Desain Interior SMPLB-A YPAB Surabaya dengan Konsep Penerapan Multi-Sensorial yang Berdampak Positif bagi Pengguna

Harsianti, Syifani Noor (2018) Desain Interior SMPLB-A YPAB Surabaya dengan Konsep Penerapan Multi-Sensorial yang Berdampak Positif bagi Pengguna. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
08411440000041-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (41MB) | Preview

Abstract

Sekolah Luar Biasa Tipe A merupakan sekolah yang menjadi fasilitas pendidikan bagi penderita tunanetra yang bertujuan untuk membantu penderita tunanetra agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan. Dalam perancangan interior Sekolah Luar Biasa Tipe-A, diperlukan desain khusus yang mengacu pada pemenuhan kebutuhan dalam pendidikan serta terapi dan pengembangan diri yang tentunya sesuai standard dan prosedur dari Permendiknas. Sayangnya hal ini belum banyak dilakukan oleh Sekolah Luar Biasa Tipe-A di Indonesia, seperti SMPLB-A YPAB Surabaya. Menanggapi hal tersebut, fungsi interior tidak lagi hanya sebagai pemenuhan fungsi dan estetika, melainkan juga peduli pada permasalahan masyarakat, khususnya bagi pengguna yang berkebutuhan khusus. Metode perancangan dilakukan melalui pengumpulan data yang secara kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk observasi, wawancara dan studi literatur. Konsep multi-sensorial dipilih karena dapat memaksimalkan segala panca indera pada penderita tunanetra guna membantu fungsi penglihatannya yang minim. Selain berpedoman pada standar sarana dan prasarana yang diatur Permendiknas, konsep multi-sensorial ini juga disesuaikan dengan identitas sekolah berdasarkan visi misi dan karakteristik SMPLB-A YPAB Surabaya. Hasil dari perancangan ini diperoleh kesimpulan bahwa konsep multi-sensorial dalam perancangan SMPLB-A YPAB Surabaya sesuai kebutuhan, mengingat sangat membantunya fungsi panca indera selain indera penglihatan pada tunanetra dalam proses belajar mengajar yang dapat diterapkan pada pendekatan desain interior. Pencapaian dampak positif bagi pengguna pada desain interior ini adalah ketika pengguna, khususnya siswa dapat mengikuti proses pendidikan dan dapat berorientasi dan bermobilitas dengan mandiri tanpa bantuan orang lain serta merasa diperhatikan karena terciptanya desain interior yang khusus sehingga tercipta kepercayaan diri dalam dirinya. Sehingga keberadaan SMPLB-A YPAB Surabaya di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah luar biasa tipe A lainnya dalam pemberian fasilitas pendidikan terbaik bagi siswa-siswanya. Kata kunci : Desain Interior, Tunanetra, Multi-sensorial, Sekolah Luar Biasa Tipe-A ======================================================== A blind and visual impairment school is a school that accommodates blind or visual impaired students to developing their attitude, knowledge, and skills as a personal or a part of social community for having mutual relationship with the social, cultural, and natural environment and can develop skills in career or further education. In the design of the interior of YPAB School for Blind and Visual Impairment, it is necessary to have a special design that refers to the fulfillment of the needs in education and therapy and self-development which is certainly in accordance with the standards and procedures from Permendiknas. Unfortunately this has not been done by many Blind and Visually Impaired School (Type-A Special Schools) in Indonesia, SMPLB-A YPAB Surabaya for example. In response, the function of the interior is no longer just as a function of fulfillment and aesthetics, but also care about the problems of society, especially for users with special needs. The design method was conducted through data collection both quantitative and qualitative. The data collection was carried out through observation, survey, interview, and literature study. The multi-sensory concept has been chosen because it can maximize all the five senses in people with visual impairment to help their minimum vision function. In addition to being guided by the standard of facilities and infrastructure set by Permendiknas, this multi-sensorial concept is also adapted to the school identity based on the vision, mission and characteristics of SMPLB-A YPAB Surabaya. The results of this design concluded that the concept of multi-sensorial in the design of SMPLB-A YPAB Surabaya is appropriate, considering it is very helpful in teaching and learning process that can be applied to the interior design approach. The achievement of positive impact for users on is when users, especially students can follow the process of education and can be oriented and moility independently without the help of others and feel noticed in results of special interior design. As feeling special, it would boost their confidence and their self judgement. So the existence of SMPLB-A YPAB Surabaya in the community can be an inspiration for Blind and Visually Impaired School (Type-A Special Schools) in providing the best educational facilities for their students. Keywords : Interior Design, Blind and Visually Impaired, Multi-sensory, Blind and Visually Impaired School (Type-A Special Schools)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Desain Interior, Tunanetra, Multi-sensorial, Sekolah Luar Biasa Tipe-A
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA6600 Education buildings
N Fine Arts > NC Drawing Design Illustration
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Interior Design > 90221-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Syifani Noor Harsianti
Date Deposited: 05 Aug 2021 23:24
Last Modified: 05 Aug 2021 23:24
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/57271

Actions (login required)

View Item View Item