Fermentasi Hidrolisat Eceng Gondok Kering menjadi Etanol Oleh Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae

Pratiwi, Nadya Eka (2018) Fermentasi Hidrolisat Eceng Gondok Kering menjadi Etanol Oleh Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
01211440000010-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Sumber energi yang paling banyak digunakan hingga saat ini masih berbasis bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui dan tidak ramah lingkungan. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan adalah bioetanol yang diproduksi dari biomassa lignoselulosa, seperti eceng gondok, dengan bantuan mikroorganisme. Pada penelitian ini dilakukan produksi etanol dengan proses hidrolisis eceng gondok kering dengan H2SO4 5% dan fermentasi hidrolisat menggunakan kultur campuran Z. mobilis dan S. cerevisiae. Glukosa hasil proses hidrolisis dianalisa dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan kadar etanol hasil fermentasi dianalisa menggunakan GC. Hasil analisa menunjukkan kadar glukosa sebesar 14 g/L atau 0,29 g/g bubuk kering eceng gondok dan kadar etanol fermentasi 12, 24, 36, dan 48 jam sebesar 2,7; 3,2; 4,2; dan 4,8 % dengan massa etanol yang dihasilkan sebesar 0,4076; 0,4406; 0,6614; 0,7237 g. Sementara yield etanol yang dihasilkan adalah 2,04; 2,20; 3,31; dan 3,62 %. Hasil etanol yang paling tinggi adalah pada fermentasi 48 jam dengan kadar etanol 4,8 %, massa etanol sebesar 0,7237 g, serta yield etanol keseluruhan sebesar 3,62 % ================================================================================================= Availability and effect of fossil fuel become subject of concern these days. Many researches offer a low-cost renewable energy, such as bioethanol from lignocellulose material like water hyacinth. The aim of this research is to produce bioethanol by dry water hyacinth hydrolysate fermentation using Zymomonas mobilis and Saccharomyces cerevisiae mixed culture. Dry water hyacinth hydrolyzed by 5% H2SO4 to obtain glucose as the carbon source for microorganisms. Glucose content was analyzed by UV-Vis Spectrophotometer and the ethanol content after fermentation was analyzed by GC. Glucose obtained from the hydrolysis process was 14,5 g/L or 0,29 g/g water hyacinth dry mass. Ethanol produced from the fermentation process for 12, 24, 36, and 48 hours were 2,7; 3,2; 4,2; and 4,8 %. Ethanol mass formed in this research were 0,4076; 0,4406; 0,6614; 0,7237 g, respectively. Meanwhile, ethanol yield obtained from water hyacinth mass were 2,04; 2,20; 3,31; and 3,62 %, respectively. The optimum result from this research is from 48 hours fermentation with ethanol 4,8 % and yield from water hyacinth mass was 3,62 %.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Eceng Gondok, Bioetanol, Zymomonas mobilis, Saccharomyces cerevisiae
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD251.2 Chemistry, Organic. Biochemistry
Q Science > QD Chemistry > QD320 Cellulose. Hydrolysis
Divisions: Faculty of Natural Science > Chemistry > 47201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Nadya Eka Pratiwi
Date Deposited: 09 Aug 2021 20:56
Last Modified: 09 Aug 2021 20:56
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/58739

Actions (login required)

View Item View Item