rms error below 5%, it shows the model obtained is a good model. A good model is determined by the smoothing curve, the mesh parameter, the initial model, and the inversion parameter.The result of inversion modelling is The interpretation results show the conductive zone at depth ~500 m and the resistivity is 2-10 Ωm with the lithology of cretaceous and tertiary sands and clays. The more resistive zone with a resistivity value is 30-100 Ωm at depth of 500-2000 m with lithology of cambrian and adelaidean sandstone. In the high reisitivity layer has the ambiguity caused by some lithology of rock such as heatsource rocks so that the magnetotelurik method is not appropriate for heatsource zone mapping.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Magnetotelurik, NLCG, Paralana, Pemodelan Inversi, Resistivitas
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geophysics Engineering > 33201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: crismanto darmawan
Date Deposited: 09 Jul 2021 09:20
Last Modified: 09 Jul 2021 09:20
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/56872

Actions (login required)

View Item View Item