Analisis Perbandingan Low Speed dan Medium Speed Dual Fuel Engine pada Kapal LNG

Wimala, Hanif Kukuh (2018) Analisis Perbandingan Low Speed dan Medium Speed Dual Fuel Engine pada Kapal LNG. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
0421144100109-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Mesin diesel merupakan salah satu internal combustion engine yang menggunakan tekanan tinggi untuk melakukan penyalaan bahan bakar, oleh sebab itu, mesin diesel disebut juga dengan mesin dengan penyalaan kompresi. Mesin dengan penyalaan kompresi ini menghasilkan emisi gas buang yang cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Kadar yang tinggi dari Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2) dan partikel emisi lain yang berhubungan dengan bahan bakar diesel merupakan isu yang telah lama muncul. Berbagai inovasi diciptakan untuk mendapatkan daya besar dengan emisi yang rendah salah satunya adalah mesin dual fuel. Dual fuel engine juga tersedia dalam berbagai macam tipe seperti low speed dual fuel engine dan medium speed dual fuel engine yang masing-masing memiliki sistem propulsi dan perlengkapan penunjang yang berbeda juga dalam pengoperasiannya yang dapat mempengaruhi efisiensi hingga keuntungan dari payload yang dibawa oleh kapal. Namun, pada nyatanya mesin ini tetap menghasilkan emisi lain yang sama berbahayanya yaitu gas metana yang diakibatkan oleh methane slip. Sehingga dibutuhkan analisis terhadap perbedaan antara low speed dan medium speed dual fuel engine. Pada penelitian ini, bahan bakar yang digunakan adalah LNG dalam bentuk boil-off gas yang dihasilkan oleh muatan yang dibawa kapal. Penelitian ini akan membahas mengenai perbandingan jumlah methane slip yang dihasilkan, konsumsi boil-off gas dan energy benefit pada kedua mesin. Rute yang ditentukan untuk analisis ini adalah Bintuni, Indonesia menuju Himeji, Jepang dengan 3 variasi kecepatan yaitu 19,5 knot, 9,75 knot dan 4,875 knot. Perhitungan emisi dan boil-off gas dilakukan dengan metode perhitungan matematis sederhana. Berdasarkan hasil kedua perhitungan tersebut didapatkan total methane slip sebesar 8,1 ton dan 9,16 ton, sedangkan untuk boil-off gas ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mesin sehingga LNG diambil dari muatan sebesar 763,81 ton dan 939,01 ton, sedangkan mesin yang memiliki energy benefit paling baik adalah low speed dual fuel engine. Sehingga dapat disimpulkan bahwa low speed dual fuel engine lebih baik dalam banyak aspek jika dilihat dari skenario tugas akhir ini. ========================================================================================================= Diesel engine is one of the internal combustion engines that use high pressure to perform fuel ignition. Therefore, the diesel engine is also called engine with compression ignition. Engine with this compression ignition produces high exhaust emissions that are harmful to the health and the environment. High levels of nitrous oxide (NOx), sulfur oxides (SOx), carbon monoxide (CO), carbon dioxide (CO2) and other emission particles associated with diesel fuel have been a big issues. Various innovations are created to produce higher power with lower emissions, one of which is a dual fuel engine. Dual fuel engines are also available in various types such as low speed dual fuel engines and medium speed dual fuel engines which have a different propulsion arrangement and supporting system that can affect the efficiency as well as the payload carried by the vessel. However, this engine still produces another equally dangerous emission, which is methane gas caused by methane slip. In this bachelor thesis, the writer would like to analyze the amount of methane slip emissions generated by alow speed and medium speed dual fuel engine. In this study, LNG is used as the main fuel for the engine in the form of boil-off gas that is produced by the cargo. This study will compare the amount of methane slip produced, the consumption of boil-off gas, and energy benefit on both engines. The routes specified for this analysis are Bintuni, Indonesia to Himeji, Japan with 3 speed variations specifically 19,5 knot, 9,75 knot and 4,875 knot. The calculation of emissions and boil-off gas is done by simple mathematic calculation method. Based on the results of both calculations, the total of methane slip on each vessel is 8.1 tons and 9.16 tons, however the boil-off gas is not sufficient for engine so that LNG is taken from the payload specifically 763,81 tons and 939,01 tons. While the engine that has the best energy benefit is a low speed dual fuel engine. The results from the analysis can be concluded that low speed dual fuel engine is better in almost every aspect when viewed from this thesis scenario.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSP 623.872 36 Wim a-1 3100018078103
Uncontrolled Keywords: Dual Fuel Engine, Emisi, Methane Slip
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM276.A1 Fuel (Including supplies, costs, etc.)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM773 Ship propulsion, Electric
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Hanif Kukuh Wimala
Date Deposited: 20 Feb 2019 02:53
Last Modified: 30 Dec 2020 05:27
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/57805

Actions (login required)

View Item View Item