Pemetaan Bahaya Gempa Wilayah Surabaya Dengan Metode Deterministik Seismic Hazard Assesment (DSHA) dan Mikrotremor

Rosalina, Viona (2018) Pemetaan Bahaya Gempa Wilayah Surabaya Dengan Metode Deterministik Seismic Hazard Assesment (DSHA) dan Mikrotremor. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3714100032-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Secara geografis, Surabaya berada pada patahan Surabaya Waru yang diperkirakan aktif. Patahan tersebut diduga suatu saat dapat menimbulkan gempa bumi dengan kekuatan besar. Kondisi geologi Surabaya yang 80% wilayahnya merupakan cekungan endapan aluvial muda, memiliki potensi bahaya yang besar terhadap intensitas getaran tanah akibat amplifikasi dan intensitas gempa. Mempertimbangkan fakta bahwa 60,17% luas wilayah Surabaya merupakan kawasan terbangun, perlu dilakukan upaya mitigasi guncangan tanah terhadap potensi kerusakan bangunan akibat adanya sesar Kendeng dan sesar Waru. Salah satu faktor untuk menentukan besarnya potensi bahaya seismik adalah sifat fisik batuan. Penentuan sifat fisik batuan dapat diperoleh dari kecepatan gelombang permukaan (Vs30). Estimasi nilai Vs dapat dilakukan dengan pengukuran mikrotremor. Setelah dilakukan pengolahan data mikrotremor dengan metode Horisontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR), diperoleh nilai Vs terhadap kedalaman. Nilai tersebut digunakan dalam estimasi nilai Vs30 sehingga diperoleh persebaran nilai Vs30 di kota Surabaya yang berkisar 133 m/s – 294 m/s. Nilai VS30 ini dipergunakan untuk memperkirakan bahaya gempabumi dan penentuan standard bangunan tahan gempa. Sementara itu, pada pembuatan bangunan yang tahan gempa harus mempertimbangkan nilai percepatan tanah di daerah tersebut yang diperoleh dari pengukuran nilai Peak Ground Acceleration (PGA). Nilai PGA dapat diperkirakan dengan menggunakan metode Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dengan sumber gempa patahan aktif Surabaya dan Waru. Dari hasil perhitungan dengan metode DSHA diperoleh nilai PGA berkisar 0.76 g hingga 1.36 g. Nilai tersebut yang digunakan sebagai penentuan wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak gempa patahan. Wilayah dengan potensi kerusakan bangunan tinggi berada pada wilayah kecamatan Sambikerep, Lakarsantri, Wiyung, Dukuhpakis, Wonokromo, Jambangan, Wonocolo, Tandes, Sukomanunggal, Sawahan, Tegalsari, dan Gayungan ============================================================================================== Geographically, Surabaya is located in Surabaya Waru fault which is estimated to be active. The fault is suspected one day can cause earthquakes with great strength. Surabaya's geological condition of 80% of its territory is a young alluvial sedimentary hollow, has a great potential hazard to the intensity of ground vibration due to amplification and intensity of the earthquake. Considering the fact that 60.17% of Surabaya area is a wake up area, it is necessary to mitigate earth shocks against potential damage to buildings due to the fault of Kendeng and Waru fault. One of the factors to determine the magnitude of the potential seismic hazard is the physical properties of the rock. Determination of physical properties of rocks can be obtained from surface wave velocity (Vs30). Estimation of Vs value can be done by microtremor measurement. After processing of microtremor data with horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method, we get Vs value to depth. This value is used in estimation of Vs30 value so that the Vs30 value in Surabaya city is around 133 m / s - 294 m / s. VS30 value is used to estimate earthquake hazard and the determination of earthquake resistant building standards. Meanwhile, in earthquake-proof building should consider the acceleration value of the soil in the area obtained from the measurement of Peak Ground Acceleration (PGA) values. The PGA value can be estimated using the Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) method with the active earth fault source of Surabaya and Waru. From the calculation results with the method of DSHA obtained PGA value ranges from 0.76 g to 1.36 g. This value is used as the determination of areas that have high vulnerability to the effects of earthquake fault. Areas with potential damage to high-rise buildings are located in Sambikerep, Lakarsantri, Wiyung, Dukuhpakis, Wonokromo, Jambangan, Wonocolo and Gayungan districts.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: DSHA, HVSR, Mikrotremor, PGA, Vs30
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Geophysics Engineering > 33201-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Viona Rosalina
Date Deposited: 18 Jul 2021 21:46
Last Modified: 18 Jul 2021 21:46
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/57270

Actions (login required)

View Item View Item